Stok BBM Sulawesi Selatan Dipastikan Aman, SPBU Makassar Ditambah Jadi 25 Titik Beroperasi 24 Jam

Stok BBM Sulawesi Selatan Dipastikan Aman, SPBU Makassar Ditambah Jadi 25 Titik Beroperasi 24 Jam

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan stok BBM di Sulawesi Selatan (Sulsel), baik subsidi maupun nonsubsidi, dalam kondisi tersedia dan terkendali.

Kepastian tersebut disampaikan setelah terjadi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar dan beberapa wilayah lain di Sulsel selama sepekan terakhir.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, serta PT Pertamina (Persero) Kantor Pusat untuk mengevaluasi penyaluran BBM, terutama Pertalite dan Biosolar.

“Kami sudah melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina Persero Kantor Pusat untuk melakukan evaluasi terhadap layanan penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar, di Kota Makassar,” ujar Wahyudi, dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).

Stok BBM Sulsel Disebut Cukup untuk 8-14 Hari

Wahyudi mengatakan evaluasi dilakukan setelah antrean kendaraan muncul di sejumlah SPBU Makassar dan wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Sejak 7 September 2026, Pertamina telah mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat stok BBM di Fuel Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Wahyudi, rata-rata stok BBM yang tersedia saat ini berada pada kisaran 8 hingga 14 hari, berdasarkan tingkat pemakaian terendah.

Selain memperkuat stok, pengiriman BBM melalui kapal juga dilakukan secara kontinu dan terjadwal dari kilang Tuban dan Balikpapan.

Jumlah SPBU 24 Jam di Makassar Ditambah

Untuk mengurangi antrean kendaraan, Pertamina juga menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar.

Sebelumnya, terdapat 11 SPBU yang beroperasi 24 jam. Kini jumlah tersebut bertambah menjadi 25 SPBU.

SPBU yang dipilih merupakan lokasi dengan antrean kendaraan yang dinilai lebih dominan. Sementara SPBU lainnya tetap beroperasi secara normal dan akan terus dievaluasi.

“Ada 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal, dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi,” kata Wahyudi.

Pertamina Tambah Nosel dan Operator SPBU

Selain memperpanjang jam operasional, Pertamina juga melakukan penguatan pelayanan di sejumlah SPBU.

Sebanyak 12 SPBU mendapat tambahan nosel dan operator agar proses pengisian BBM dapat berlangsung lebih cepat.

Di salah satu SPBU, misalnya, jumlah operator yang sebelumnya mencapai delapan orang per sif atau 16 orang untuk dua sif, kini ditambah menjadi 30 operator untuk tiga sif.

Penambahan personel dan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi antrean kendaraan.

Sebelumnya, antrean kendaraan di sejumlah SPBU bahkan dilaporkan mengular hingga ke jalan raya.

Dengan penguatan stok, pengiriman BBM yang terjadwal, serta penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam, BPH Migas dan Pertamina memastikan distribusi BBM subsidi dan nonsubsidi di Sulawesi Selatan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.