Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Turun 30% ke $50.000, Ini Waktunya
Harga Bitcoin Masih Belum Jelas, Risiko Turun Masih Ada
Pertanyaan apakah Bitcoin sudah mencapai titik terendahnya masih belum pasti. Banyak analis menilai harga BTC belum benar-benar menyentuh “bottom”.
Salah satu analis pasar, Maxi Trades, memperkirakan Bitcoin masih berpotensi turun lebih dalam. Ia memprediksi kemungkinan penurunan sekitar 30%, yang bisa membawa harga ke kisaran $50.000.
Pandangan ini menambah ketidakpastian di pasar, terutama setelah Bitcoin sempat rebound ke atas $78.000.
Pola Historis Sinyalkan Pergerakan Besar
Maxi Trades menggunakan data historis untuk mendukung analisanya. Ia menyebut bahwa Bitcoin sudah bergerak dalam rentang harga (sideways) selama lebih dari dua setengah bulan.
Dalam sejarahnya, kondisi seperti ini biasanya diikuti oleh pergerakan besar, baik naik maupun turun.
Berikut pola yang pernah terjadi:
- Periode pertama: sideways 64 hari, lalu naik 14%
- Periode kedua: sideways 114 hari, lalu turun 27%
- Periode ketiga: sideways 77 hari, lalu crash 33%
Dari pola ini, ia menilai Bitcoin berpotensi mengalami pergerakan besar lagi—dengan risiko penurunan yang masih cukup kuat.
Potensi Bottom di Area $50.000
Maxi Trades juga menyoroti bahwa meskipun Bitcoin sudah berada dalam tren bearish lebih dari 6 bulan sejak mencapai all-time high di atas $126.000 pada Oktober 2025, belum ada tanda kuat bahwa harga sudah mencapai titik terendah.
Artinya, fase “kapitulasi” (panic selling besar-besaran sebelum recovery) kemungkinan belum terjadi.
Ia memperkirakan breakout berikutnya justru bisa ke bawah. Jika Bitcoin menembus level support terbaru, harga bisa turun cepat menuju $50.000—atau sekitar 36% lebih rendah dari posisi saat ini di atas $78.000.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini masih berada dalam fase yang tidak pasti. Meski sempat naik, risiko penurunan besar masih terbuka sebelum harga benar-benar menemukan titik bottom.
0 Comments