Harga Bitcoin Kembali Menguat ke US$63.000, Namun Arus Keluar Dana ETF Sebesar US$3,4 Miliar Masih Menekan Pasar Kripto

Harga Bitcoin Kembali Menguat ke US$63.000, Namun Arus Keluar Dana ETF Sebesar US$3,4 Miliar Masih Menekan Pasar Kripto

Bitcoin Rebound di Atas US$63.000, Namun Outflow ETF US$3,4 Miliar Masih Membebani Sentimen

Bitcoin kembali menguat dan berhasil naik ke atas level US$63.000 pada Senin setelah mempertahankan area support penting. Meski demikian, arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot senilai sekitar US$3,4 miliar masih menjadi faktor yang menekan sentimen pasar kripto.

Berdasarkan pembaruan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$62.914.

Riya Sehgal, Research Analyst Delta Exchange, mengatakan Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$63.000 dan berupaya melanjutkan pemulihan setelah berhasil bertahan di zona support psikologis US$59.000 hingga US$60.000. Menurutnya, arus dana ETF masih menjadi perhatian utama karena ETF Bitcoin spot mencatat outflow bersih sekitar US$3,4 miliar sepanjang periode 20 Mei hingga 5 Juni.

Sehgal menambahkan bahwa data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan kembali memunculkan kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Di sisi lain, minat investor terhadap aset berisiko mulai beralih secara selektif ke tema kecerdasan buatan (AI) dan narasi IPO besar seperti SpaceX. Kondisi ini membuat token kripto yang terkait AI mencatat kinerja lebih baik, sementara sentimen pasar kripto secara umum masih tergolong rapuh.

Tim Market Desk WazirX menilai Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$63.041 dan masih berada di bawah tekanan karena bergerak di bawah beberapa indikator rata-rata pergerakan utama. Namun, kondisi teknikal yang sudah memasuki area oversold, meningkatnya aksi beli saat harga turun (buy the dip), serta akumulasi jangka panjang oleh investor membuat pelaku pasar tetap optimistis terhadap peluang pemulihan.

Sementara itu, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$1.684 dengan momentum jangka pendek yang masih lemah. Meski demikian, pembelian ETH senilai US$55,8 juta oleh investor besar (whale) menunjukkan bahwa minat akumulasi terhadap aset tersebut masih tetap kuat.

Pandangan Pasar

Vikram Subburaj, CEO Giottus, mengatakan Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pada 8 Juni setelah mengalami salah satu koreksi paling tajam tahun ini. Aset kripto terbesar di dunia itu diperdagangkan di sekitar US$63.100 setelah sempat turun di bawah US$61.200 pada sesi sebelumnya. Meski pasar menunjukkan pemulihan dalam beberapa hari terakhir, harga Bitcoin masih jauh di bawah level awal Juni, yang menandakan investor tetap berhati-hati.

Akshat Siddhant, Lead Quant Analyst Mudrex, menilai Bitcoin mulai stabil di sekitar level US$63.000 setelah bangkit dari titik terendah US$59.100 yang dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari ekspektasi. Menurutnya, kuatnya pasar tenaga kerja memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.

Avinash Shekhar, Co-Founder dan CEO Pi42, mengatakan koreksi tajam Bitcoin hingga turun di bawah US$60.000 mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap ketidakpastian ekonomi global, perubahan kondisi likuiditas, serta aksi ambil untung setelah reli yang panjang. Ia menambahkan bahwa koreksi seperti ini merupakan hal yang umum terjadi di pasar aset digital dan sering kali menjadi proses penyesuaian setelah periode spekulasi dan penggunaan leverage yang berlebihan.