Analis Memprediksi Harga Bitcoin Bisa Jatuh ke $52.000 Setelah Terbentuk Pola Head and Shoulders
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan jual setelah seorang analis memperingatkan bahwa harga berpotensi turun tajam menuju $52.000. Prediksi ini didasarkan pada pola teknikal yang disebut Head and Shoulders (kepala dan bahu), yang sering dianggap sebagai sinyal pembalikan tren dari bullish ke bearish. Jika pola ini benar-benar terjadi, Bitcoin bisa mengalami penurunan lanjutan dalam jangka pendek.
Prediksi harga Bitcoin bisa turun ke $52.000
Seorang analis kripto bernama NoName di X menyebut bahwa Bitcoin berpotensi mengalami koreksi besar berikutnya. Ia menyoroti pola Head & Shoulders yang telah terbentuk sejak 2024, bahkan setelah Bitcoin mencapai rekor tertinggi di atas $126.000 pada Oktober.
Baru-baru ini, Bitcoin sempat mengalami breakdown setelah menyelesaikan “bahu kanan” dari pola tersebut, namun kemudian harga kembali pulih. Setelah itu, BTC mencoba naik mendekati level $100.000.
Menurut analis tersebut, banyak trader menjadi optimis saat Bitcoin memantul dari area sekitar $70.000. Namun, harga kemudian ditolak di area $82.000, yang dianggap sebagai tanda bahwa pasar masih dalam kondisi lemah.
Ia menilai penolakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar. Pergerakan naik ke $83.000 menurutnya bukan pemulihan yang kuat, melainkan hanya jeda sementara sebelum potensi penurunan lanjutan.
Berdasarkan pola tersebut, NoName memproyeksikan Bitcoin bisa turun ke $52.000 jika struktur Head & Shoulders ini terus terbentuk. Ia juga memperingatkan bahwa jika tekanan jual meningkat, harga bisa turun lebih dalam hingga ke $30.000, yang berarti penurunan lebih dari 60% dari level saat ini di atas $76.000.
Analis lain juga bersikap bearish
Analis lain, Chiefy, juga memiliki pandangan bearish. Ia menyoroti pola siklus pasar Bitcoin yang berulang setiap empat tahun, yang biasanya terdiri dari fase kenaikan, distribusi, kepanikan (capitulation), dan pembentukan titik terendah.
Ia meyakini bahwa Bitcoin saat ini mungkin sedang memasuki fase paling berisiko dalam siklus tersebut. Jika level support utama ditembus, hal ini bisa memicu tekanan jual yang lebih besar dan kepanikan di pasar.
Chiefy juga memperkirakan potensi penurunan menuju $50.000 jika pola historis ini kembali terjadi, yang ia sebut sebagai fase “capitulation” seperti pada siklus sebelumnya.
0 Comments