Bernstein Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$125.000 pada Akhir 2026
Bitcoin diproyeksikan berpotensi mencapai US$125.000 pada akhir 2026 menurut perusahaan riset Wall Street, Bernstein. Target tersebut mencerminkan peluang kenaikan sekitar 46% dari harga Bitcoin saat ini.
Bernstein menilai perubahan struktur pasar aset digital, terutama meningkatnya minat investor institusional dan akses yang semakin luas melalui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot, menjadi faktor utama yang dapat mendorong harga Bitcoin.
Selain target US$125.000 pada akhir 2026, Bernstein memperkirakan harga Bitcoin dapat kembali naik hingga US$150.000 pada pertengahan 2027.
Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Menguat
Salah satu faktor yang menjadi perhatian Bernstein adalah meningkatnya permintaan terhadap ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Pada kuartal III 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus dana masuk sekitar US$6,34 miliar. Angka tersebut menunjukkan pembalikan signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya, ketika produk investasi tersebut mengalami arus dana keluar bersih sekitar US$5 miliar.
Peningkatan aliran modal ke ETF Bitcoin turut beriringan dengan pemulihan harga Bitcoin. Setelah sempat mengalami tekanan pada awal 2026, Bitcoin telah menguat lebih dari 40%.
Bernstein menilai kepemilikan oleh investor institusional dan kemudahan akses melalui ETF mulai mengubah struktur pasar Bitcoin. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan legitimasi sekaligus mendukung momentum kenaikan harga.
Bitcoin Bentuk Golden Cross
Dari sisi teknikal, Bitcoin juga menunjukkan sejumlah sinyal positif. Salah satunya adalah terbentuknya golden cross, yaitu kondisi ketika moving average 50 hari bergerak naik dan menembus moving average 200 hari.
Dalam analisis teknikal, golden cross umumnya dipandang sebagai indikasi meningkatnya momentum jangka panjang suatu aset.
Namun, sinyal tersebut tidak otomatis menjamin harga Bitcoin akan terus naik. Kondisi pasar, arus modal, kebijakan moneter, serta sentimen investor tetap dapat memengaruhi pergerakan harga.
Bitcoin Masih di Bawah Rekor Tertinggi
Meski mengalami pemulihan, Bitcoin masih diperdagangkan sekitar sepertiga di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Oktober 2025.
Pada perdagangan Selasa, Bitcoin sempat turun ke sekitar US$85.300 ketika aset berisiko global menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap inflasi.
Untuk mencapai target Bernstein sebesar US$125.000 pada akhir 2026, Bitcoin harus kembali menembus rekor sebelumnya dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Artinya, Bitcoin membutuhkan kenaikan yang cukup agresif dalam waktu relatif singkat. Hal ini menjadi salah satu tantangan utama bagi proyeksi bullish tersebut.
Citi Naikkan Target Harga Bitcoin
Bernstein bukan satu-satunya institusi yang melihat prospek positif Bitcoin.
Citi juga menaikkan target harga Bitcoin untuk 12 bulan ke depan dari sebelumnya US$82.000 menjadi US$113.000.
Citi menyebut perbaikan kondisi makroekonomi, meningkatnya kembali aktivitas perdagangan kripto, serta aliran modal yang kembali masuk ke ETF cryptocurrency sebagai sejumlah faktor yang mendukung revisi proyeksi tersebut.
Resistance Bitcoin Berada di US$87.000
Dalam jangka pendek, Bitcoin masih menghadapi tantangan teknikal. Harga Bitcoin beberapa kali mengalami tekanan di area US$87.000 hingga US$87.500.
Zona tersebut menjadi resistance yang cukup penting karena mampu membatasi kenaikan Bitcoin menuju level US$90.000.
Jika Bitcoin berhasil menembus resistance tersebut dengan dukungan volume dan arus dana yang kuat, peluang untuk melanjutkan pemulihan dapat meningkat. Sebaliknya, kegagalan menembus area tersebut dapat membuat Bitcoin kembali menghadapi tekanan jual.
Apa Itu Golden Cross?
Golden cross adalah pola analisis teknikal yang terjadi ketika moving average jangka pendek, seperti MA 50 hari, bergerak naik dan menembus moving average jangka panjang, seperti MA 200 hari.
Pola ini secara umum dianggap sebagai sinyal bahwa momentum kenaikan harga mulai menguat. Namun, golden cross sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi karena indikator teknikal dapat menghasilkan sinyal yang berbeda tergantung kondisi pasar.
Prospek Bitcoin 2026
Proyeksi Bernstein menunjukkan bahwa peluang kenaikan Bitcoin masih terbuka seiring meningkatnya keterlibatan investor institusional dan pertumbuhan ETF Bitcoin.
Namun, target US$125.000 pada akhir 2026 tetap merupakan proyeksi, bukan kepastian. Bitcoin masih menghadapi sejumlah risiko, termasuk kondisi makroekonomi global, kebijakan bank sentral, kekuatan dolar AS, arus dana ETF, serta volatilitas pasar kripto.
0 Comments