Harga Ethereum Mendekati US$2.250, Arus Keluar ETF Berlanjut dan ETH Terkait Peretasan Binance Jadi Sorotan
Harga Ethereum (ETH) diperdagangkan di kisaran US$2.250 pada 31 Oktober 2026. Investor terus memantau arus keluar dana dari exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot di Amerika Serikat (AS) serta kekhawatiran terhadap sejumlah besar ETH yang tersimpan di dompet kripto terkait peretasan Binance senilai US$6,3 miliar.
Kombinasi penarikan dana institusional dan potensi tekanan jual dari dompet yang terhubung dengan peretas meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan Ethereum di pasar. Investor kini mencermati arus dana ETF dan transaksi on-chain untuk melihat kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.
Arus Keluar ETF Ethereum Berlangsung Selama 23 Sesi Berturut-turut
Menurut Glassnode, ETF Ethereum spot di AS mencatat arus keluar dana selama 23 sesi perdagangan berturut-turut. Tren ini menjadi periode arus keluar terpanjang sejak produk investasi tersebut mulai diperdagangkan.
Arus keluar yang berkelanjutan menunjukkan melemahnya permintaan institusional terhadap Ethereum. Harga ETH sempat turun lebih dari 5% pada Kamis sebelum bergerak stabil pada Jumat.
Data Farside Investors menunjukkan bahwa ETF Ethereum spot mencatat total arus keluar sebesar US$431,4 juta selama periode 26–30 Oktober. Penarikan dana mencapai puncaknya pada 30 Oktober dengan nilai US$155,7 juta.
Pada hari tersebut, iShares Ethereum Trust milik BlackRock mencatat arus keluar sebesar US$76,6 juta. Sementara itu, Ethereum Mini Trust milik Grayscale mengalami penarikan dana sebesar US$34,1 juta.
Glassnode mencatat bahwa investor tradisional telah mengakumulasi posisi Ethereum dalam jumlah signifikan sepanjang Agustus dan September. Karena itu, kembalinya arus masuk dana ETF dapat menjadi sinyal pemulihan permintaan institusional terhadap ETH.
Untuk saat ini, trader masih memantau apakah investor institusional akan kembali membeli Ethereum atau justru terus mengurangi eksposur mereka terhadap aset kripto tersebut.
Peretasan Binance Picu Kekhawatiran atas 525.200 ETH
Selain arus keluar ETF, potensi pergerakan Ethereum yang tersimpan di dompet terkait peretasan Binance juga menjadi perhatian pasar.
TRM Labs sebelumnya memperkirakan bahwa para pelaku peretasan menguasai lebih dari 420.000 ETH. Laporan berikutnya pada 31 Oktober mengidentifikasi sekitar 525.200 ETH di berbagai dompet yang terhubung dengan para pelaku peretasan, berdasarkan data per pukul 16.51 UTC.
Perbedaan jumlah tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan saldo dompet dan waktu pelaporan. Meski demikian, kepemilikan ETH dalam jumlah besar tetap menjadi perhatian karena penjualan signifikan berpotensi meningkatkan tekanan jual terhadap Ethereum.
Jika token tersebut dipindahkan ke bursa kripto dan dijual, tambahan pasokan di pasar dapat menekan harga ETH, terutama apabila likuiditas pasar tidak cukup untuk menyerap volume penjualan tersebut.
Laporan juga menyebutkan bahwa para pelaku peretasan menukar aset lain menjadi ETH, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah Ethereum yang mereka kuasai.
Mengapa ETH Tidak Bisa Dibekukan dengan Mudah?
Situasi ini berbeda dengan stablecoin yang dapat dibekukan oleh perusahaan penerbitnya dalam kondisi tertentu.
Tether dan Circle telah mengambil langkah untuk membekukan sejumlah besar stablecoin yang terkait dengan aset hasil peretasan. Namun, ETH sebagai aset asli jaringan Ethereum tidak memiliki penerbit terpusat yang dapat secara langsung membekukan saldo dompet tertentu.
Akibatnya, Ethereum yang berada di dompet yang dikendalikan oleh pelaku peretasan berpotensi tetap menjadi sumber risiko bagi pasar apabila pemiliknya memutuskan untuk memindahkan atau menjual aset tersebut.
Investor pun memantau transaksi blockchain untuk mendeteksi kemungkinan perpindahan ETH ke bursa atau layanan lain yang dapat memfasilitasi penjualan.
Meski demikian, keberadaan aset tersebut tidak secara otomatis berarti bahwa seluruh ETH akan segera dijual ke pasar.
Binance Klaim Telah Mengganti 90% Aset yang Dicuri
Binance menyatakan telah mengganti 90% aset yang dicuri dalam peretasan tersebut. Bursa kripto itu juga memastikan bahwa saldo ETH milik pelanggan tetap didukung sepenuhnya.
Binance turut mempersiapkan pembukaan kembali layanan penarikan pada 1 November 2026. Perusahaan menyebutkan bahwa upaya pemulihan aset melibatkan dana perusahaan, cadangan asuransi perdagangan berjangka, serta dana darurat Secure Asset Fund for Users (SAFU).
Meskipun penggantian aset pelanggan membantu mengatasi sebagian dampak finansial dari insiden tersebut, langkah ini tidak serta-merta menghilangkan risiko pasar dari ETH yang masih berada di dompet terkait peretasan.
Hal ini penting karena penggantian saldo pelanggan dan pergerakan aset kripto hasil peretasan merupakan dua persoalan berbeda. Walaupun saldo pelanggan terdampak telah dipulihkan, token yang dicuri sebelumnya masih berpotensi beredar atau dijual apabila tidak berhasil dipulihkan atau dibatasi melalui mekanisme lain.
Prospek Harga Ethereum Dipengaruhi Arus ETF dan Tekanan Jual
Ethereum menghadapi dua faktor utama yang terus dipantau trader, yakni berlanjutnya penarikan dana dari ETF spot dan potensi masuknya ETH dalam jumlah besar dari dompet terkait peretasan ke pasar.
Pemulihan arus masuk ETF dapat menunjukkan meningkatnya kembali permintaan institusional dan membantu menopang harga ETH. Sebaliknya, arus keluar yang berlanjut dapat menandakan bahwa investor masih bersikap hati-hati.
Di sisi lain, perpindahan aset dalam jumlah besar dari dompet terkait peretasan dapat meningkatkan ketidakpastian mengenai pasokan Ethereum yang tersedia di pasar. Dampak terhadap harga akan bergantung pada apakah aset tersebut benar-benar dijual, besarnya volume transaksi, serta kemampuan pasar menyerap tambahan pasokan.
Bagi investor, memantau data arus dana ETF, pergerakan harga Ethereum, dan transaksi signifikan di blockchain dapat membantu memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi pasar.
Kesimpulan
Harga Ethereum berada di kisaran US$2.250 pada 31 Oktober 2026 di tengah tekanan sentimen akibat arus keluar ETF yang berkepanjangan dan kekhawatiran terhadap ETH yang terkait dengan peretasan Binance.
Kembalinya permintaan institusional serta pergerakan token dari dompet yang terhubung dengan para pelaku peretasan akan menjadi dua faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan prospek harga Ethereum dalam jangka pendek.
0 Comments