Harga ARB Naik 90% dalam Sepekan, Apa yang Mendorong Rally Arbitrum?

Harga ARB Naik 90% dalam Sepekan, Apa yang Mendorong Rally Arbitrum?

Harga ARB, token asli jaringan Arbitrum, mencatat kenaikan tajam sekitar 90% dalam sepekan. Pergerakan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang hanya sekitar 2,4% pada periode yang sama.

Pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 09.50 UTC, ARB diperdagangkan di sekitar US$0,165 berdasarkan grafik harian Coinbase. Harga ARB sebelumnya bergerak dari area US$0,078 pada awal Agustus dan sempat mencapai US$0,206 sebelum mengalami koreksi.

Dengan posisi tersebut, ARB masih berada sekitar 19,6% di bawah level tertingginya dalam reli terbaru.

Kinerja ARB Melampaui Pasar Kripto

Kenaikan ARB yang jauh lebih besar dibandingkan pasar kripto secara umum menjadi perhatian pelaku pasar.

Data CoinGecko menunjukkan ARB naik sekitar 90% dalam tujuh hari. Sementara itu, total kapitalisasi pasar kripto hanya meningkat sekitar 2,4%.

Perbedaan kinerja tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan ARB tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara umum. Sejumlah perkembangan yang berkaitan langsung dengan ekosistem Arbitrum turut menjadi perhatian investor.

Salah satu faktor utama adalah perkembangan Robinhood Chain dan potensi pendapatan baru bagi ArbitrumDAO.

Robinhood Chain Beri Sumber Pendapatan Baru untuk ArbitrumDAO

Robinhood Chain menjadi salah satu perkembangan penting dalam ekosistem Arbitrum.

Jaringan tersebut meluncur di mainnet publik pada 1 Juli dan dibangun sebagai jaringan Arbitrum yang melakukan settlement ke Ethereum.

Melalui Arbitrum Expansion Program (AEP), sebanyak 10% dari pendapatan bersih protokol Robinhood Chain dialokasikan ke ekosistem Arbitrum. Rinciannya, 8% masuk ke kas ArbitrumDAO dan 2% dialokasikan kepada Arbitrum Developer Guild.

Perlu dicatat, angka tersebut berasal dari pendapatan bersih, bukan seluruh biaya transaksi yang dibayarkan pengguna. Artinya, tidak semua biaya transaksi Robinhood Chain otomatis menjadi pendapatan ArbitrumDAO.

Namun, kesepakatan tersebut memberikan ArbitrumDAO kepentingan ekonomi yang terukur terhadap aktivitas Robinhood Chain.

Robinhood menggunakan infrastruktur tersebut untuk sejumlah produk, termasuk produk token saham, layanan pinjaman, dan aplikasi likuiditas.

Pada akhir Agustus, Arbitrum Foundation menyebut Robinhood Chain telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$800.000 dalam periode tujuh hari.

Jika laju tersebut bertahan, nilainya secara tahunan mencapai sekitar US$42 juta. Meski demikian, angka selama satu minggu belum cukup untuk membuktikan bahwa pendapatan tersebut akan bertahan dalam jangka panjang.

Pendapatan DAO Tidak Otomatis Menjadi Pendapatan Pemegang ARB

Kenaikan pendapatan ArbitrumDAO tidak berarti pemegang token ARB langsung menerima bagian dari pendapatan tersebut.

Saat ini, ARB tidak memiliki mekanisme bawaan berupa buyback, dividen, atau distribusi pendapatan yang secara otomatis mengalir kepada pemegang token.

Pendapatan yang masuk ke kas DAO dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan ekosistem berdasarkan keputusan tata kelola. Misalnya, untuk pendanaan proyek, keamanan jaringan, program likuiditas, hingga pengembangan produk.

Karena itu, reli ARB lebih tepat dilihat sebagai pertaruhan pasar terhadap pertumbuhan ekosistem Arbitrum dan nilai tata kelolanya, bukan sebagai aset yang secara langsung memberikan imbal hasil dari pendapatan Robinhood Chain.

Hal ini juga menjadi salah satu risiko utama dari narasi kenaikan ARB.

Jika pendapatan Robinhood Chain terus meningkat, posisi keuangan ArbitrumDAO dapat semakin kuat. Namun, pasar pada akhirnya perlu melihat bagaimana pendapatan tersebut digunakan untuk mengetahui apakah pertumbuhan tersebut mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap valuasi ARB.

Pendapatan Arbitrum Capai US$6,19 Juta pada Semester I 2026

Perkembangan Robinhood Chain juga datang ketika Arbitrum sudah memiliki beberapa sumber pendapatan lainnya.

Dalam laporan semester pertama 2026 yang diterbitkan pada 2 September, Arbitrum Foundation mencatat total pendapatan sebesar US$6,19 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari beberapa sumber, termasuk biaya transaksi, Timeboost, biaya lisensi Arbitrum Expansion Program, serta pendapatan treasury.

Margin kotor dari sumber pendapatan tersebut mencapai sekitar 97%.

Laporan yang sama mencatat Arbitrum memiliki aset treasury non-ARB senilai sekitar US$125 juta per 30 Juni 2026.

Selama semester pertama, jaringan Arbitrum juga memproses sekitar 478 juta transaksi dan mencatat rata-rata volume transfer stablecoin bulanan lebih dari US$70 miliar.

Data tersebut tidak membuktikan bahwa laporan semester pertama menjadi penyebab langsung kenaikan harga ARB. Namun, angka tersebut memberikan gambaran bahwa Arbitrum sudah memiliki aktivitas ekonomi yang cukup besar sebelum perkembangan Robinhood Chain.

Aktivitas RWA Arbitrum Ikut Menjadi Perhatian

Selain Robinhood Chain, perkembangan real-world assets (RWA) juga menjadi bagian penting dari ekosistem Arbitrum.

Data RWA.xyz menunjukkan Arbitrum memiliki distributed asset value sekitar US$972,96 juta dan represented asset value sekitar US$24,55 juta.

Platform tersebut juga mencatat sekitar 9.706 pemegang RWA dengan volume transfer 30 hari mencapai sekitar US$398,58 juta.

Namun, besarnya nilai aset yang ditokenisasi tidak selalu berarti aset tersebut memiliki likuiditas tinggi.

Sebagian aset RWA, seperti dana, instrumen utang, dan sekuritas yang ditokenisasi, memang dirancang untuk disimpan dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya juga hanya tersedia untuk investor yang memenuhi persyaratan tertentu atau diperdagangkan melalui platform terbatas.

Karena itu, pertumbuhan jumlah pemegang, volume transfer, serta aktivitas yang menghasilkan biaya menjadi indikator yang lebih penting untuk melihat penggunaan RWA secara berkelanjutan.

Perbedaan metodologi antarplatform juga perlu diperhatikan. DeFiLlama mencatat kapitalisasi pasar RWA aktif di Arbitrum sekitar US$822,92 juta, lebih rendah dibandingkan angka RWA.xyz.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa data RWA sebaiknya digunakan sebagai indikator skala ekosistem, bukan sebagai satu-satunya ukuran likuiditas.

DeFi Arbitrum Tetap Memiliki Aktivitas Besar

Data DeFiLlama menunjukkan total value locked (TVL) DeFi Arbitrum berada di sekitar US$1,42 miliar.

Kapitalisasi stablecoin di jaringan tersebut mencapai sekitar US$3,59 miliar. Sementara volume DEX harian berada di sekitar US$118,8 juta dan volume perpetual sekitar US$734,8 juta.

Sementara itu, data growthepie menunjukkan sekitar 1,3 juta transaksi dan 87.700 alamat aktif harian di Arbitrum.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa Arbitrum masih memiliki basis pengguna dan aktivitas jaringan yang besar. Namun, data tersebut belum dapat menentukan secara pasti berapa banyak aktivitas yang berasal dari Robinhood Chain, RWA, maupun aplikasi lainnya.

Upgrade Teknologi Arbitrum Perkuat Narasi Institusional

Faktor lain yang turut mendukung narasi Arbitrum adalah pengembangan teknologinya.

ArbOS Elara yang diaktifkan pada 20 Agustus membawa sejumlah perubahan, termasuk peningkatan batas ukuran kontrak serta fitur programmable compliance untuk jaringan khusus.

Upgrade tersebut juga mencakup perubahan pada infrastruktur biaya dan ketersediaan data.

Arbitrum Foundation juga mengungkapkan penelitian penggunaan zero-knowledge proof untuk mempercepat proses settlement dengan tetap mempertahankan mekanisme optimistic rollup.

Perkembangan tersebut tidak membuktikan bahwa upgrade teknologi menjadi penyebab langsung kenaikan harga ARB. Namun, peningkatan infrastruktur dapat memperkuat posisi Arbitrum sebagai jaringan yang digunakan untuk produk keuangan, tokenisasi aset, serta aplikasi dengan volume transaksi besar.

Harga ARB: Level US$0,174 Jadi Resistance Penting

Dari sisi teknikal, pergerakan harga ARB kini menghadapi sejumlah level penting.

Retracement Fibonacci dalam grafik harian ditarik dari titik terendah US$0,07028 pada Juli hingga level tertinggi reli di sekitar US$0,20606 pada September.

Harga ARB telah bergerak di bawah level Fibonacci 23,6% di sekitar US$0,17401. Level tersebut kini menjadi resistance penting yang perlu direbut kembali oleh pembeli.

Jika ARB mampu mencatatkan penutupan harian di atas US$0,174, peluang untuk kembali menuju US$0,191 hingga US$0,206 terbuka.

Sebaliknya, apabila harga bertahan di atas US$0,15419 tetapi belum mampu menembus US$0,174, ARB berpotensi memasuki fase konsolidasi setelah kenaikan tajam.

Jika ARB turun dan ditutup di bawah US$0,154, perhatian berikutnya dapat beralih ke area US$0,138 dan US$0,122.

Koreksi lebih dalam berpotensi membawa harga menuju US$0,099, yang berada dekat dengan moving average 200 hari di sekitar US$0,09927.

Volume perdagangan juga menjadi faktor penting. Peningkatan volume ketika ARB kembali menembus US$0,174 dapat memperkuat sinyal bullish. Sebaliknya, lonjakan volume saat harga jatuh di bawah US$0,154 dapat menunjukkan tekanan jual yang semakin kuat.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor ARB?

Kenaikan harga ARB sekitar 90% dalam sepekan terjadi di tengah sejumlah perkembangan fundamental Arbitrum.

Robinhood Chain memberikan potensi sumber pendapatan baru bagi ArbitrumDAO. Di sisi lain, laporan keuangan semester pertama menunjukkan bahwa DAO sudah memiliki beberapa sumber pendapatan dan aset treasury yang cukup besar.

Pertumbuhan sektor RWA, aktivitas DeFi, jumlah pengguna, serta peningkatan infrastruktur teknologi juga memperkuat posisi Arbitrum sebagai salah satu jaringan yang menargetkan penggunaan finansial dan institusional.

Namun, pendapatan ArbitrumDAO belum otomatis menjadi keuntungan langsung bagi pemegang ARB.

Karena itu, keberlanjutan reli akan sangat bergantung pada apakah aktivitas tersebut mampu menghasilkan pendapatan berulang dan bagaimana DAO menggunakan pendapatan tersebut.

Dari sisi harga, level US$0,15419 dan US$0,17401 menjadi area penting yang perlu diperhatikan. Kemampuan ARB mempertahankan US$0,154 dan kembali menembus US$0,174 dapat menjadi sinyal bahwa kenaikan terbaru mulai berubah menjadi tren yang lebih kuat.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support tersebut dapat membuka ruang bagi koreksi lebih dalam.