Harga Emas Antam Naik Rp 16.000 pada 2 Januari 2026
Harga Emas Antam Menguat di Awal 2026, Naik Rp 16.000 per Gram
Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. Di awal tahun ini, harga emas Antam tercatat naik cukup signifikan, yakni Rp 16.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini dipatok di level Rp 2.504.000 per gram. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (1/1/2026), harga emas masih berada di posisi Rp 2.488.000 per gram.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada harga jual, tetapi juga pada harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam. Harga buyback emas Antam hari ini naik Rp 16.000 menjadi Rp 2.363.000 per gram. Harga buyback ini berlaku bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan ke Antam.
Harga Masih di Bawah Rekor Tertinggi
Meski mengalami kenaikan, harga emas Antam saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi yang pernah dicapai pada Sabtu, 27 Desember 2025. Saat itu, harga emas Antam sempat menyentuh Rp 2.605.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.464.000 per gram.
Data harga emas Antam ini bersumber langsung dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi sebagai acuan publik.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (2 Januari 2026):
-
0,5 gram: Rp 1.302.000
-
1 gram: Rp 2.504.000
-
2 gram: Rp 4.948.000
-
3 gram: Rp 7.397.000
-
5 gram: Rp 12.295.000
-
10 gram: Rp 24.535.000
-
25 gram: Rp 61.212.000
-
50 gram: Rp 122.345.000
-
100 gram: Rp 244.612.000
-
250 gram: Rp 611.265.000
-
500 gram: Rp 1.222.320.000
-
1.000 gram: Rp 2.444.600.000
Harga Emas Dunia Melonjak Tajam Sepanjang 2025
Kinerja emas tidak hanya menguat di pasar domestik, tetapi juga menunjukkan lonjakan luar biasa di pasar global. Sepanjang tahun 2025, harga emas dunia mencatatkan kenaikan sekitar 64%, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik dalam beberapa dekade terakhir.
Harga emas global (XAU/USD) bahkan mencetak sekitar 50 rekor harga tertinggi baru sepanjang tahun. Lonjakan terbesar terjadi pada momen Boxing Day, ketika harga emas spot sempat menyentuh USD 4.549,71 per ons. Menjelang akhir tahun, harga kemudian stabil di kisaran USD 4.300–4.310 per ons.
Menurut laporan Trading News yang dikutip Jumat (2/1/2026), meski terjadi koreksi ringan pada akhir Desember akibat minimnya likuiditas libur akhir tahun dan kejenuhan pasar, secara teknikal emas masih berada dalam tren naik yang kuat. Area USD 4.000 per ons dinilai menjadi level support penting bagi pergerakan harga emas ke depan.
Basel III Jadi Pendorong Utama Harga Emas
Kenaikan harga emas dunia tidak terlepas dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, khususnya terkait penerapan aturan Basel III. Dalam regulasi terbaru ini, emas fisik diklasifikasikan sebagai aset likuid berkualitas tinggi (High Quality Liquid Asset/HQLA) Tier 1, dengan bobot nilai 100% dari harga pasar.
Sebelumnya, emas hanya dihitung sekitar 50% dan masuk kategori Tier 3, sehingga kurang menarik bagi perbankan dari sisi permodalan. Dengan status baru ini, emas kini dipandang bukan hanya sebagai aset lindung nilai, tetapi juga sebagai agunan utama yang efisien bagi bank-bank besar.
Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan emas dari sektor perbankan, bank sentral, hingga investor institusional global.
Peluang Harga Emas di 2026
Melihat tren yang masih kuat, banyak analis memperkirakan harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan di sepanjang 2026. Faktor ketidakpastian ekonomi global, potensi pelonggaran kebijakan moneter, serta meningkatnya peran emas dalam sistem keuangan internasional menjadi sentimen positif bagi logam mulia.
Di dalam negeri, pergerakan harga emas Antam diperkirakan akan tetap mengikuti tren global, dengan tetap mempertimbangkan faktor nilai tukar rupiah dan permintaan domestik.
Bagi investor, emas masih dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif aman untuk menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
0 Comments