Harga Emas Antam Hari Ini, 18 Desember 2025, Kembali Capai Rekor
Harga Emas Antam Kembali Pecahkan Rekor, Sentuh Rp 2,487 Juta per Gram
Harga emas batangan yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025. Kenaikan ini menandai tren penguatan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini naik Rp 17.000 menjadi Rp 2.487.000 per gram, dibandingkan posisi perdagangan Rabu yang berada di level Rp 2.470.000 per gram. Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, harga emas Antam telah menguat total Rp 23.000 per gram, mencerminkan tekanan beli yang semakin kuat di pasar domestik.
Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback naik Rp 16.000 dan berada di level Rp 2.346.000 per gram. Harga buyback ini merupakan nilai yang diterima konsumen apabila menjual kembali emas batangan ke Antam.
Kenaikan ini sekaligus melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Jumat, 17 Oktober 2025, ketika harga jual emas Antam berada di posisi Rp 2.485.000 per gram, dengan harga buyback sebesar Rp 2.334.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan yang berlaku di Butik Emas Logam Mulia Pulogadung, Kamis (18/12/2025):
-
0,5 gram: Rp 1.293.500
-
1 gram: Rp 2.487.000
-
2 gram: Rp 4.914.000
-
3 gram: Rp 7.346.000
-
5 gram: Rp 12.210.000
-
10 gram: Rp 24.365.000
-
25 gram: Rp 60.787.000
-
50 gram: Rp 121.495.000
-
100 gram: Rp 242.912.000
-
250 gram: Rp 607.015.000
-
500 gram: Rp 1.213.820.000
-
1.000 gram: Rp 2.427.600.000
Harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku dan dapat berbeda di setiap lokasi butik emas.
Kinerja Harga Emas Dunia Jadi Pendorong
Penguatan harga emas domestik sejalan dengan lonjakan harga emas global. Pada perdagangan Rabu, 17 Desember 2025, harga emas dunia dan perak sama-sama mencatatkan kenaikan tajam, didorong oleh meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Harga emas di pasar spot tercatat naik 0,7% menjadi USD 4.332,21 per ounce pada pukul 12.10 siang waktu setempat (ET), setelah sempat menguat lebih dari 1% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turut menguat 0,7% ke level USD 4.364 per ounce.
Selain faktor kebijakan moneter, meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Venezuela, turut mendorong investor global beralih ke aset aman seperti emas dan perak. Kondisi ini diperparah oleh sinyal perlambatan pasar tenaga kerja AS yang memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Perak Melonjak, Tembus Rekor Baru
Di sisi lain, harga perak mencuri perhatian dengan melesat tajam dan menembus level USD 66 per ounce, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Harga perak spot naik sekitar 4% menjadi USD 66,3 per ounce, setelah sempat menyentuh puncak di USD 66,51 per ounce.
Analis Marex, Edward Meir, menyebutkan bahwa lonjakan harga perak turut memberikan efek dorong terhadap emas. Menurutnya, terjadi rotasi dana dari emas ke perak serta logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium.
“Perak menarik emas bersamanya. Ada rotasi uang yang keluar dari emas dan masuk ke perak, platinum, dan paladium,” ujar Meir.
Ia menambahkan, target harga perak berikutnya di level USD 70 per ounce menjadi sasaran yang logis dalam jangka pendek. Sepanjang 2025, harga perak telah melonjak sekitar 126%, melampaui kinerja emas yang naik sekitar 65% secara tahunan.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian Pasar
Dari sisi data ekonomi, laporan terbaru menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat pada November mencapai 64.000 pekerjaan, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Namun, tingkat pengangguran justru naik menjadi 4,6%, level tertinggi sejak September 2021. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS mulai menunjukkan tanda perlambatan, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga.
Ke depan, pergerakan harga emas Antam diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global, kondisi geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit bagi masyarakat dan investor sebagai pelindung nilai jangka panjang.
0 Comments