86% Gen Alpha Sudah Punya Uang Sendiri, Ini Cara Orangtua Ajarkan Anak Kelola Keuangan

86% Gen Alpha Sudah Punya Uang Sendiri, Ini Cara Orangtua Ajarkan Anak Kelola Keuangan

Sebagian anak dari generasi Alpha kini sudah memiliki penghasilan dan uang sendiri. Kondisi ini membuat orangtua perlu mulai mengenalkan literasi keuangan anak sejak dini, termasuk cara menabung, membelanjakan uang, hingga mengenal investasi.

Berdasarkan riset PricewaterhouseCoopers (PwC) yang dilakukan pada awal 2026, sebanyak 86% anak berusia 7-14 tahun sudah memiliki uang sendiri. Sementara itu, 97% anak dalam kelompok usia tersebut mengaku terkadang membuat keputusan pengeluaran secara mandiri.

Survei tersebut melibatkan 1.004 anak berusia 7-14 tahun dan 1.009 orangtua yang memiliki anak dalam rentang usia yang sama. Penelitian dilakukan pada 29 Januari hingga 13 Februari 2026.

Gen Alpha Mulai Mandiri Mengelola Uang

Pemimpin bidang ritel PwC, Kelly Pedersen, mengatakan Gen Alpha memiliki jiwa entrepreneur yang mungkin belum sepenuhnya diketahui oleh orangtua mereka.

Menurutnya, sebagian anak sudah memiliki sumber uang sendiri dan mulai mengambil keputusan terkait penggunaan uang tersebut.

Meski anak sudah mampu membelanjakan uangnya, orangtua tetap memiliki peran penting dalam mengajarkan mereka membuat rencana keuangan untuk masa depan.

Anak dapat mulai diperkenalkan dengan konsep sederhana seperti membagi uang untuk kebutuhan, keinginan, tabungan, dan investasi.

Ajarkan Anak Memahami Konsekuensi Keuangan

CEO aplikasi keuangan keluarga Acorns, Noah Kerner, mengatakan pengelolaan uang berkaitan erat dengan kemampuan mengambil keputusan dan memahami konsekuensinya.

Misalnya, ketika anak menggunakan lebih banyak uang untuk membeli sesuatu, jumlah uang yang dapat ditabung otomatis menjadi lebih kecil.

Sebaliknya, ketika terlalu banyak uang disimpan, anak mungkin kehilangan kesempatan untuk mengembangkan sebagian dana tersebut melalui investasi.

Karena itu, orangtua tidak hanya perlu mengajarkan anak untuk menabung, tetapi juga membantu mereka memahami alasan di balik setiap keputusan keuangan.

Edukasi Keuangan Sejak Dini Lebih Mudah Dipahami

Pengalaman Bellen Woodard menunjukkan bahwa edukasi keuangan sejak kecil dapat membantu anak memahami konsep uang secara bertahap.

Woodard mulai menghasilkan uang sejak menjadi model cilik pada usia enam tahun. Sebagian penghasilannya digunakan untuk membeli mainan, sementara sebagian lainnya didonasikan.

Kini, pada usia 15 tahun, Woodard telah memiliki bisnis sendiri melalui More Than Peach, merek kesenian yang mengedepankan kesetaraan. Produknya bahkan telah dijual di Target.

Menurut Woodard, konsep keuangan seperti investasi di pasar saham awalnya terasa rumit dan menakutkan. Namun, setelah dipelajari, konsep tersebut menjadi lebih mudah dipahami.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan anak tidak harus diajarkan melalui konsep yang rumit. Orangtua dapat memulainya dari aktivitas sehari-hari.

Kebiasaan Orangtua Bisa Ditiru Anak

Perencana keuangan bersertifikat dari platform teknologi keuangan Chime, Brittney Castro, mengatakan anak-anak banyak belajar tentang uang melalui perilaku orangtuanya.

Karena itu, orangtua perlu memperhatikan bagaimana mereka berbicara dan bertindak ketika berhubungan dengan uang.

Cara orangtua berbelanja, menabung, membicarakan utang, hingga mengambil keputusan keuangan dapat menjadi contoh bagi anak.

Dengan kata lain, mengajarkan anak mengelola uang tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh nyata di rumah.

Pilih Rekening dan Instrumen Keuangan yang Sesuai

Orangtua dapat membantu anak membangun kebiasaan menabung melalui rekening yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Di sejumlah negara, tersedia rekening khusus yang memungkinkan orangtua menabung atau berinvestasi untuk anak.

Selain tabungan, investasi juga dapat diperkenalkan secara bertahap. Orangtua perlu menjelaskan bahwa investasi memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko.

Konsep bunga majemuk juga dapat diperkenalkan dengan bahasa sederhana agar anak memahami bagaimana uang dapat berkembang dalam jangka panjang.

Namun, jumlah uang yang disisihkan bukan satu-satunya hal penting. Menurut Castro, membangun kebiasaan menyimpan dan mengelola uang secara konsisten sejak dini justru menjadi bagian penting dari pendidikan finansial.

Pada akhirnya, tidak ada satu rekening atau instrumen yang cocok untuk semua keluarga. Pilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, usia anak, kemampuan keluarga, serta tingkat risiko yang dapat diterima.

Orangtua Punya Peran Penting dalam Literasi Keuangan Anak

Semakin banyak anak yang memiliki uang sendiri, semakin penting pula bagi orangtua untuk memberikan pemahaman mengenai cara mengelolanya.

Mengajarkan anak tentang uang tidak harus dimulai dari investasi yang kompleks. Orangtua dapat memulainya dari hal sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, membuat anggaran, menabung secara rutin, serta memahami konsekuensi dari setiap pengeluaran.

Dengan kebiasaan tersebut, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap mengambil keputusan keuangan secara mandiri ketika dewasa.