Rekomendasi Saham Hari Ini — 11 Februari 2026

Rekomendasi Saham Hari Ini — 11 Februari 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan saham Rabu, 11 Februari 2026. Optimisme pasar muncul seiring penguatan teknikal yang mulai terbentuk, meskipun di tengah tekanan jual bersih (net sell) investor asing yang masih terjadi.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, ditutup menguat 1,24% ke level 8.131,73. Namun demikian, penguatan indeks tersebut masih dibarengi dengan aksi jual bersih investor asing senilai sekitar Rp 917 miliar di pasar reguler. Saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing antara lain PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa secara teknikal IHSG masih menyimpan potensi kenaikan lanjutan, selama mampu menembus level resistance kunci.

“IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan jika berhasil break dan bertahan di atas area resistance 8.150,” ujar Fanny dalam riset hariannya.

Menurutnya, pada perdagangan Rabu ini IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 8.020–8.050 dan resistance 8.150–8.250. Pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, arah aliran dana asing, serta respons pelaku pasar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Sentimen Global dan Domestik Masih Mendukung

Dari sisi eksternal, sentimen pasar global relatif kondusif. Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu, didorong oleh ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih stabil serta rilis data ekonomi Amerika Serikat yang tidak seburuk perkiraan. Selain itu, harga sejumlah komoditas utama seperti batu bara dan energi masih berada di level yang mendukung kinerja saham sektor terkait.

Sementara dari dalam negeri, penundaan pelaksanaan peninjauan (review) indeks pasar Indonesia oleh FTSE Russell yang semula dijadwalkan pada Maret 2026 justru direspons relatif positif oleh pelaku pasar. Investor menilai langkah tersebut memberi waktu tambahan bagi pasar untuk menyesuaikan diri dan mengurangi potensi gejolak jangka pendek.

Rekomendasi Saham Pilihan

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki peluang teknikal menarik, baik untuk strategi speculative buy maupun buy on breakout. Saham-saham pilihan tersebut antara lain:

  • PT Sentul City Tbk (BKSL)

  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Berikut trading idea yang dapat diperhatikan investor:

  • BKSL: Speculative buy di area 134–136, dengan cut loss di bawah 131. Target jangka pendek di kisaran 140–146.

  • INET: Buy jika berhasil break level 354, dengan target dekat 362–370. Cut loss di bawah 342.

  • ADMR: Speculative buy di area 1.880–1.890, cut loss di bawah 1.850, dan target dekat 1.920–1.960.

  • BBCA: Speculative buy di area 7.400–7.450, cut loss di bawah 7.375. Target jangka pendek 7.550–7.650.

  • CDIA: Speculative buy di area 1.090–1.110, dengan cut loss di bawah 1.080 dan target 1.150–1.180.

  • BRPT: Buy jika break 2.050, target dekat 2.100–2.160, dengan cut loss di bawah 2.000.

Kilas Balik Perdagangan IHSG Selasa (10/2/2026)

Sebelumnya, IHSG mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026. Kenaikan ini terjadi setelah FTSE Russell menunda pengumuman hasil review indeks pasar saham Indonesia. Mengacu pada data RTI, IHSG ditutup naik 1,24% ke posisi 8.131,73, sementara indeks LQ45 juga menguat 1,03% ke level 829,43. Seluruh indeks saham acuan tercatat bergerak di zona hijau.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai bahwa penguatan IHSG tidak semata-mata dipicu oleh sentimen FTSE Russell, melainkan juga kombinasi faktor teknikal dan sentimen global yang membaik.

“Penguatan IHSG mencerminkan pelaku pasar mulai fokus pada sentimen yang lebih luas, seperti reli bursa global dan kenaikan harga komoditas, yang mendorong aksi beli terutama dari investor domestik,” ujar Reydi kepada Liputan6.com.

Ia menambahkan, meskipun penundaan review indeks berpotensi menimbulkan ketidakpastian, dampaknya belum terasa signifikan dalam jangka pendek dan bukan menjadi faktor utama penggerak pasar pada perdagangan kemarin.

“Optimisme pasar juga didukung oleh kondisi bursa global yang cenderung positif, seiring menguatnya indeks utama di Amerika Serikat, sehingga memperbaiki persepsi risiko investor,” tambahnya.

Lebih lanjut, Reydi menilai penguatan IHSG juga merupakan bagian dari pemulihan teknikal setelah tekanan yang terjadi sebelumnya.

“Tekanan akibat sentimen outlook Moody’s serta kekhawatiran terhadap indeks global sempat membuat sejumlah saham berada di area jenuh jual. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan investor domestik untuk kembali melakukan akumulasi karena valuasi dinilai sudah relatif menarik,” jelasnya.

Pada perdagangan Selasa, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.140,86 dan terendah di 8.011,13. Tercatat sebanyak 556 saham menguat, 144 saham melemah, dan 116 saham bergerak stagnan, mencerminkan sentimen pasar yang cukup solid.