Hyperliquid (HYPE) Transfer Token Rp5,3 Triliun, Harga Turun 14% dari Rekor Tertinggi
Hyperliquid (HYPE) menjadi sorotan pasar kripto setelah Hyperliquid Labs memulai distribusi 3,75 juta token HYPE senilai sekitar US$330 juta melalui transaksi over-the-counter (OTC). Di tengah transaksi besar tersebut, harga HYPE turun ke US$84, terkoreksi sekitar 14% dari rekor tertingginya di US$97,96 pada akhir September 2026.
Pergerakan ini menarik perhatian investor karena distribusi token dalam jumlah besar dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap pasokan dan permintaan. Meski demikian, transaksi OTC tidak selalu menimbulkan tekanan jual langsung di bursa kripto.
Hyperliquid Labs Distribusikan 3,75 Juta Token HYPE
Berdasarkan data yang dibagikan platform analisis blockchain OnchainLens, Hyperliquid Labs mulai mendistribusikan 3,75 juta token HYPE melalui kesepakatan OTC dengan pembeli institusional. Nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$330 juta.
Setelah periode pembukaan penguncian staking selama tujuh hari selesai, token tersebut dipindahkan ke saldo spot perusahaan untuk keperluan distribusi.
Dari total token yang disiapkan, sebanyak 1,875 juta HYPE telah dikirimkan ke lima dompet penerima. Masing-masing dompet menerima 375.000 HYPE. Sementara itu, distribusi terhadap sisa 1,875 juta token lainnya belum selesai.
Transaksi OTC memungkinkan aset kripto berpindah tangan melalui kesepakatan langsung antara pihak yang terlibat, tanpa harus menjualnya melalui order book bursa publik. Karena itu, dampak transaksi terhadap harga pasar bergantung pada bagaimana penerima mengelola token tersebut setelah menerimanya.
Harga HYPE Turun 14% dari Rekor Tertinggi
Harga Hyperliquid (HYPE) mengalami tekanan setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$97,96 pada akhir September 2026.
Harga yang turun ke US$84 menunjukkan koreksi sekitar 14,25% dari level tertingginya. Pergerakan ini terjadi ketika investor mencermati distribusi token bernilai besar serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan.
Walaupun transaksi OTC tidak secara otomatis menambah tekanan jual di bursa, distribusi token dalam jumlah besar tetap perlu diperhatikan. Jika penerima kemudian menjual sebagian tokennya ke pasar terbuka, tekanan jual dapat meningkat.
Sebaliknya, apabila token dipertahankan sebagai investasi jangka panjang, dampak langsung terhadap harga bisa lebih terbatas. Oleh sebab itu, investor perlu membedakan antara perpindahan token antarwallet dan penjualan aktual di pasar.
Arus Dana Produk Investasi HYPE Melambat
Minat institusional terhadap produk investasi yang terkait dengan Hyperliquid juga menunjukkan perlambatan.
Mengutip data SoSoValue dalam laporan sumber, produk investasi terkait tidak mencatat arus dana bersih masuk pada hari Rabu. Total arus dana masuk selama dua pekan terakhir tercatat sekitar US$12,5 juta.
Di pasar derivatif, jumlah open interest HYPE sempat turun menjadi 36,4 juta HYPE pada September sebelum pulih secara terbatas ke sekitar 38 juta HYPE.
Open interest merupakan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka dan belum diselesaikan. Perubahan indikator ini dapat membantu menggambarkan aktivitas pasar, tetapi tidak secara langsung menunjukkan apakah investor lebih banyak mengambil posisi beli atau jual.
Perlambatan arus dana dan pemulihan open interest yang terbatas menunjukkan bahwa investor perlu mencermati perkembangan permintaan sebelum menyimpulkan bahwa harga HYPE siap kembali menguat.
Analisis Teknikal HYPE: Support US$83,3 Jadi Perhatian
Dari sisi teknikal, harga HYPE berada di sekitar US$84, sedikit di atas indikator Exponential Moving Average (EMA) 50 hari pada US$83,3.
Level tersebut menjadi area support penting yang dapat membantu menentukan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Berikut sejumlah level harga HYPE yang perlu diperhatikan berdasarkan data dalam laporan sumber:
- Support pertama: US$83,3, berdekatan dengan EMA 50 hari.
- Support berikutnya: US$75,2 jika harga menembus support pertama.
- Support lebih rendah: US$51,5 apabila tekanan jual semakin kuat.
- Resistance pertama: US$88,8 sebagai level yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan.
- Resistance utama: US$97,96, yaitu rekor tertinggi sepanjang masa.
Jika harga bertahan di atas US$83,3 dan mampu menembus US$88,8, peluang untuk menguji kembali level yang lebih tinggi dapat terbuka. Namun, penurunan di bawah support pertama berpotensi membawa harga menguji US$75,2.
Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 44 juga menunjukkan momentum kenaikan yang relatif lemah. Angka tersebut berada di bawah level netral 50, tetapi belum menunjukkan kondisi jenuh jual yang umumnya ditandai RSI di bawah 30.
Meski demikian, indikator teknikal bukan jaminan arah harga berikutnya. Pergerakan Bitcoin, likuiditas pasar, dan perkembangan permintaan terhadap HYPE tetap dapat memengaruhi hasil analisis.
Prospek Harga Hyperliquid (HYPE)
Distribusi 3,75 juta token HYPE senilai sekitar US$330 juta menjadi perkembangan penting yang perlu dipantau investor. Namun, besarnya nilai transaksi saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa harga akan mengalami penurunan lebih lanjut.
Dampak terhadap pasar akan bergantung pada penyelesaian distribusi, perilaku penerima token, arus dana produk investasi, serta kondisi pasar kripto secara umum.
Dalam jangka pendek, level US$83,3 menjadi area penting untuk diperhatikan. Kemampuan harga bertahan di atas level tersebut dapat membantu meredakan tekanan teknikal, sedangkan penembusan ke bawah berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan.
Di sisi lain, kenaikan di atas US$88,8 dapat menjadi sinyal awal pemulihan momentum, meskipun belum cukup untuk memastikan HYPE akan kembali mencapai rekor tertingginya.
Investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan data transfer token atau satu indikator teknikal dalam mengambil keputusan. Konfirmasi pergerakan harga, volume perdagangan, dan perkembangan permintaan tetap diperlukan untuk menilai prospek Hyperliquid secara lebih menyeluruh.
0 Comments