5 Sinyal Waspada yang Muncul di Bitcoin, Emas, dan Pasar Global
Pasar Kehilangan Keseimbangan, Selera Risiko Melemah di Berbagai Aset
Nilai total ekonomi kripto saat ini berada di kisaran US$2,6 triliun. Namun, angka besar ini menyembunyikan pelemahan tajam di dalam pasar. Anjloknya harga Bitcoin mematahkan level teknikal penting dan memicu likuidasi lebih dari US$2,5 miliar di berbagai platform derivatif, sehingga menggerus kepercayaan dan memaksa trader meninjau ulang eksposur risiko mereka.
Likuidasi Masih Menjadi Penekan Harga
Penurunan ini terjadi sangat cepat dan bersifat mekanis. Likuidasi paksa mempercepat tekanan jual saat leverage terputus. Bitcoin sempat turun ke area US$75.000, dan hari ini menyentuh level terendah US$76.444 per BTC di Bitstamp.
Volume perdagangan melonjak di atas US$130 miliar, yang lebih mencerminkan kondisi stres pasar dibanding partisipasi alami. Saat pergerakan harga didominasi margin call, struktur pasar menjadi rapuh.
Kripto Kembali Bergerak Sebagai Aset Berisiko
Meski sering disebut sebagai “emas digital”, Bitcoin masih bergerak seperti aset berisiko tinggi (risk asset). Ketika risiko geopolitik meningkat, pasar kripto ikut terkoreksi bersama saham, alih-alih berfungsi sebagai aset lindung nilai. Ethereum dan aset kripto utama lainnya mencatat penurunan persentase yang lebih besar, menegaskan dominasi Bitcoin sekaligus menunjukkan sikap defensif di dalam pasar kripto.
Logam Mulia Juga Mengalami Koreksi Tajam
Emas dan perak yang sebelumnya melonjak akibat kekhawatiran geopolitik mengalami pembalikan arah yang signifikan. Harga emas turun sekitar 9% ke level US$4.889 per ons, sementara perak melemah ke US$85,15, setelah volatilitas ekstrem sebelumnya. Koreksi ini lebih mencerminkan aksi ambil untung dibanding perubahan keyakinan jangka panjang investor.
Geopolitik Kembali Menjadi Penggerak Utama Pasar
Meningkatnya ketegangan Amerika Serikat–Iran menambah risiko headline di berbagai pasar, mulai dari kripto hingga minyak. Latihan militer, sanksi yang berkaitan dengan infrastruktur kripto, serta retorika politik yang memanas memicu kembali sentimen risk-off secara cepat. Saat ini, pasar bereaksi terhadap berita geopolitik lebih cepat dibanding data ekonomi.
Obligasi AS Mengirim Sinyal Aman
Di tengah volatilitas kripto dan logam mulia, obligasi pemerintah AS (US Treasury) justru mencatat permintaan yang stabil. Imbal hasil (yield) bergerak turun, menandakan arus dana menuju aset aman. Ini menunjukkan modal tidak sepenuhnya keluar dari pasar, melainkan berpindah secara selektif ke instrumen yang lebih likuid dan stabil.
Fokus Selanjutnya: Data Tenaga Kerja AS
Titik penting berikutnya adalah laporan tenaga kerja AS bulan Januari. Data yang kuat berpotensi mendorong yield naik dan menekan obligasi, sementara data yang lemah dapat memperkuat sikap defensif investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Untuk pasar kripto, faktor makro kemungkinan kalah dominan dibanding metrik leverage dan isu geopolitik dalam waktu dekat. Pertemuan The Fed berikutnya baru akan berlangsung 18 Maret, dan pasar memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga.
Level Kunci Bitcoin dan Logam Mulia
Dari sisi teknikal, kemampuan Bitcoin kembali menembus area US$80.000 akan sangat menentukan sentimen pasar sepanjang Februari. Jika gagal, reli harga berisiko hanya dianggap sebagai pantulan sementara (relief rally).
Logam mulia juga berada di persimpangan serupa—eskalasi geopolitik dapat kembali mendorong harga naik, sementara tanda de-eskalasi bisa memperpanjang koreksi.
Kesimpulan
Pasar belum runtuh, tetapi jelas sedang berada dalam mode waspada. Leverage berlebih telah dibersihkan, narasi lama diuji, dan memasuki Februari, pelaku pasar lebih fokus pada manajemen risiko dan ketahanan modal dibanding optimisme agresif. Untuk saat ini, fleksibilitas adalah strategi utama.
0 Comments