Belift Lab Gugat Fans NewJeans Rp1,13 Miliar

Belift Lab Gugat Fans NewJeans Rp1,13 Miliar

Eskalasi Konflik HYBE: Belift Lab Resmi Gugat "Team Bunnies" Rp1,1 Miliar Terkait Dugaan Plagiarisme ILLIT

SEOUL – Perseteruan internal di bawah payung raksasa hiburan HYBE memasuki babak baru yang semakin memanas. Belift Lab, agensi yang menaungi girl group ILLIT, secara resmi mengambil langkah hukum tegas terhadap komunitas penggemar NewJeans yang dikenal sebagai "Team Bunnies". Langkah ini menandai salah satu tindakan hukum paling agresif yang pernah diambil agensi terhadap kelompok penggemar (fanbase) dalam sejarah industri K-Pop modern.

Detail Gugatan dan Tuntutan Ganti Rugi

Dilansir dari The Korea Herald dan The Chosun Daily (15/12/2025), Belift Lab telah menyerahkan berkas gugatan ke Pengadilan Distrik Barat Seoul. Agensi menuduh Team Bunnies melakukan pencemaran nama baik secara berkelanjutan terhadap ILLIT melalui penyebaran narasi bahwa grup tersebut melakukan plagiarisme terhadap konsep NewJeans.

Dalam gugatan perdatanya, Belift Lab menuntut ganti rugi sebesar 100 juta won (sekitar Rp1,13 miliar). Tuntutan ini tidak hanya didasarkan pada kerugian imateriel terhadap reputasi ILLIT, tetapi juga dampak finansial yang nyata terhadap kegiatan bisnis perusahaan akibat sentimen negatif yang terus dipicu oleh komunitas tersebut.

Poin Utama Perselisihan: Konsep dan Dokumen Rahasia

Inti dari konflik ini bermula sejak September 2023, ketika Team Bunnies mulai vokal menyuarakan kemiripan visual, estetika, dan koreografi antara ILLIT dan NewJeans. Namun, Belift Lab memperluas cakupan gugatannya dengan memasukkan poin pelanggaran serius lainnya:

  1. Penyebaran Dokumen Internal: Belift Lab mempermasalahkan bocornya dokumen perencanaan internal ILLIT ke publik tanpa izin. Dokumen ini diduga dipelintir untuk memperkuat narasi plagiarisme, padahal menurut agensi, dokumen tersebut bersifat rahasia dan memiliki konteks kreatif yang berbeda.

  2. Bantahan Tegas CEO: CEO Belift Lab, Kim Tae Ho, memberikan pernyataan langsung untuk meredam spekulasi. "Perencanaan untuk ILLIT dan NewJeans sepenuhnya berbeda. Kami memiliki bukti dokumentasi yang menunjukkan proses kreatif mandiri sejak awal pembentukan grup," tegasnya.

Pengungkapan Mengejutkan: Operator di Bawah Umur

Kasus ini menjadi semakin kompleks setelah terungkapnya identitas di balik Team Bunnies. Melalui investigasi dan proses hukum sebelumnya terkait penggalangan dana ilegal, ditemukan bahwa pengelola utama organisasi yang sangat berpengaruh di platform X (dahulu Twitter) ini ternyata adalah seorang anak di bawah umur.

Pada 12 November 2025, Team Bunnies merilis permintaan maaf dan mengakui bahwa struktur organisasi mereka sangat rapuh. "Team Bunnies adalah organisasi satu orang yang dijalankan oleh anggota di bawah umur," tulis perwakilan tersebut. Pengakuan ini memicu perdebatan luas di Korea Selatan mengenai tanggung jawab hukum penggemar remaja dalam menyebarkan informasi di media sosial.

Meski Pengadilan Keluarga Seoul hanya memberikan hukuman perlindungan tingkat rendah terkait masalah donasi karena motif dana dianggap "bertujuan baik", Belift Lab tetap bersikeras melanjutkan gugatan perdata terhadap pengelola tersebut dan orang tuanya.

Konteks Industri: Dampak Perseteruan ADOR vs HYBE

Langkah hukum Belift Lab ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih besar, yakni perselisihan antara mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, dengan manajemen pusat HYBE. Narasi "ILLIT meniru NewJeans" awalnya dipicu oleh pernyataan Min Hee-jin dalam konferensi pers ikoniknya awal tahun lalu.

Tindakan tegas Belift Lab terhadap Team Bunnies dipandang oleh para ahli industri sebagai upaya agensi untuk:

  • Membersihkan Citra ILLIT: Melindungi anggota grup yang masih muda dari perundungan siber (cyberbullying) yang masif.

  • Efek Jera: Memberikan peringatan keras kepada komunitas penggemar lainnya agar tidak menyebarkan informasi tanpa dasar hukum yang kuat atau membocorkan data internal perusahaan.

  • Stabilitas Bisnis: Menjaga nilai saham dan kepercayaan investor HYBE yang sempat fluktuatif akibat drama internal antar-label.

Apa Selanjutnya?

Proses hukum ini diprediksi akan memakan waktu lama. Banyak pihak kini menantikan bagaimana pengadilan akan mendefinisikan batas antara "kritik penggemar" dan "pencemaran nama baik yang merugikan bisnis". Jika Belift Lab memenangkan gugatan ini, hal tersebut akan menjadi preseden hukum baru di Korea Selatan yang memperketat regulasi aktivitas komunitas penggemar secara daring.

Hingga saat ini, pihak NewJeans maupun ADOR belum memberikan komentar resmi terkait gugatan yang dilayangkan kepada penggemar setia mereka tersebut. Namun, para analis memperingatkan bahwa ketegangan ini berisiko semakin memperdalam polarisasi di antara komunitas penggemar di bawah naungan HYBE.