BCA Ungkap Strategi Investasi untuk Capai Financial Freedom Sejak Muda

BCA Ungkap Strategi Investasi untuk Capai Financial Freedom Sejak Muda

Financial freedom atau kebebasan finansial menjadi salah satu tujuan keuangan yang ingin dicapai banyak generasi muda. Namun, masih ada masyarakat yang ragu untuk mulai berinvestasi karena belum memahami cara kerja investasi dan risiko yang menyertainya.

Padahal, investasi dapat menjadi salah satu strategi untuk mencapai berbagai tujuan keuangan, mulai dari menyiapkan dana pensiun, membeli rumah, hingga membiayai pendidikan.

EVP Wealth Management BCA, Indrawan B, mengatakan investasi perlu dibarengi dengan edukasi, pemahaman profil risiko, serta proteksi agar masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik.

“Yang pertama mungkin yang perlu kita lihat dulu adalah apakah semua orang ini sudah terpapar atau sudah aware dengan investasi. Jadi yang kita lakukan pertama kali adalah mengedukasi. Kita memperkuat literasinya dulu,” ujar Indrawan dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Literasi Keuangan Jadi Kunci Sebelum Investasi

Menurut Indrawan, salah satu alasan masyarakat masih takut berinvestasi adalah kurangnya pemahaman mengenai produk investasi. Karena itu, edukasi menjadi langkah awal sebelum seseorang menentukan instrumen yang sesuai.

Hal tersebut juga disoroti EVP Corporate & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn. Ia mengatakan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat inklusi keuangan masih lebih tinggi dibandingkan literasi keuangan.

Artinya, masyarakat sudah memiliki akses terhadap berbagai produk keuangan, tetapi belum tentu memahami produk yang mereka gunakan secara menyeluruh.

“Meskipun data dari OJK menunjukkan memang inklusi keuangan masih lebih tinggi dibandingkan literasi. Artinya orang beli produk tanpa literasi yang mumpuni,” kata Hera.

Indrawan menegaskan investasi juga tidak selalu berarti harus membeli instrumen yang kompleks. Masyarakat dapat memulai dari produk keuangan yang lebih sederhana sesuai dengan pemahamannya.

“Investasi ini enggak harus yang kompleks, bukan sesuatu yang kayak, misalnya mau yang stock market atau sebagainya. Enggak seperti itu. Sebenarnya pada saat kita membuka deposito aja itu sudah investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat umumnya memiliki kekhawatiran bahwa uang yang diinvestasikan bisa bertambah, tetapi juga berpotensi mengalami kerugian. Pemahaman mengenai hal tersebut menjadi bagian penting dalam edukasi investasi.

Profil Risiko Harus Dipahami Sebelum Memilih Produk Investasi

Selain edukasi, pemahaman terhadap profil risiko juga menjadi bagian penting dalam menentukan investasi. Setiap instrumen memiliki tingkat risiko yang berbeda sehingga tidak semua produk cocok untuk setiap orang.

Indrawan mengatakan masyarakat perlu mengetahui sejauh mana mereka mampu menerima risiko investasi.

“Jadi kita memberikan pengetahuan ke mereka, kemudian juga kita memberikan informasi mengenai profil risiko, karena yang namanya investasi ini selalu pasti ada risikonya,” tuturnya.

Ia menjelaskan tingkat risiko pada produk investasi dapat berbeda-beda. Deposito dan obligasi atau surat utang umumnya memiliki karakter risiko yang berbeda dibandingkan instrumen yang lebih volatil seperti secondary bonds.

Karena itu, calon investor perlu mengukur kemampuan dan toleransi risikonya sebelum memilih produk.

“Nasabah juga harus mengukur dirinya sendiri. Seberapa jauh nasabah ini, kita ini mau mengakses, mentoleransi risiko tersebut,” kata Indrawan.

Setelah profil risiko diketahui, produk investasi dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing nasabah.

“Jadi kita ada buat profil-profil risikonya dulu, kemudian kita sesuaikan, produknya kita sesuaikan. Jadi sama-sama kita jaga,” tambahnya.

Investasi Perlu Dibarengi Proteksi

Selain investasi, proteksi juga dinilai penting dalam upaya mencapai financial freedom. Proteksi dapat membantu menjaga kondisi keuangan ketika seseorang menghadapi risiko yang tidak terduga.

Haryanto mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap investasi seharusnya juga diikuti dengan kesadaran terhadap pentingnya proteksi.

“Semakin banyak yang sadar perlunya investasi, semakin banyak yang sadar perlunya untuk memiliki proteksi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk mempertimbangkan proteksi sejak dini melalui produk asuransi. Menurutnya, memiliki proteksi ketika masih muda dapat menjadi langkah persiapan menghadapi risiko finansial di masa depan.

“Yang masih muda-muda khususnya, jangan lupa beli proteksi. Jangan sampai nanti kalau sudah tua, sudah sakit-sakitan, baru mencari asuransi. Itu sudah terlambat. Justru lakukan pada saat Anda masih muda,” tegasnya.

Mulai Investasi Sejak Muda untuk Kejar Financial Freedom

Hera menilai investasi sebaiknya mulai dipersiapkan sejak lebih awal. Tujuannya agar seseorang memiliki waktu yang lebih panjang untuk membangun aset dan mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan.

Menurutnya, financial freedom bukan sekadar memiliki banyak uang, tetapi kondisi ketika seseorang memiliki kemampuan finansial yang membuatnya tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan dari bekerja.

“Jadi mereka ingin pada suatu waktu tertentu, mereka punya ketidaktergantungan dengan mereka harus kerja dan lain sebagainya. Itu dibutuhkan investasi sebenarnya,” ujar Hera.

Ia menambahkan, memulai investasi lebih awal dapat memberikan waktu yang lebih panjang untuk mencapai tujuan keuangan sesuai dengan time horizon masing-masing.

“Untuk itu, dimulai lebih awal itu lebih baik. Agar pada suatu waktu tertentu dalam time horizon tadi, kita udah financial freedom, paling enggak kita enggak lapar, kita bisa jalan-jalan,” katanya.

BCA menyampaikan paparan mengenai investasi, pengelolaan kekayaan, dan proteksi tersebut dalam konferensi pers BCA Wealth Summit 2026 di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Bagi generasi muda yang ingin mencapai financial freedom, investasi dapat menjadi salah satu bagian dari strategi keuangan. Namun, langkah tersebut idealnya dilakukan dengan memahami produk, mengenali profil risiko, serta menyiapkan proteksi agar kondisi keuangan tetap terjaga.