Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Juli 2026, Naik atau Turun?

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Juli 2026, Naik atau Turun?

Harga emas dunia bergerak bergejolak pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Pergerakan logam mulia dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Di saat yang sama, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juni yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga AS dalam beberapa bulan ke depan.

Selain faktor geopolitik, kekhawatiran terhadap inflasi kembali meningkat seiring lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, sehingga sempat memberikan tekanan terhadap harga emas sebelum akhirnya kembali stabil.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$4.125,59 per ons pada pukul 03.05 GMT setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak 2 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,5% menjadi US$4.136,30 per ons.

Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan pasar saat ini masih berusaha menyeimbangkan dua sentimen yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, meningkatnya ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menekan harga emas. Namun di sisi lain, ketidakpastian geopolitik tetap menjaga permintaan terhadap aset safe haven.

“Selama 24 jam terakhir muncul kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Akibatnya imbal hasil obligasi naik, dolar AS menguat, emas sempat terkoreksi, dan kini mulai terlihat stabil setelah penurunan tersebut,” ujar Spivak.

Menurutnya, harga emas saat ini juga mulai menunjukkan upaya membentuk level dasar (bottoming), meskipun arah selanjutnya masih akan sangat bergantung pada kebijakan bank sentral AS dan perkembangan konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, militer AS kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran pada Selasa. Pemerintah AS juga mencabut izin yang sebelumnya memungkinkan Iran menjual minyak ke pasar internasional setelah tiga kapal tanker dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz.

Ketegangan tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak mentah AS hampir 3% pada perdagangan awal. Di saat bersamaan, indeks dolar AS bertahan di level tertinggi dalam sepekan, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut meningkat karena investor memperkirakan tekanan inflasi dapat kembali menguat apabila gangguan pasokan energi terus berlanjut.

Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada September mencapai lebih dari 63%, meningkat dibanding sekitar 57% sehari sebelumnya. Ekspektasi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang digelar pada 16-17 Juni. Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pandangan para pejabat The Fed terhadap inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta prospek suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Sejumlah analis menilai apabila risalah rapat menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih khawatir terhadap inflasi, maka peluang suku bunga bertahan tinggi akan semakin besar. Kondisi tersebut berpotensi membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Sebaliknya, apabila nada risalah lebih dovish, emas berpeluang kembali menguat karena ekspektasi penurunan suku bunga akan meningkat.

Meski demikian, emas masih dipandang sebagai salah satu instrumen lindung nilai utama ketika ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik meningkat. Permintaan terhadap emas fisik dari bank sentral dan investor institusi juga dinilai masih menjadi faktor penopang harga sepanjang tahun ini.

Di pasar domestik, masyarakat juga terus memantau pergerakan harga emas perhiasan sebagai acuan untuk membeli maupun menjual emas. Dua pelaku usaha yang rutin memperbarui harga adalah Laku Emas dan Raja Emas Indonesia.

Rincian Harga Jual Emas Perhiasan di Laku Emas

Laku Emas merilis daftar harga jual emas perhiasan per gram pada Rabu, 8 Juli 2026, yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual perhiasan emas.

Adapun harga jual emas 24 karat (99%) tercatat sebesar Rp2.263.000 per gram.

  • Emas 23 karat: Rp1.957.000
  • Emas 22 karat: Rp1.873.000
  • Emas 21 karat: Rp1.790.000
  • Emas 20 karat: Rp1.704.000
  • Emas 19 karat: Rp1.617.000
  • Emas 18 karat: Rp1.530.000
  • Emas 17 karat: Rp1.443.000
  • Emas 16 karat: Rp1.357.000
  • Emas 15 karat: Rp1.272.000
  • Emas 14 karat: Rp1.186.000
  • Emas 13 karat: Rp1.102.000
  • Emas 12 karat: Rp1.015.000
  • Emas 11 karat: Rp928.000
  • Emas 10 karat: Rp844.000
  • Emas 9 karat: Rp757.000

Laku Emas juga mengingatkan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kondisi pasar.

Daftar Harga Beli Emas Perhiasan di Raja Emas

Sementara itu, Raja Emas Indonesia juga memperbarui daftar harga beli emas perhiasan per gram pada Rabu, 8 Juli 2026.

Harga beli emas 24 karat (K24*) tercatat sebesar Rp2.305.000 per gram, sedangkan emas 24 karat dengan kadar 99,5% dipatok Rp2.125.000 per gram.

Berikut rinciannya:

  • Emas 23 karat: Rp2.010.000
  • Emas 22 karat: Rp1.870.000
  • Emas 21 karat: Rp1.786.000
  • Emas 20 karat: Rp1.701.000
  • Emas 19 karat: Rp1.617.000
  • Emas 18 karat: Rp1.532.000
  • Emas 17 karat: Rp1.446.000
  • Emas 16 karat: Rp1.360.000
  • Emas 15 karat: Rp1.277.000
  • Emas 14 karat: Rp1.190.000
  • Emas 13 karat: Rp1.105.000
  • Emas 12 karat: Rp1.022.000
  • Emas 11 karat: Rp936.000
  • Emas 10 karat: Rp850.000
  • Emas 9 karat: Rp766.000
  • Emas 8 karat: Rp681.000
  • Emas 7 karat: Rp595.000
  • Emas 6 karat: Rp515.000
  • Emas 5 karat: Rp430.000

Pelaku pasar memperkirakan volatilitas harga emas masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Selain mencermati hasil risalah rapat The Fed, investor juga akan memonitor perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, inflasi AS, serta arah dolar AS yang berpotensi menjadi penentu utama pergerakan harga emas global maupun harga emas perhiasan di dalam negeri.