Investor Kripto Ramai-Ramai Melakukan Diversifikasi Meski Pasar Diliputi Ketakutan
Bitcoin dan Ethereum Tak Lagi Jadi Satu-satunya Pilihan
Pasar kripto sedang mengalami perubahan besar. Meskipun Bitcoin dan Ethereum masih menjadi aset utama, banyak investor kini mulai melirik aset kripto lain. Altcoin Season Index yang berada di angka 33 dari 100 menunjukkan bahwa minat investor mulai menyebar ke berbagai altcoin.
Anthony Bassili, CEO Coinbase, menyebutkan bahwa pasar masih belum sepenuhnya yakin aset kripto mana yang akan menjadi “aset besar ketiga”. Salah satu kandidat kuat yang sering disebut adalah Solana, yang terus menarik perhatian investor.
Strategi Investor Berbeda-beda
Investor institusi besar umumnya fokus pada 20 kripto teratas. Mereka melakukan transaksi dalam jumlah besar dan cenderung menghindari altcoin berkapitalisasi kecil serta produk DeFi yang berisiko tinggi.
Sebaliknya, investor ritel memiliki pendekatan berbeda. Menurut Johann Kerbrat dari Robinhood, investor ritel justru melakukan diversifikasi secara luas. Banyak dari mereka melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli kripto di harga murah.
Hal ini menandakan bahwa pasar kripto semakin dewasa. Investor kini lebih sadar akan pentingnya menyeimbangkan risiko dan potensi keuntungan. Sejak Januari 2026, volume perdagangan altcoin di Robinhood meningkat, memperkuat tren diversifikasi ini.
Staking dan DeFi Jadikan Kripto Lebih Produktif
Pada 2026, staking dan DeFi semakin populer. Sejak Robinhood meluncurkan fitur staking pada Desember 2025, adopsinya meningkat pesat. Staking memungkinkan investor ritel memperoleh penghasilan pasif, biasanya sekitar 5% hingga 15%, sering kali dalam bentuk stablecoin.
Di sisi lain, DeFi tetap diminati meski pasar berada dalam kondisi ketakutan ekstrem. Investor memanfaatkan protokol lending dan farming untuk mengembangkan aset mereka. Kini, kripto tidak lagi sekadar alat spekulasi, tetapi juga menjadi instrumen keuangan aktif yang bisa menghasilkan pendapatan.
Pasar Kripto 2026: Peluang atau Risiko?
Strategi yang banyak digunakan saat ini adalah pembagian portofolio secara seimbang antara Bitcoin, Ethereum, altcoin, serta staking dan DeFi. Pendekatan ini mencerminkan pola investasi yang lebih matang dan terdiversifikasi.
Namun, kehati-hatian tetap diperlukan. Volatilitas harga, perubahan regulasi, dan risiko likuiditas masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, investor perlu memiliki strategi yang terukur.
Kondisi pasar saat ini bisa menjadi awal era baru kripto. Dengan meningkatnya diversifikasi dan pemanfaatan strategi seperti staking dan DeFi, investor mulai mengubah cara mereka berinteraksi dengan aset digital
0 Comments