Dituduh Bawa Kabur Uang Rp739 Juta, Mantan Manajer Denny Sumargo: Itu Tidak Sepenuhnya Benar

Dituduh Bawa Kabur Uang Rp739 Juta, Mantan Manajer Denny Sumargo: Itu Tidak Sepenuhnya Benar

Mantan Manajer Denny Sumargo, Ditya Andrista, Bantah Tuduhan Penggelapan dan Pemalsuan Surat: Ungkap Kronologi dan Fakta Baru

Mantan manajer Denny Sumargo, Ditya Andrista, secara tegas membantah seluruh tuduhan yang disampaikan dan dilaporkan oleh Denny Sumargo ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penggelapan uang dan pemalsuan surat. Dalam pernyataannya kepada media di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, pada Selasa, 4 Oktober 2021, Ditya menegaskan bahwa laporan Denny beserta kuasa hukumnya tidak sepenuhnya benar dan cenderung menyesatkan.

Ditya menjelaskan bahwa selama empat hingga lima tahun bekerja sebagai manajer untuk Denny Sumargo, ada sejumlah kewajiban finansial dari pihak Denny yang belum diselesaikan hingga mencapai Rp1,7 miliar. "Sejak 2018 hingga Agustus 2021, kami mencatat ada banyak kewajiban yang belum dibayar oleh Denny Sumargo. Totalnya lebih dari Rp1,7 miliar," jelas Ditya. Ia juga menambahkan bahwa kerugian yang disebutkan oleh Denny sebelumnya sebesar Rp739 juta memang sudah diakui, namun itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan tagihan yang belum dibayar.

Menurut Ditya, selama ini dirinya selalu berusaha mengedepankan komunikasi terbuka, namun merasa diperlakukan tidak adil saat tuduhan dilayangkan tanpa dialog terlebih dahulu. "Sudah 10 tahun kami mengenal, dan empat sampai lima tahun saya menjadi manajernya. Sepatutnya persoalan seperti ini diselesaikan secara kekeluargaan, bukan langsung ke ranah hukum tanpa adanya klarifikasi," tuturnya.

Kronologi Kasus dan Tuduhan Denny Sumargo

Diketahui sebelumnya, Denny Sumargo resmi melaporkan mantan manajernya tersebut ke Polda Metro Jaya pada 29 September 2021. Dalam laporannya, Denny mengklaim telah mengalami kerugian sebesar Rp739 juta yang diduga dibawa kabur oleh Ditya Andrista. Selain dugaan penggelapan uang, Denny juga menuding adanya pemalsuan surat terkait transaksi dan administrasi keuangan.

Setelah laporan tersebut mencuat, Denny menggelar konferensi pers untuk menjelaskan kronologi kejadian dan memperlihatkan sejumlah bukti pendukung atas dugaan tindak pidana yang menjerat mantan manajernya. Ia menekankan bahwa tindakan hukum ini diambil demi melindungi nama baik dan aset pribadinya yang dinilai telah dirugikan secara serius.

Tanggapan Ditya Andrista dan Upaya Pembuktian

Menanggapi konferensi pers Denny, Ditya berjanji akan membuktikan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya tidak berdasar secara hukum. "Kami akan menghadapi semua tuduhan ini dengan bukti-bukti yang valid. Kami yakin kebenaran akan terungkap di proses hukum yang berjalan," ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini segala aktivitas manajemen dan keuangan yang dijalankan sudah didokumentasikan secara transparan.

Lebih lanjut, Ditya menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan audit internal dan mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung untuk membantah tuduhan pemalsuan surat. “Kami akan mengajukan bukti-bukti yang jelas mengenai transaksi keuangan yang kami lakukan dan menunjukkan bahwa semua aktivitas sesuai prosedur,” jelasnya.

Dampak dan Reaksi Industri Hiburan

Kasus yang melibatkan Denny Sumargo dan Ditya Andrista ini menjadi perhatian publik dan industri hiburan tanah air. Banyak pihak yang menyayangkan munculnya perselisihan ini karena keduanya dikenal memiliki reputasi yang baik di dunia entertainment dan olahraga. Para pengamat hukum pun mengingatkan agar proses penyelesaian kasus ini dilakukan secara adil dan transparan, mengingat nilai kerugian dan tuduhan yang cukup serius.

Sementara itu, para fans dan rekan artis juga memberikan dukungan moral kepada kedua belah pihak agar persoalan ini cepat selesai dengan hasil yang benar-benar berdasarkan fakta dan hukum.

Update Terbaru: Proses Hukum dan Mediasi

Hingga Mei 2025, kasus ini masih dalam proses penyelidikan di Polda Metro Jaya. Sumber internal menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah memanggil kedua belah pihak untuk menjalani mediasi dan klarifikasi. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan damai yang tercapai, sehingga proses hukum kemungkinan akan berlanjut ke tahap penyidikan dan sidang pengadilan.

Kuasa hukum Ditya Andrista juga mengungkapkan bahwa mereka akan mengajukan permohonan agar kasus ini bisa diselesaikan secara mediasi terlebih dahulu untuk menghindari dampak negatif bagi karier dan nama baik kliennya.