Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 3 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Bergerak

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 3 Juli 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Bergerak

Harga emas batangan yang dipasarkan melalui Pegadaian menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Jumat, (3/7/2026). Produk logam mulia dari Galeri24, Antam, dan UBS masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk investasi emas fisik, dengan harga emas Antam bertahan di atas level Rp2,7 juta per gram.

Berdasarkan informasi Pegadaian yang dikutip Antara pada Jumat pukul 09.18 WIB, harga emas Antam dipatok sebesar Rp2.746.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 dibanderol Rp2.627.000 per gram dan emas UBS dipasarkan seharga Rp2.639.000 per gram.

Perlu diketahui, harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta kebijakan masing-masing produsen logam mulia.

Di antara ketiga produk tersebut, emas Antam masih menjadi yang paling mahal, dengan selisih Rp119.000 dibandingkan Galeri24 dan Rp107.000 dibandingkan UBS untuk ukuran 1 gram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh faktor merek, likuiditas, hingga permintaan pasar terhadap masing-masing produk.

Untuk pilihan ukuran, emas Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Adapun emas Antam yang dipasarkan Pegadaian tersedia mulai 0,5 gram hingga ukuran 100 gram.

Berikut daftar harga emas Pegadaian per Jumat (3/7/2026):

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp1.378.000
  • 1 gram: Rp2.627.000
  • 2 gram: Rp5.189.000
  • 5 gram: Rp12.879.000
  • 10 gram: Rp25.688.000
  • 25 gram: Rp63.873.000
  • 50 gram: Rp127.646.000
  • 100 gram: Rp255.166.000
  • 250 gram: Rp636.348.000
  • 500 gram: Rp1.272.696.000
  • 1.000 gram: Rp2.545.391.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp1.425.000
  • 1 gram: Rp2.746.000
  • 2 gram: Rp5.429.000
  • 3 gram: Rp8.118.000
  • 5 gram: Rp13.494.000
  • 10 gram: Rp26.931.000
  • 25 gram: Rp67.197.000
  • 50 gram: Rp134.311.000
  • 100 gram: Rp268.541.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp1.426.000
  • 1 gram: Rp2.639.000
  • 2 gram: Rp5.237.000
  • 5 gram: Rp12.941.000
  • 10 gram: Rp25.745.000
  • 25 gram: Rp64.237.000
  • 50 gram: Rp128.210.000
  • 100 gram: Rp256.319.000
  • 250 gram: Rp640.607.000
  • 500 gram: Rp1.279.711.000

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 2%

Kenaikan harga emas di pasar global turut menjadi sentimen positif bagi harga logam mulia di dalam negeri. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026) waktu Amerika Serikat atau Jumat pagi WIB, harga emas dunia ditutup melonjak lebih dari 2% setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang jauh di bawah ekspektasi pasar.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 2,2% menjadi US$4.117,63 per troy ons. Sementara kontrak berjangka emas AS menguat 1,2% ke level US$4.130,10 per troy ons.

Kenaikan tersebut terjadi seiring melemahnya dolar AS. Indeks dolar turun sekitar 0,7%, sehingga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar dan mendorong peningkatan permintaan.

Direktur High Ridge Futures, David Meger, mengatakan data tenaga kerja yang lebih lemah memperkecil peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lama.

“Angka pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini semakin kecil. Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, emas umumnya memiliki daya tarik yang lebih besar sebagai aset lindung nilai,” kata Meger.

Ia menambahkan bahwa kombinasi pelemahan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi pemicu reli signifikan di pasar emas.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian Investor

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ekonomi Negeri Paman Sam hanya menambah 57.000 lapangan pekerjaan sepanjang Juni. Angka tersebut jauh di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 110.000 pekerjaan. Sementara tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2%.

Data tersebut memperkuat laporan sebelumnya yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta juga melambat pada Juni. Kondisi itu memperkuat keyakinan investor bahwa aktivitas ekonomi AS mulai kehilangan momentum setelah periode suku bunga tinggi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve memangkas suku bunga pada September semakin meningkat, sementara ekspektasi pengetatan kebijakan moneter pada sisa tahun ini terus menurun. Prospek suku bunga yang lebih rendah umumnya menjadi katalis positif bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (yield).

Selain faktor kebijakan moneter, investor juga terus mencermati perkembangan inflasi AS, arah pertumbuhan ekonomi global, serta dinamika geopolitik yang masih berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Bank Sentral Dunia Masih Agresif Menambah Cadangan Emas

Sentimen positif lainnya datang dari pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara. Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) melaporkan bank sentral kembali menjadi pembeli bersih emas pada Mei 2026.

Berdasarkan data terbaru, cadangan emas resmi dunia bertambah sekitar 41 ton selama Mei. Tren akumulasi emas oleh bank sentral telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS.

Permintaan yang tetap kuat dari bank sentral dinilai menjadi salah satu faktor fundamental yang menopang harga emas dunia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian investor. Putaran terbaru pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat berakhir tanpa adanya terobosan berarti menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen. Ketidakpastian tersebut turut menjaga minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Analis menilai selama prospek penurunan suku bunga AS tetap terbuka, dolar AS bergerak melemah, dan ketegangan geopolitik belum mereda, harga emas berpotensi tetap berada pada level tinggi. Namun, investor tetap disarankan mencermati rilis data ekonomi AS berikutnya karena dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus pergerakan harga emas global maupun domestik.