Analis: Bitcoin Berpotensi Kembali Uji Support US$60.000
Bitcoin kembali mengalami tekanan jual pada Rabu, 12 Februari, dengan harga turun ke kisaran US$65.800, mengutip laporan Cointelegraph. Pergerakan ini membuat BTC kembali menembus ke bawah garis tren intraday penting, memicu kekhawatiran pasar bahwa penurunan ke level US$60.000 pada pekan lalu belum menjadi titik terendah terakhir dalam fase koreksi saat ini.
Sejumlah analis menyoroti adanya celah likuiditas (liquidity gap) yang semakin melebar di rentang US$66.000 hingga US$60.000, yaitu area dengan aktivitas perdagangan yang relatif tipis. Kondisi ini meningkatkan risiko pergerakan harga yang tajam apabila tekanan jual berlanjut, sekaligus membuka peluang Bitcoin untuk kembali menguji level terendah tahunannya di sekitar US$59.800.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih kesulitan menembus zona resistance kuat di US$70.000–US$72.000. Beberapa kali penolakan di area tersebut membentuk pola lower highs, yang umumnya menjadi sinyal melemahnya momentum bullish. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) terus bergerak mendekati area oversold, menandakan tekanan jual yang semakin dominan. Harga Bitcoin juga masih diperdagangkan di bawah sejumlah moving average utama, memperkuat sentimen bearish jangka pendek.
Data on-chain dan derivatif turut mengonfirmasi kehati-hatian pasar. Peta likuidasi (liquidation heatmap) menunjukkan likuiditas yang relatif tipis di sekitar level US$60.500, yang mengindikasikan masih rentannya posisi leverage terhadap aksi jual lanjutan. Dalam kondisi seperti ini, likuidasi paksa dapat mempercepat penurunan harga dan meningkatkan volatilitas pasar.
Para analis menilai struktur pasar Bitcoin saat ini masih rapuh. Jika BTC gagal untuk segera kembali dan bertahan di atas US$68.000, risiko penurunan lanjutan akan meningkat. Dalam skenario tersebut, harga berpotensi kembali menguji support di area US$65.000, bahkan lebih rendah. Oleh karena itu, banyak trader memperkirakan Bitcoin akan bergerak sideways dalam kisaran US$60.000–US$72.000 hingga muncul katalis yang lebih kuat.
Sejalan dengan pandangan tersebut, analis EliZ menyebut Bitcoin saat ini tengah berkonsolidasi dalam kanal penurunan (descending channel) di sekitar US$66.500. Jika level ini ditembus ke bawah, harga berisiko turun ke zona support US$63.400–US$64.600, yang sekaligus meningkatkan peluang penurunan kembali ke area US$60.000.
Meski sinyal jangka pendek cenderung bearish, sebagian pelaku pasar masih memandang koreksi ini sebagai bagian dari fase konsolidasi dalam siklus jangka panjang Bitcoin. Faktor makro seperti arah kebijakan suku bunga global, pergerakan dana institusi, serta arus masuk dan keluar ETF Bitcoin spot dinilai akan menjadi penentu utama arah harga selanjutnya.
Untuk saat ini, indikator teknikal dan kondisi likuiditas menunjukkan bahwa volatilitas pasar kripto masih tinggi, sehingga para trader dan investor disarankan untuk tetap waspada sambil menunggu terbentuknya level support yang lebih kuat.
0 Comments