Bitcoin Bangkit di Sekitar US$60.000 Setelah Turun 50% dari Puncak Oktober

Bitcoin Bangkit di Sekitar US$60.000 Setelah Turun 50% dari Puncak Oktober

Bitcoin mengalami pergerakan harga yang sangat tajam selama sesi perdagangan Asia, mencerminkan tingginya volatilitas yang tengah melanda pasar kripto. Aset kripto terbesar di dunia ini sempat tertekan hingga masuk ke fase koreksi dalam, dengan penurunan yang sempat melampaui 50% dari puncaknya pada Oktober, sebelum akhirnya kembali menguat.

Mata uang kripto tertua tersebut turun hingga 4,8% pada Jumat pagi, menyentuh level terendah intraday di sekitar US$60.033, berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg. Namun, tekanan jual tersebut tidak berlangsung lama. Minat beli kembali muncul dengan cepat, mendorong harga Bitcoin pulih hingga mencapai US$65.926 di sesi yang sama. Pergerakan ini menunjukkan tarik-menarik yang kuat antara sentimen bearish dan bullish di pasar.

Volatilitas ini terjadi di tengah ketidakpastian yang lebih luas di pasar keuangan global. Investor masih terus mengevaluasi eksposur terhadap aset berisiko seiring perubahan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga, sementara data ekonomi yang solid di sejumlah negara besar menimbulkan keraguan mengenai berapa lama kebijakan moneter ketat akan dipertahankan. Kondisi makroekonomi tersebut memberikan tekanan pada aset berisiko, termasuk kripto.

Selain faktor makro, dinamika internal pasar kripto juga turut memperbesar gejolak harga. Bitcoin menghadapi aksi ambil untung setelah reli kuat dalam beberapa bulan terakhir. Data on-chain menunjukkan bahwa baik pemegang jangka panjang maupun trader jangka pendek mulai merealisasikan keuntungan. Koreksi harga ini juga memicu gelombang likuidasi di pasar derivatif, sehingga memperparah fluktuasi harga akibat penutupan paksa posisi dengan leverage tinggi.

Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa koreksi ini belum sepenuhnya merusak sentimen jangka panjang. Bitcoin masih diperdagangkan jauh di atas level awal tahun, sementara minat institusional—terutama melalui produk ETF Bitcoin spot—dinilai masih menjadi penopang struktural bagi harga, meskipun volatilitas jangka pendek meningkat. Pelaku pasar kini mencermati area support teknikal utama yang berpotensi menentukan apakah pergerakan ini akan berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam atau sekadar koreksi sementara.

Untuk saat ini, pergerakan harga Bitcoin yang tidak stabil mencerminkan kondisi pasar yang terjebak antara tekanan makroekonomi global dan optimisme jangka panjang terhadap aset digital. Dengan likuiditas yang cenderung tipis di jam-jam tertentu serta posisi investor yang masih berhati-hati, para analis memperkirakan volatilitas tinggi masih akan berlanjut dalam waktu dekat.