Harga Perak Antam Hari Ini, 12 Januari 2026 Kembali Naik
Harga Perak Antam Melanjutkan Kenaikan, Ikuti Tren Positif Emas dan Pasar Global
Harga perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari ini, Senin, 12 Januari 2026. Penguatan harga perak ini sejalan dengan tren kenaikan harga emas Antam, yang sejak awal tahun menunjukkan pergerakan positif di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven).
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga perak Antam melonjak sebesar Rp 1.356 per gram. Dengan kenaikan tersebut, harga perak kini berada di level Rp 51.156 per gram. Sebagai perbandingan, pada Sabtu, 10 Januari 2026, harga perak masih bertengger di kisaran Rp 49.800 per gram. Kenaikan ini mencerminkan sentimen pasar yang kembali menguat setelah tekanan volatilitas di akhir tahun lalu.
Kenaikan harga perak domestik ini tidak terlepas dari pergerakan harga logam mulia global, khususnya emas dan perak dunia, yang tengah berada dalam fase penguatan menjelang sejumlah agenda penting di pasar keuangan internasional.
Produk Perak Batangan Antam Masih Jadi Alternatif Investasi
PT Aneka Tambang Tbk melalui unit bisnis Logam Mulia menyediakan berbagai pilihan perak batangan yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif instrumen investasi, terutama bagi investor ritel yang ingin melakukan diversifikasi portofolio dengan modal relatif lebih terjangkau dibandingkan emas.
Perak batangan Antam diproduksi dengan standar akurasi tinggi serta tingkat kemurnian yang terjamin, sehingga tidak hanya diminati oleh investor, tetapi juga oleh kolektor dan pelaku industri tertentu.
Adapun rincian harga perak batangan Antam per 12 Januari 2026 antara lain:
-
Perak Batangan 250 gram dibanderol Rp 13.314.000 (belum termasuk PPN).
-
Perak Batangan 500 gram dijual dengan harga Rp 25.703.000 (belum termasuk PPN).
Perlu dicermati, harga yang tercantum belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan untuk memastikan kembali apakah harga yang tertera merupakan harga dasar atau sudah termasuk pajak. Informasi resmi dan terkini mengenai harga perak dapat diakses melalui laman Logam Mulia Antam.
Harga Perak Dunia Menguat, Sentimen Bullish Masih Terjaga
Di pasar global, pergerakan harga emas dan perak menunjukkan ketahanan yang solid meskipun volatilitas masih relatif tinggi. Mengutip laporan Kitco, emas dan perak memulai tahun 2026 dengan pijakan yang cukup kuat dan berupaya menembus level resistance penting.
Momentum bullish mendorong harga emas dunia naik mendekati USD 4.500 per ons, atau menguat hampir 4% dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Sementara itu, harga perak dunia berada dalam jangkauan USD 80 per ons, menandakan potensi lanjutan tren naik dalam waktu dekat.
Ketahanan harga perak dinilai sangat impresif, terutama setelah sempat mengalami tekanan tajam dua pekan sebelumnya. Pemulihan ini terjadi usai CME Group menaikkan persyaratan margin untuk meredam aktivitas spekulatif berlebihan, langkah yang justru memperkuat struktur pasar perak dalam jangka menengah.
Dampak Penyeimbangan Ulang Indeks Komoditas
Baik emas maupun perak saat ini menjadi sangat sensitif terhadap proses penyeimbangan ulang indeks tahunan. Indeks-indeks utama seperti Bloomberg Commodity Index (BCOM) dan S&P GSCI Index mencakup berbagai komoditas global, termasuk minyak, logam industri, produk pertanian, serta logam mulia.
Bobot emas di dalam BCOM tercatat sekitar 14%, sementara di S&P GSCI berada di kisaran 3% hingga 4%. Adapun perak memiliki bobot sekitar 9% di BCOM dan 1,5% di GSCI. Lonjakan harga signifikan sepanjang tahun lalu—di mana emas naik lebih dari 60% dan perak melonjak hampir 150%—membuat bobot kedua komoditas ini membengkak dan perlu disesuaikan kembali.
Sejumlah perkiraan menyebutkan bahwa proses rebalancing ini dapat mendorong penjualan emas dan perak senilai sekitar USD 5 miliar. Namun, analis menilai tekanan ini bersifat sementara karena proses penyeimbangan diperkirakan rampung pada pekan depan.
“Penyeimbangan ulang indeks mungkin tidak selalu menjadi sorotan utama, tetapi proses ini kerap mengingatkan pasar mengenai dinamika kekuatan di balik pergerakan harga,” demikian pernyataan analis yang dikutip Kitco.
Likuiditas Terbatas, Harga Perak Berpeluang Terus Naik
Dari sisi fundamental, ruang penurunan harga perak dinilai semakin terbatas. Konsumsi industri yang tinggi—terutama untuk sektor energi terbarukan, elektronik, dan teknologi—bersaing langsung dengan permintaan investor, sementara pasokan global semakin ketat.
Tidak adanya proyek tambang perak baru dalam waktu dekat membuat krisis pasokan sulit diatasi dalam jangka pendek. Meski likuiditas pasar dapat sedikit terbantu jika persediaan perak di Amerika Serikat mulai mengalir ke pusat perdagangan lain seperti London, masalah utama tetap sama: pasokan tidak cukup untuk memenuhi permintaan berkelanjutan.
Dalam kondisi ini, ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan harga perak semakin menguat, dengan sebagian analis memproyeksikan harga perak berpeluang menembus bahkan melampaui USD 100 per ons.
Sementara itu, emas tetap mempertahankan statusnya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kebijakan internasional Amerika Serikat yang dinilai semakin menekankan kekuatan ekonomi dan militer mendorong banyak negara untuk mempercepat diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS.
Prospek bullish emas dan perak ke depan masih sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, khususnya terkait suku bunga dan likuiditas global yang akan menjadi penentu utama pergerakan harga logam mulia sepanjang 2026.
0 Comments