SEC Beri Lampu Hijau untuk Filing Evernorth, Apa Dampaknya bagi XRP?
Evernorth Selangkah Lebih Dekat ke Nasdaq Setelah SEC Efektifkan Filing
Evernorth semakin dekat untuk mencatatkan sahamnya di Nasdaq setelah U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menyatakan dokumen pendaftaran S-4 perusahaan efektif.
Langkah ini memungkinkan Evernorth melanjutkan rencana merger dengan Armada Acquisition Corp. II, sebuah perusahaan akuisisi dengan tujuan khusus atau SPAC yang berbasis di Kepulauan Cayman.
Evernorth merupakan perusahaan digital asset treasury yang berfokus pada XRP. Perusahaan ini ingin memberikan investor akses terhadap eksposur XRP melalui pasar saham, tanpa mengharuskan mereka membeli atau menyimpan token XRP secara langsung.
Evernorth juga berencana berinvestasi dalam infrastruktur XRP serta menjalankan strategi treasury yang ditujukan untuk meningkatkan jumlah XRP yang dimiliki per saham.
Evernorth Makin Dekat Melantai di Nasdaq
Evernorth mengumumkan keputusan SEC tersebut pada 27 Agustus 2026. Filing S-4 berkaitan dengan rencana kombinasi bisnis antara Evernorth dan Armada Acquisition Corp. II.
Kesepakatan merger tersebut ditandatangani pada 19 Oktober 2025 dan turut melibatkan Ripple Labs.
Jika pemegang saham menyetujui transaksi tersebut, perusahaan hasil merger diperkirakan akan tercatat di Nasdaq dengan ticker XRPN.
Dokumen yang diajukan ke SEC mencakup hingga 34.499.992 saham Kelas A serta waran yang dapat digunakan untuk memperoleh hingga 11.499.992 saham tambahan.
Evernorth memperkirakan merger tersebut dapat rampung pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV 2026. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan para pemegang saham.
Eksposur XRP Lewat Pasar Saham
Sebagai perusahaan digital asset treasury, Evernorth menjadikan XRP sebagai aset utama dalam strategi treasury-nya.
Model bisnis ini memberikan alternatif bagi investor institusional dan investor pasar saham untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP melalui kepemilikan saham perusahaan, tanpa harus membeli XRP secara langsung.
Pendiri sekaligus CEO Evernorth, Asheesh Birla, mengatakan perusahaan ingin masuk ke pasar publik seiring meningkatnya penggunaan teknologi blockchain.
Evernorth juga menargetkan penguatan peran XRP dalam on-chain finance, yaitu aktivitas keuangan yang dilakukan menggunakan teknologi blockchain.
Dukungan terhadap Evernorth datang dari sejumlah nama besar di industri crypto, termasuk Ripple, Arrington Capital, SBI Group, Pantera Capital, Kraken, dan GSR.
Pada akhir perdagangan 27 Agustus, harga XRP berada di sekitar US$1,46, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$91,6 miliar.
Perusahaan Digital Asset Treasury Hadapi Tekanan
Rencana pencatatan Evernorth di Nasdaq muncul ketika perusahaan digital asset treasury mulai menghadapi kondisi pasar yang lebih menantang.
Galaxy melaporkan bahwa premi antara nilai pasar perusahaan dan nilai aset bersih atau net asset value (NAV) semakin menyempit. Sejumlah perusahaan bahkan mulai menjual aset crypto untuk membiayai buyback saham atau membayar utang.
Misalnya, ETHZilla menjual sekitar US$40 juta dalam bentuk ETH untuk membiayai pembelian kembali saham. Sementara itu, perusahaan asal Prancis, Sequans, menjual sebagian kepemilikan Bitcoin untuk mengurangi utangnya.
Evernorth juga pernah menghadapi tekanan serupa. Laporan pada November 2025 menyebut perusahaan memiliki sekitar US$78 juta kerugian yang belum direalisasikan dari kepemilikan XRP setelah membangun treasury tersebut.
Filing Efektif Bukan Berarti SEC Menyetujui XRP
Efektifnya filing S-4 membuat Evernorth dapat melanjutkan proses merger dan rencana pencatatan sahamnya di Nasdaq.
Namun, keputusan tersebut bukan berarti SEC memberikan persetujuan terhadap XRP, Evernorth, maupun model bisnis digital asset treasury secara keseluruhan.
Dengan langkah ini, Evernorth semakin dekat untuk menjadi perusahaan publik yang menawarkan eksposur XRP kepada investor melalui pasar saham.
0 Comments