Maling Menyamar Jadi Kurir Amazon dalam Pencurian Crypto Senilai $4,5 Juta

Maling Menyamar Jadi Kurir Amazon dalam Pencurian Crypto Senilai $4,5 Juta

Remaja Dijatuhi Hukuman Setelah Merampok Cryptocurrency Senilai £4,3 Juta di London — Fakta dan Dampaknya

Tiga remaja berusia 16 hingga 17 tahun dijatuhi hukuman penjara anak setelah melakukan perampokan cryptocurrency bernilai jutaan di London. Kasus ini menyoroti risiko meningkat bagi pemilik aset digital, karena para pelaku menggunakan tipu daya, kekerasan, dan pamer di media sosial untuk melancarkan kejahatan besar — yang justru membantu polisi menangkap mereka.

Kronologi Kejadian

Pada 17 Juni 2024, ketiga remaja yang datang dari Sheffield menuju London menargetkan seorang individu yang diyakini memiliki jumlah cryptocurrency besar. Salah satu pelaku menyamar sebagai kurir Amazon, mengetuk pintu korban di kawasan Hoxton, London Timur.

Setelah berhasil masuk, remaja-remaja ini mengancam korban dengan pisau besar dan memaksa korban mentransfer sekitar £4,3 juta (sekitar $4,3 juta) dalam bentuk cryptocurrency ke rekening yang dikendalikan mereka. Jenis serangan ini, yang menargetkan orang secara langsung untuk mengakses aset digital, dikenal di dunia keamanan siber sebagai “wrench attack”, karena menyerang pemilik aset, bukan teknologi.

Kesalahan Fatal di Media Sosial

Secara mengejutkan, para pelaku merekam aksi mereka dan memposting video ke Snapchat, memperlihatkan mereka mengendarai BMW X3 milik korban.

Tanpa mereka sadari, korban telah melaporkan mobilnya dicuri. Dalam kurang dari tiga jam, kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition) di jalan tol M1, Northamptonshire, mendeteksi kendaraan curian tersebut.

Polisi kemudian melakukan pengejaran berkecepatan tinggi, dengan salah satu pelaku dilaporkan mengemudi hingga 100 mph (161 km/jam) sebelum polisi melakukan “hard stop” di M6, Warwickshire, dan menangkap ketiga remaja tersebut.

Sidang, Hukuman, dan Pemulihan Aset

Di Sheffield Crown Court pada 7 November 2025, ketiga pelaku — diidentifikasi sebagai Faris Hassan (18), Mikyle Bethune (18), dan satu remaja 17 tahun — mengaku bersalah atas tuduhan perampokan berat, pencurian kendaraan bermotor, dan kepemilikan properti hasil kejahatan.

Mereka dijatuhi total hukuman penjara anak selama 16 tahun, dengan durasi individu berkisar antara kurang dari empat tahun hingga lebih dari enam tahun, tergantung peran dan usia masing-masing.

Berkat penyelidikan cepat oleh Metropolitan Police’s Economic Crime Command, polisi berhasil memulihkan cryptocurrency yang dicuri dalam 72 jam, dan dana tersebut dikembalikan kepada korban sekitar dua minggu kemudian.

Detektif Jonathan Leung, yang memimpin kasus, mengatakan bahwa para pelaku salah mengira bahwa memposting aksi mereka online akan meningkatkan reputasi — padahal justru postingan itu menjadi bukti utama yang membantu penangkapan dan vonis.

Dampak Lebih Luas untuk Kejahatan Crypto

Kasus ini menyoroti tren yang mengkhawatirkan: kriminal kini semakin sering menargetkan individu untuk pencurian fisik cryptocurrency, bukan melalui peretasan wallet online. Serangan “wrench attack” seperti ini menimbulkan kerugian jutaan secara global, karena dianggap lebih mudah dibanding menembus sistem keamanan digital.

Para ahli juga menekankan bahwa terlalu banyak informasi pribadi yang dipublikasikan online, seperti alamat wallet, profil media sosial, dan lokasi, dapat membuat pemilik crypto dengan nilai tinggi rentan. Otoritas juga memperingatkan meningkatnya penipuan penyamaran, di mana pelaku berpura-pura menjadi kurir atau pejabat untuk memperoleh kepercayaan dan akses.

Konteks Hukum dan Regulasi di Inggris

Kasus ini muncul di tengah peningkatan pengawasan terhadap regulasi cryptocurrency di Inggris, termasuk hukuman baru atas aktivitas crypto ilegal. Pada awal 2025, kasus lain menjadi contoh hukuman pertama bagi pengoperasian ATM cryptocurrency yang tidak terdaftar — menunjukkan keseriusan pihak berwenang terhadap penipuan dan penyalahgunaan aset digital.

Rekomendasi untuk Pemilik Crypto

Para pakar keamanan menyarankan pemilik cryptocurrency untuk:

  • Tidak mengumbar kepemilikan aset digital secara publik
  • Menggunakan autentikasi multi-faktor dan hardware wallet
  • Memisahkan identitas pribadi dan tautan wallet
  • Segera melaporkan pendekatan mencurigakan kepada pihak berwenang

Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko menjadi target kejahatan crypto yang dipicu oleh media sosial atau kekerasan fisik.