Arthur Hayes: Dunia Crypto Memaksa TradFi Untuk Beradaptasi atau Mati, dengan Equity Perps
Pengaruh Perpetual Futures yang Semakin Besar di Pasar Global
Arthur Hayes, Co-Founder Bitmex dan CIO Maelstrom, menulis pada 27 November bahwa bursa tradisional kini berada di titik “adapt or die”—harus beradaptasi atau mati—karena perpetual futures mulai mengubah cara pasar global menentukan harga saham, indeks, dan nantinya suku bunga. Ia menegaskan bahwa struktur derivatif ala kripto berkembang jauh lebih cepat dibanding prediksi regulator.
Hayes mengajukan pertanyaan kunci:
“Kenapa volume trading derivatif di seluruh dunia pada akhirnya akan berpindah dari futures dan opsi konvensional ke perpetual futures yang tidak punya tanggal kedaluwarsa?”
Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya benturan antara sistem clearinghouse tradisional dengan sistem margin di platform kripto yang dirancang untuk leverage tinggi dan trading 24/7.
Perpetual Saham Diprediksi Meledak pada 2026
Hayes menilai equity perpetuals (perpetual untuk saham) akan tumbuh sangat cepat pada 2026. Likuiditas yang terpusat dan akses nonstop akan menarik baik trader spekulatif maupun hedger. Permintaan ini makin kuat di bursa kripto, baik CEX maupun DEX, yang mulai memperluas penawaran produk derivatif perpetual.
Hayes mengatakan:
“Equity perps akan menjadi produk terpanas di 2026. Semua DEX dan CEX—termasuk Bitmex—akan menawarkannya pada akhir tahun depan.”
Mengubah Mekanisme Price Discovery
Ia memaparkan bahwa kontrak perpetual bisa menjadi cara utama untuk mengelola risiko index overnight atau weekend, terutama saat ada pengumuman geopolitik atau makro di luar jam operasional bursa tradisional.
Jika bursa konvensional tidak memperbarui sistem collateral dan clearing mereka, Hayes memprediksi akan terjadi pergeseran cepat:
pada akhir 2026, price discovery untuk saham-saham teknologi terbesar AS serta indeks utama seperti S&P 500 dan Nasdaq 100 akan terjadi di pasar perpetual yang banyak digunakan trader ritel.
Dampak Regulasi dan Politik
Hayes juga menyebut bahwa momentum politik di AS kemungkinan akan mendukung pertumbuhan pasar kripto hingga 2029. Hal ini bisa memberi ruang bagi regulator global untuk mengikuti pendekatan AS dalam mengizinkan inovasi derivatif berbasis kripto.
Kesimpulan: TradFi Harus Beradaptasi
Hayes menutup analisanya dengan peringatan:
“Tahun 2025 adalah saatnya TradFi beradaptasi dengan perps dan inovasi kripto lainnya—kalau tidak, mereka akan tertinggal.”
Menurutnya, jika bursa tradisional tetap bertahan pada model lama, mereka akan kehilangan likuiditas karena kapital akan mengalir ke platform kripto yang menawarkan leverage lebih besar, pendanaan lebih efisien, dan akses 24/7.
0 Comments