Tether Memperluas Platform Tokenisasi Hadron ke Kawasan APAC, Menunjuk Jed Nazif

Tether Memperluas Platform Tokenisasi Hadron ke Kawasan APAC, Menunjuk Jed Nazif

Tether Perluas Platform Tokenisasi Hadron ke Asia Pasifik

Tether semakin memperkuat fokusnya di kawasan Asia Pasifik (APAC) seiring perusahaan memperluas bisnis tokenisasi real-world assets (RWA) atau aset dunia nyata.

Perusahaan di balik stablecoin USDT tersebut menunjuk Jed Nazif sebagai Expansion Manager, Tokenization.

Nazif mengumumkan posisi barunya melalui LinkedIn. Ia mengatakan akan fokus mengembangkan berbagai inisiatif RWA serta memperluas platform tokenisasi Tether, Hadron by Tether, di kawasan APAC.

“Saya bersemangat untuk mengembangkan inisiatif RWA dan platform tokenisasi Tether, Hadron, di APAC,” ujar Nazif.

Penunjukan tersebut dilakukan ketika Tether mulai memperluas bisnisnya di luar stablecoin. Perusahaan kini membangun infrastruktur yang memungkinkan aset tradisional diterbitkan dan dikelola dalam bentuk token di jaringan blockchain.

Mengenal Hadron, Platform Tokenisasi Tether

Tether meluncurkan Hadron pada 2024 sebagai platform yang dirancang untuk membantu institusi menerbitkan dan mengelola aset yang telah ditokenisasi sepanjang siklus hidupnya.

Hadron mendukung tokenisasi berbagai jenis aset, termasuk saham, obligasi, komoditas, dana investasi, hingga reward points.

Platform ini juga menyediakan sejumlah fitur untuk kebutuhan institusi, seperti KYC, pelaporan berbasis blockchain, pengelolaan pasar modal, serta panduan terkait regulasi.

Tether secara bertahap juga menambahkan berbagai kasus penggunaan institusional ke dalam Hadron.

Awal bulan ini, Tether mengumumkan kerja sama dengan First Data dan BKN301 untuk menggunakan Hadron dalam tokenisasi aset real estat institusional di Arab Saudi.

First Data akan bertindak sebagai penerbit sekaligus operator pasar perdana. Sementara itu, Hadron akan menyediakan infrastruktur untuk proses penerbitan, pengelolaan, serta administrasi aset selama siklus hidupnya.

Ekspansi tersebut kini mulai menjangkau APAC. Nazif akan bertanggung jawab mencari dan mengembangkan peluang baru terkait tokenisasi dan RWA di kawasan tersebut.

Tether Perluas Penggunaan Hadron

Langkah ini juga dilakukan ketika bisnis aset digital Tether terus berkembang.

Pada akhir kuartal II 2026, Tether mencatat total penerbitan sekitar US$184,6 miliar USDT. Perusahaan juga membukukan laba operasional bersih sekitar US$1,5 miliar pada periode tersebut.

Di tengah pertumbuhan bisnis stablecoin, Hadron semakin menjadi bagian penting dari strategi Tether untuk mengembangkan bisnis di luar USDT.

Tether juga telah memperkuat fitur kepatuhan di Hadron melalui kerja sama dengan perusahaan seperti Chainalysis dan Crystal Intelligence.

Integrasi tersebut ditujukan untuk menyediakan berbagai kebutuhan institusi, termasuk pemantauan transaksi, pemeriksaan anti-money laundering (AML), serta alat kepatuhan lainnya.

APAC Jadi Pasar Potensial untuk Tokenisasi

Posisi baru Nazif menempatkannya di pusat ekspansi Hadron ke salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk perkembangan tokenisasi aset.

APAC mencakup berbagai jenis pasar, mulai dari pusat keuangan yang sudah maju hingga negara berkembang yang sedang mengeksplorasi penggunaan blockchain untuk membangun infrastruktur pasar modal.

Kondisi tersebut memberikan peluang bagi Tether untuk memperluas penggunaan Hadron di kalangan institusi keuangan.

Aktivitas terbaru Tether juga menunjukkan bahwa Hadron tidak lagi hanya diposisikan sebagai platform tokenisasi.

Tether mulai mengembangkan Hadron sebagai infrastruktur bagi institusi yang ingin menerbitkan, mengelola, dan pada akhirnya melakukan settlement terhadap RWA dalam bentuk token digital.

Dengan memperluas penggunaan Hadron ke berbagai wilayah dan aset seperti real estat, ekspansi ke APAC dapat menjadi langkah penting bagi Tether untuk menjadikan tokenisasi RWA sebagai salah satu bisnis institusional utama perusahaan.