Perak Antam Menguat, Harga Sentuh Rp45.100 per Gram Hari Ini

Perak Antam Menguat, Harga Sentuh Rp45.100 per Gram Hari Ini

Harga Perak Antam Melonjak ke Rp45.100 per Gram, Ikuti Kenaikan Emas dan Tren Logam Mulia Global

Harga perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat (12/6/2026). Berdasarkan data terbaru, harga perak Antam kini berada di level Rp45.100 per gram, meningkat tajam dibandingkan perdagangan sebelumnya dan menjadi perhatian investor maupun pelaku industri logam mulia di tengah meningkatnya volatilitas pasar komoditas global.

Kenaikan harga perak Antam hari ini tercatat sebesar Rp1.900 per gram, setelah sebelumnya berada di posisi Rp43.200 per gram. Lonjakan ini sekaligus menandai pembalikan arah harga setelah dalam dua hari terakhir mengalami koreksi cukup dalam.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (11/6/2026), harga perak Antam turun sebesar Rp850 per gram. Penurunan yang lebih tajam terjadi sehari sebelumnya, Rabu (10/6/2026), ketika harga perak terkoreksi hingga Rp1.600 per gram. Dengan rebound hari ini, harga perak kembali menunjukkan potensi penguatan di tengah meningkatnya minat terhadap aset berbasis logam mulia.

Kenaikan Perak Sejalan dengan Harga Emas Antam

Pergerakan harga perak hari ini berjalan seiring dengan kenaikan harga emas Antam yang juga mengalami penguatan cukup besar. Kondisi ini menunjukkan sentimen positif di pasar logam mulia domestik, sejalan dengan tren global yang tengah dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi internasional, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral, serta meningkatnya permintaan aset safe haven.

Harga emas Antam pada perdagangan Jumat (12/6/2026) tercatat naik Rp20.000 per gram setelah sehari sebelumnya mengalami koreksi tajam.

Mengacu pada laman resmi logammulia.com, harga emas Antam kini dipatok di level Rp2.709.000 per gram, naik dari posisi perdagangan Kamis yang berada di angka Rp2.689.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga mengalami kenaikan yang lebih besar. Harga buyback tercatat naik Rp55.000, sehingga kini berada di level Rp2.450.000 per gram.

Kenaikan harga buyback biasanya menjadi indikator meningkatnya nilai jual kembali emas di pasar domestik dan dapat memicu aktivitas transaksi investor yang ingin merealisasikan keuntungan.

Faktor Global Dorong Harga Logam Mulia Menguat

Analis pasar komoditas menilai penguatan harga emas dan perak saat ini tidak lepas dari perkembangan ekonomi global. Sejumlah faktor seperti potensi perlambatan ekonomi di beberapa negara besar, pergerakan nilai tukar dolar AS, hingga ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) turut memengaruhi harga logam mulia.

Selain itu, harga perak secara global juga mendapat dukungan dari peningkatan permintaan industri. Berbeda dengan emas yang dominan digunakan sebagai aset lindung nilai, perak memiliki fungsi ganda karena banyak digunakan dalam sektor manufaktur, teknologi, panel surya, kendaraan listrik, serta industri elektronik.

Laporan pasar komoditas internasional menunjukkan bahwa permintaan perak untuk kebutuhan industri energi terbarukan terus meningkat sepanjang tahun 2026, terutama dari sektor panel surya yang menggunakan perak sebagai komponen konduktor utama.

Perak Mulai Dilirik Sebagai Alternatif Investasi

Di tengah tingginya harga emas yang sudah menembus level di atas Rp2,7 juta per gram, sebagian investor mulai melirik perak sebagai alternatif investasi logam mulia yang lebih terjangkau.

Secara historis, perak dikenal memiliki volatilitas harga yang lebih tinggi dibandingkan emas. Hal ini membuat perak menarik bagi investor yang mencari potensi pertumbuhan harga lebih agresif dalam jangka menengah hingga panjang.

Selain itu, rasio harga emas terhadap perak atau gold-silver ratio yang masih berada di level tinggi membuat sebagian analis memandang perak masih memiliki ruang kenaikan lebih lanjut apabila permintaan global terus meningkat.

Pilihan Produk Perak Antam untuk Berbagai Kebutuhan

PT Aneka Tambang Tbk menyediakan beberapa pilihan produk perak yang dapat digunakan baik untuk kebutuhan industri maupun investasi.

Salah satunya adalah Perak Butiran Murni 99,95%, yaitu produk perak dalam bentuk butiran yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku utama dalam industri kerajinan dan pembuatan perhiasan.

Untuk kebutuhan investasi, tersedia Perak Batangan 250 gram yang diproduksi dengan tingkat akurasi tinggi dan kemurnian terjamin. Produk ini saat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp11.675.000, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pilihan lainnya adalah Perak Batangan 500 gram, yang juga menjadi alternatif investasi logam mulia bagi investor dengan modal lebih besar. Harga produk ini saat ini berada di kisaran Rp22.550.000, belum termasuk PPN.

Investor Diminta Memantau Volatilitas Harga

Meski harga logam mulia sedang mengalami penguatan, investor tetap diimbau untuk memperhatikan volatilitas pasar dalam beberapa pekan ke depan. Pergerakan harga emas dan perak sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, serta sentimen geopolitik internasional yang dapat memicu fluktuasi tajam.

Jika tren kenaikan berlanjut, harga perak berpotensi semakin menarik perhatian investor ritel Indonesia, terutama sebagai diversifikasi portofolio selain emas yang selama ini lebih dominan di pasar domestik.