Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 17 Januari 2026
Harga Emas Pegadaian Kompak Menguat, Dipengaruhi Dinamika Global dan Ekspektasi Suku Bunga
Harga emas dari dua produk logam mulia yang diperdagangkan di Pegadaian, yakni emas UBS dan emas Galeri24, tercatat sama-sama mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu (17/9/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah fluktuasi harga emas dunia yang masih dipengaruhi oleh sentimen geopolitik global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, serta pergerakan investor di pasar komoditas.
Berdasarkan data Pegadaian, harga emas UBS naik cukup signifikan sebesar Rp 7.000, dari sebelumnya Rp 2.742.000 menjadi Rp 2.749.000 per gram. Sementara itu, harga emas Galeri24 juga menguat meski lebih terbatas, yakni naik Rp 3.000 menjadi Rp 2.695.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp 2.692.000.
Untuk pilihan ukuran, emas Galeri24 dijual dalam rentang kuantitas yang lebih luas, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Adapun emas UBS tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 500 gram, sehingga memberikan alternatif bagi investor ritel maupun pembeli dalam jumlah besar.
Harga Emas Domestik Mengikuti Dinamika Global
Kenaikan harga emas di Pegadaian terjadi setelah harga emas dunia sempat mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (16/1/2026). Saat itu, harga emas global turun lebih dari 1%, seiring aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.
Mengutip laporan CNBC, harga emas spot turun 0,2% ke level USD 4.606,54 per ounce. Meski demikian, emas masih berada dalam tren positif dan berpotensi mencatatkan kenaikan selama dua pekan berturut-turut, dengan penguatan sekitar 1,9%, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD 4.642,72 per ounce.
Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,6% ke posisi USD 4.595,40 per ounce.
Analis Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa koreksi harga emas merupakan bagian dari penyesuaian pasar setelah reli panjang dalam beberapa pekan terakhir.
“Ini adalah penurunan umum di kompleks komoditas setelah berminggu-minggu mengalami kenaikan agresif, dengan beberapa aksi ambil untung. De-eskalasi ketegangan di Timur Tengah juga menghilangkan sebagian premi geopolitik pada emas dan logam lainnya,” ujarnya.
Ketegangan Geopolitik Mulai Mereda
Sentimen negatif terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) turut dipicu oleh meredanya tensi geopolitik global. Protes di Iran dilaporkan mulai menurun, sementara pendekatan diplomatik diambil oleh sejumlah pemimpin dunia. Presiden AS Donald Trump memilih sikap “menunggu dan melihat”, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin disebut berupaya menengahi konflik dan mendorong stabilitas kawasan.
Meredanya risiko geopolitik ini membuat sebagian investor mengalihkan dana ke aset berisiko, sehingga menekan harga emas dalam jangka pendek.
Faktor Suku Bunga dan Perdagangan Global
Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih mencermati langkah Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan data LSEG, The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga hingga paruh pertama 2026, dengan peluang pemangkasan suku bunga pertama sebesar 25 basis poin pada Juni 2026.
Lingkungan suku bunga yang lebih rendah secara historis cenderung mendukung harga emas, karena menurunkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Di sisi lain, kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Taiwan yang menurunkan tarif ekspor semikonduktor turut memengaruhi sentimen pasar global. Kesepakatan ini dipandang positif bagi industri teknologi, namun berpotensi memicu ketegangan baru dengan China.
Outlook Harga Emas Masih Positif
Meski mengalami koreksi jangka pendek, prospek harga emas dalam jangka menengah hingga panjang dinilai masih kuat. Edward Meir menilai harga emas berpeluang menembus level psikologis baru.
“Saya masih melihat peluang harga emas mencapai USD 5.000 per ounce tahun ini, meskipun akan diselingi koreksi-koreksi besar,” ujarnya.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan signifikan. Harga perak spot turun 3,6% ke level USD 89,00 per ounce, meskipun secara mingguan masih mencatat kenaikan lebih dari 12% setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD 93,57.
JPMorgan memperingatkan bahwa perak rentan mengalami koreksi tajam akibat melemahnya permintaan industri, arus keluar ETF, serta kebijakan perdagangan China yang lebih ketat. Sementara itu, harga platinum turun 3,8% menjadi USD 2.303,40 per ounce, dan paladium melemah 2,4% ke level USD 1.831 per ounce.
Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian
Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian untuk produk Galeri24 dan UBS, seperti dikutip dari Antara:
Harga Emas Galeri24
-
0,5 gram: Rp 1.414.000
-
1 gram: Rp 2.695.000
-
2 gram: Rp 5.309.000
-
5 gram: Rp 13.175.000
-
10 gram: Rp 26.279.000
-
25 gram: Rp 65.537.000
-
50 gram: Rp 130.969.000
-
100 gram: Rp 261.809.000
-
250 gram: Rp 652.914.000
-
500 gram: Rp 1.305.828.000
-
1.000 gram: Rp 2.611.655.000
Harga Emas UBS
-
0,5 gram: Rp 1.486.000
-
1 gram: Rp 2.749.000
-
2 gram: Rp 5.453.000
-
5 gram: Rp 13.476.000
-
10 gram: Rp 26.810.000
-
25 gram: Rp 66.894.000
-
50 gram: Rp 133.513.000
-
100 gram: Rp 266.921.000
-
250 gram: Rp 667.104.000
-
500 gram: Rp 1.332.642.000
Ke depan, pergerakan harga emas domestik diperkirakan masih akan mengikuti dinamika harga global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter bank sentral dunia. Bagi investor, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.
0 Comments