JPMorgan Akan Meluncurkan Dana Pasar Uang (Money Market Fund) Berbasis Token untuk Penerbit Stablecoin
JPMorgan telah mengajukan rencana untuk meluncurkan dana pasar uang (money market fund) yang ditokenisasi di jaringan Ethereum. Dana ini memungkinkan penerbit stablecoin menyimpan cadangan mereka dalam instrumen investasi yang teregulasi seperti uang tunai, sambil tetap mendapatkan bunga.
Dana tersebut bernama OnChain Liquidity-Token Money Market Fund (JLTXX). Berdasarkan pengajuan ke US Securities and Exchange Commission (SEC), dana ini akan berinvestasi pada surat utang pemerintah AS (US Treasury) dan perjanjian repo jangka pendek yang dijamin oleh Treasury atau uang tunai. Dana ini juga dirancang untuk mematuhi GENIUS Act, yaitu undang-undang baru terkait stablecoin.
Investor harus memiliki setoran minimum sebesar $1 juta. Biaya pengelolaan dana adalah 0,16% per tahun setelah potongan biaya. Dana ini akan dikelola oleh unit blockchain JPMorgan, yaitu Kinexys Digital Assets. JPMorgan menyebut pengajuan ini akan mulai berlaku pada hari Rabu, tetapi belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi.
Tokenisasi aset—yaitu mengubah aset dunia nyata menjadi token di blockchain—semakin banyak diminati di Wall Street. Banyak pelaku keuangan menilai teknologi ini bisa membuat proses trading dan settlement lebih cepat dan efisien dibanding sistem tradisional.
Menurut data RWA.xyz, lebih dari $32,2 miliar aset dunia nyata sudah ditokenisasi di blockchain, termasuk obligasi, saham, komoditas, dan real estate.
Analis Bloomberg Eric Balchunas menyebut dana JLTXX sebagai “langkah besar”, karena biaya 0,16% tergolong rendah untuk produk money market dengan nilai aset stabil.
Ini bukan pertama kalinya JPMorgan masuk ke dunia blockchain. Pada Desember lalu, mereka meluncurkan produk tokenisasi lain bernama MONY, yang juga berjalan di Ethereum dan berinvestasi pada surat utang jangka pendek untuk menghasilkan imbal hasil.
JPMorgan juga baru-baru ini melakukan uji transaksi blockchain, di mana dana Treasury AS yang ditokenisasi berhasil dipindahkan dalam hitungan detik melalui XRP Ledger dan sistem perbankan tradisional ke rekening JPMorgan di Singapura.
Bank lain juga ikut masuk ke sektor ini. Pada April, Morgan Stanley meluncurkan produk Stablecoin Reserves Portfolio, yang memungkinkan penerbit stablecoin menempatkan cadangan mereka di dana pasar uang dan tetap mendapatkan imbal hasil.
Namun, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan adanya risiko. IMF mengatakan tokenisasi bisa memindahkan risiko dari sistem perbankan ke blockchain dan smart contract, yang lebih sulit dikendalikan saat terjadi krisis pasar.
IMF juga menilai bahwa tanpa kejelasan hukum, pasar tokenisasi bisa menjadi terpecah-pecah dan sulit diatur.
Beberapa pelaku industri, termasuk investor Kevin O’Leary, berpendapat bahwa diperlukan regulasi kripto yang lebih jelas seperti CLARITY Act untuk mengatasi masalah ini.
0 Comments