Harga Bitcoin Melonjak 37% Sejak April, Apa yang Mendorong Reli Ini?
Meskipun harga Bitcoin mengalami kenaikan besar sejak April 2026, platform analitik on-chain CryptoQuant menilai pasar masih berada dalam fase bearish secara keseluruhan. Walaupun sebagian investor melihat rebound BTC sebagai awal bull run baru, CryptoQuant menyebut level unrealized profit saat ini masih jauh di bawah level yang biasanya muncul saat pasar bullish besar.
Bitcoin sempat melonjak hingga menyentuh $82.000 pada 6 Mei, menjadi level tertinggi sejak Januari 2026. BTC sebelumnya berhasil menembus $81.000 pada 5 Mei sebelum naik ke area $82.000 sehari setelahnya, meski akhirnya mengalami penolakan harga di level tersebut.
Menurut Julio Monero, Head of Research CryptoQuant, kenaikan tajam harga Bitcoin berpotensi mendorong investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit-taking), yang bisa meningkatkan volatilitas pasar dan memicu tekanan jual lebih besar.
Monero mengungkapkan bahwa pemegang Bitcoin merealisasikan keuntungan hingga sekitar 14.600 BTC pada 4 Mei, menjadi level profit-taking harian tertinggi sejak Desember 2025. Dalam 30 hari terakhir, total realized profit juga melonjak melampaui 20.000 BTC, memperkuat kekhawatiran bahwa lebih banyak investor bisa mulai menjual aset mereka dalam waktu dekat.
Walaupun Bitcoin telah naik lebih dari 20% sejak awal April dan kini diperdagangkan di sekitar $80.000, Monero menyebut pergerakan ini sebagai “bear market rally.” Menurutnya, kenaikan terbaru tersebut belum cukup untuk mengonfirmasi dimulainya bull market jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa pemulihan harga Bitcoin didorong oleh meredanya tekanan makroekonomi dan kondisi undervalued yang terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Selain itu, peningkatan permintaan di pasar perpetual futures juga ikut mendukung kenaikan harga BTC, menandakan bahwa reli saat ini kemungkinan besar dipicu oleh trader leverage, bukan akumulasi spot yang kuat.
Menariknya, sentimen whale dan aktivitas sosial pasar masih berada di zona “Fear” meskipun harga Bitcoin terus naik. Sementara itu, indikator volatilitas dan price score justru menunjukkan kondisi “Greed,” yang mengindikasikan reli BTC lebih banyak didorong oleh momentum harga dibanding perubahan nyata pada sentimen investor.
Monero juga menyoroti bahwa realized profit Bitcoin saat ini masih jauh di bawah kisaran 130.000 BTC hingga 200.000 BTC yang biasanya terlihat saat bull market penuh berlangsung. Karena itu, ia menilai pasar masih memiliki potensi tekanan turun lebih lanjut.
Ia menambahkan bahwa meskipun aktivitas perpetual futures terus meningkat, permintaan spot dan aliran dana masuk ke exchange masih relatif lemah. Menurut Monero, kondisi tersebut meningkatkan risiko koreksi yang cukup besar, meskipun pasar kemungkinan belum mencapai puncak distribusi akhir.
0 Comments