80% Anak Muda di Inggris Gunakan Crypto, Ini Kata Studi
Mengapa Anak Muda di Inggris Lebih Memilih Crypto daripada Tabungan Tradisional
Tren baru sedang terjadi di kalangan anak muda di Inggris. Banyak dari mereka kini lebih mengenal cryptocurrency dibandingkan produk tabungan tradisional.
Sekitar 65% orang di bawah usia 25 tahun mengenal Bitcoin, menjadikannya lebih populer dibandingkan instrumen keuangan lainnya. Sebagai perbandingan, hanya 43% yang mengenal Stocks & Shares ISA, dan sekitar 20% yang tahu tentang Help to Buy ISA.
Hal ini menunjukkan pola pikir “crypto dulu, baru keuangan tradisional (TradFi)”. Bagi banyak anak muda, crypto menjadi pintu masuk pertama ke dunia finansial. Mereka lebih dulu membeli aset digital, menggunakan crypto wallet, atau mengakses exchange sebelum mengenal produk perbankan atau tabungan negara.
Menurut Tom Duff Gordon dari Coinbase, tren ini juga bisa berdampak ke politik. Jika usia pemilih di Inggris diturunkan menjadi 16 tahun, akan ada sekitar 1,3 juta pemilih baru—dan banyak dari mereka sudah akrab dengan crypto. Mereka cenderung menilai partai politik berdasarkan sikapnya terhadap aset digital.
Crypto Mulai Menjadi Isu Politik
Crypto kini bukan hanya topik keuangan, tapi juga mulai memengaruhi dunia politik.
- Hampir setengah anak muda mengatakan mereka lebih percaya pada partai yang memahami blockchain dan crypto
- Sekitar 26% bahkan bersedia memilih partai yang mendukung inovasi crypto
Dari sisi preferensi politik:
- 58% pemilih Reform lebih percaya pada partai yang mendukung teknologi baru
- 46% pemilih Labour juga memiliki pandangan serupa
Selain itu, sekitar dua pertiga anak muda ingin ada edukasi crypto di sekolah.
Alun Cairns menyatakan bahwa generasi baru memiliki cara pandang yang berbeda terhadap uang, teknologi, dan peluang. Partai politik yang tidak mengikuti perubahan ini berisiko kehilangan dukungan.
Kebijakan Pemerintah vs Perkembangan Crypto
Di sisi lain, pemerintah Inggris justru mempertimbangkan untuk melarang donasi politik dalam bentuk crypto.
Keputusan ini dianggap kontradiktif, karena transaksi crypto di blockchain sebenarnya sangat transparan dan mudah dilacak—bahkan seringkali lebih jelas dibandingkan uang tunai.
Regulator keuangan Inggris, Financial Conduct Authority, saat ini sudah mengawasi perusahaan crypto melalui aturan anti pencucian uang (AML/CTF). Beberapa pihak berpendapat bahwa cukup dengan mewajibkan donasi crypto melalui platform yang terdaftar.
0 Comments