XRP Cetak Kenaikan 35% pada Agustus, Bidik Penguatan Lima Bulan Berturut-turut di September

XRP Cetak Kenaikan 35% pada Agustus, Bidik Penguatan Lima Bulan Berturut-turut di September

XRP Berpeluang Melanjutkan Tren Positif pada September 2026

XRP mencatat kinerja positif selama empat tahun berturut-turut pada September. Dalam empat tahun tersebut, XRP masing-masing mencatat kenaikan sebesar 46,2%, 0,42%, 7,98%, dan 2,49%.

Tren ini cukup menarik karena September biasanya dianggap sebagai salah satu periode yang kurang kuat bagi pasar cryptocurrency. Namun, XRP justru mampu mencatat return positif dalam empat tahun terakhir.

Secara historis, median return XRP pada September berada di level 0,42%. Dengan performa positif tersebut, ditambah momentum yang terbentuk sejak akhir musim panas, investor mulai optimistis XRP dapat kembali menguat pada September 2026.

Voting Clarity Act di Senat AS Jadi Perhatian

Perkembangan regulasi di Amerika Serikat (AS) diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi harga XRP pada September.

Senat AS dijadwalkan melakukan voting terhadap Clarity Act pada 15 September 2026. Jika disetujui, aturan tersebut berpotensi memberikan kejelasan mengenai status aset crypto, termasuk XRP, di tingkat federal.

Kepastian regulasi menjadi perhatian besar bagi investor XRP karena dapat mengurangi ketidakpastian yang selama ini membayangi aset crypto tersebut.

Pada paruh pertama 2026, XRP mengalami tekanan cukup besar. Harga XRP turun 27,1% pada kuartal I dan kembali melemah 22,4% pada kuartal II.

Namun, tekanan tersebut mulai diimbangi oleh meningkatnya aliran dana ke produk investasi berbasis XRP.

ETF XRP spot mencatat net inflow sebesar US$127,34 juta sepanjang Agustus. Dengan tambahan tersebut, total net inflow secara kumulatif mencapai US$1,64 miliar.

Sementara itu, total aset yang dikelola atau assets under management (AUM) ETF XRP mencapai US$1,49 miliar pada akhir Agustus.

Meningkatnya arus dana ke ETF menunjukkan bahwa minat investor terhadap XRP mulai meningkat. ETF juga memberikan cara bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap XRP melalui produk investasi yang lebih teregulasi.

Aktivitas XRP Ledger Mencapai Rekor Baru

Selain perkembangan regulasi dan arus dana ETF, aktivitas di jaringan XRP Ledger (XRPL) juga terus meningkat.

XRPL baru-baru ini mencatat pencapaian penting setelah jumlah transaksi kumulatif di jaringan tersebut menembus 5 miliar transaksi.

Pada saat yang sama, pengembang juga mulai melakukan audit keamanan terhadap versi 1.1 dari XRPL Lending Protocol. Pengembangan ini menunjukkan bahwa ekosistem XRP Ledger terus diperluas untuk mendukung lebih banyak penggunaan dan aplikasi berbasis blockchain.

Apa Itu XRPL Lending Protocol?

XRPL Lending Protocol merupakan protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan pengguna untuk meminjamkan dan meminjam aset di jaringan XRP Ledger.

Melalui protokol tersebut, pengguna dapat memanfaatkan aset crypto mereka untuk aktivitas lending dan borrowing tanpa harus bergantung sepenuhnya pada lembaga keuangan atau perantara terpusat.

Dengan kombinasi tren historis XRP yang positif pada September, potensi kejelasan regulasi melalui Clarity Act, meningkatnya arus dana ETF, serta pertumbuhan aktivitas XRP Ledger, September 2026 menjadi periode yang penting bagi XRP.

Investor kini akan mencermati apakah XRP mampu mempertahankan tren positif selama empat tahun terakhir dan mencatat kenaikan untuk September kelima secara berturut-turut.