Siklus Bull Bitcoin Masih Sesuai Pola: Analis Ungkap Perkiraan Waktu Bull Run
Selama bertahun-tahun, Bitcoin sering menunjukkan pola siklus naik-turun yang mirip. Siklus ini biasanya berlangsung dalam rentang waktu yang hampir sama, sehingga banyak analis menggunakan pola lama untuk memperkirakan pergerakan berikutnya.
Salah satu pendekatan yang cukup populer adalah menghitung jumlah hari antara fase bull market (harga naik) dan bear market (harga turun). Seorang analis kripto bernama 0xbeehive percaya pola ini bisa membantu memprediksi pergerakan Bitcoin selanjutnya.
Pola “1.065 Hari”
Menurut analis tersebut, Bitcoin cenderung mengikuti pola waktu seperti ini:
- Bear market berlangsung sekitar 365 hari (1 tahun)
- Bull market berlangsung sekitar 1.065 hari (hampir 3 tahun)
Pola ini terlihat jelas pada siklus 2018–2021. Setelah mengalami bear market selama satu tahun, Bitcoin memasuki bull run panjang sekitar 1.066 hari. Dalam periode itu, harga Bitcoin naik dari di bawah $5.000 pada 2020 menjadi sekitar $69.000 pada 2021.
Hal yang sama juga terjadi pada siklus 2022–2025. Bitcoin kembali mengalami bear market sekitar satu tahun sebelum memasuki bull run selama kurang lebih 1.065 hari. Dalam fase ini, harga melonjak dari sekitar $16.000 pada 2022 menjadi sekitar $126.000 pada 2025.
Prediksi Selanjutnya
Analis tersebut menilai pola ini kemungkinan akan terulang lagi.
- Saat ini, pasar masih berada dalam fase bear market
- Titik terendah (bottom) diperkirakan terjadi pada akhir 2026, di kisaran $47.000
Setelah itu, Bitcoin diprediksi akan memasuki bull run baru yang kembali berlangsung sekitar 1.065 hari.
Namun, kenaikannya kemungkinan tidak sebesar sebelumnya. Meski begitu, harga Bitcoin masih berpotensi menembus $200.000, atau naik lebih dari 5 kali lipat dari titik terendahnya.
0 Comments