Sam Altman Ungkap Rencana OpenAI Kembangkan Robot Humanoid
OpenAI Siapkan Robot Humanoid, Sam Altman Bidik Pasar Triliunan Dolar
CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan pada 31 Mei 2026 bahwa perusahaan mulai kembali serius mengembangkan teknologi robotika. OpenAI kini memiliki ambisi untuk membuat robot humanoid berbasis AI yang mampu melakukan berbagai pekerjaan di dunia nyata.
Rencana OpenAI akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap awal, perusahaan ingin mengembangkan robot serbaguna yang dapat membantu pekerja di sektor infrastruktur dan konstruksi. Setelah teknologinya semakin matang, OpenAI berencana menghadirkan robot untuk kebutuhan sehari-hari konsumen.
Dari Dactyl hingga Kembali ke Robotika
Ini bukan pertama kalinya OpenAI masuk ke industri robotika. Sebelumnya, perusahaan memiliki divisi robotika yang mengembangkan Dactyl, sebuah tangan robot yang mampu memegang dan memanipulasi benda dengan tingkat ketangkasan tinggi.
Namun, proyek tersebut dihentikan sekitar 2020–2021 ketika OpenAI mengalihkan fokus dan sumber dayanya ke pengembangan model bahasa. Strategi tersebut kemudian melahirkan teknologi seperti ChatGPT.
OpenAI mulai membangun kembali kemampuan robotikanya pada Februari 2025. Perusahaan mendirikan laboratorium baru di San Francisco dan berencana memperluas operasinya dengan fasilitas kedua di Richmond, California.
Tim robotika OpenAI juga disebut telah berkembang pesat sejak awal dibentuk. Altman memberikan sinyal bahwa perusahaan akan melakukan perekrutan besar-besaran untuk posisi yang berkaitan dengan hardware engineering, sistem, operasional, dan machine learning.
AI Mulai Memahami Dunia Nyata
Pendekatan OpenAI terhadap robotika kali ini mengandalkan perkembangan teknologi world simulation atau simulasi dunia.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem AI mempelajari dan memprediksi bagaimana lingkungan fisik bekerja. Dengan kemampuan ini, robot diharapkan dapat memahami pergerakan benda, kondisi lingkungan, serta tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Strategi ini berkaitan dengan perkembangan embodied intelligence, yaitu kemampuan AI untuk berinteraksi dan belajar dari lingkungan fisik melalui sebuah perangkat atau robot.
Pendekatan tersebut menjadi perubahan besar dibandingkan era Dactyl, ketika OpenAI masih berfokus pada kemampuan robot untuk menyelesaikan tugas tertentu.
OpenAI Masuk ke Persaingan Robot Humanoid
OpenAI memasuki industri robot humanoid yang semakin kompetitif. Salah satu pemain terbesar adalah Tesla melalui proyek robot humanoid Optimus, yang terus dikembangkan melalui berbagai prototipe.
OpenAI sendiri sudah memiliki investasi di perusahaan robotika humanoid seperti Figure dan 1X. Kedua perusahaan tersebut juga telah mendapatkan pendanaan besar dari investor.
Altman memperkirakan robot yang mampu melakukan pekerjaan berguna di dunia nyata dapat mulai muncul pada sekitar 2027.
Mengapa Konstruksi Menjadi Target Awal?
Sektor konstruksi menjadi salah satu target pertama OpenAI karena lingkungan kerjanya memiliki tugas yang relatif jelas dan dapat dikontrol.
Robot, misalnya, dapat membantu membawa material atau mendukung pekerja terampil di lokasi proyek. Hal ini lebih mudah diterapkan dibandingkan meminta robot langsung melakukan berbagai pekerjaan di rumah yang memiliki kondisi lebih sulit diprediksi.
Selain itu, industri konstruksi menghadapi biaya tenaga kerja yang tinggi dan kekurangan pekerja. Robot humanoid berpotensi membantu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi beban pekerjaan fisik.
Jika pengembangan ini berhasil, industri robot humanoid berpotensi menjadi salah satu sektor teknologi terbesar dalam beberapa dekade mendatang. Sejumlah proyeksi bahkan memperkirakan nilai pasar robot humanoid dapat mencapai triliunan dolar.
Bagi industri teknologi dan AI, langkah OpenAI ini menunjukkan bahwa persaingan tidak lagi hanya terjadi dalam pengembangan chatbot dan model bahasa. Perusahaan AI kini mulai berlomba membawa kecerdasan buatan ke dunia fisik melalui robot yang mampu belajar, beradaptasi, dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.
0 Comments