Bursa Kripto Korea Upbit Percepat Pembaruan Keamanan Setelah Serangan Siber Senilai $30 Jut

Bursa Kripto Korea Upbit Percepat Pembaruan Keamanan Setelah Serangan Siber Senilai $30 Jut

UPBIT PERKUAT SISTEM SETELAH TERJADI INSIDEN PERETASAN

Upbit, salah satu bursa kripto terbesar di Korea Selatan, mengumumkan pada 28 November bahwa platform mereka mengalami serangan siber. Oh Kyung-seok, CEO Dunamu selaku operator Upbit, menjelaskan bahwa bursa langsung menghentikan sementara deposit dan penarikan aset kripto, serta melakukan penataan ulang sistem wallet untuk membatasi dampak insiden.

“Saya memohon maaf kepada seluruh pengguna atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh serangan ini,” ujarnya. Ia mengakui bahwa kejadian tersebut terjadi karena kelemahan dalam sistem keamanan Upbit.

Meski begitu, Upbit menegaskan bahwa seluruh aset pengguna aman dan tidak akan mengalami kerugian. Bursa juga sudah melaporkan insiden ini kepada otoritas terkait dan sedang menyelidiki penyebab serta skala kerusakannya.

Insiden bermula pada 27 November ketika tim mendeteksi aktivitas tidak wajar pada sebuah wallet yang terkait Solana. Analisis on-chain kemudian menemukan anomali dan tim segera melakukan langkah mitigasi, termasuk melacak transfer mencurigakan, membekukan aset yang keluar, dan berkoordinasi dengan regulator sesuai aturan.

Upbit mencatat total kerusakan sekitar 44,5 miliar won (~$30,3 juta). Dari jumlah itu, sekitar 38,6 miliar won merupakan aset pengguna, dan 2,3 miliar won telah berhasil dibekukan. Sisanya, sekitar 5,9 miliar won, adalah aset milik perusahaan. Upbit menegaskan bahwa semua kerugian pengguna telah diganti sepenuhnya menggunakan aset perusahaan.

Otoritas Korea Selatan kini membuka penyelidikan resmi. Indikasi awal mengarah pada kemungkinan keterlibatan Lazarus Group, kelompok peretas yang didukung negara Korea Utara dan dikenal sering menyerang platform kripto.

Upbit mengatakan telah mengaktifkan protokol darurat, memperkuat sistem kustodi dan proses internal, serta melakukan audit menyeluruh atas infrastruktur keamanan mereka. Di tengah risiko yang melekat pada platform terpusat (CEX), banyak pihak di industri kripto menilai bahwa transparansi blockchain membantu proses investigasi, dan diversifikasi metode penyimpanan aset dapat mengurangi risiko.