Bitcoin Berpotensi Koreksi Jangka Pendek Setelah Kenaikan Harga, Kata Analis

Bitcoin Berpotensi Koreksi Jangka Pendek Setelah Kenaikan Harga, Kata Analis

Pada 17 April, Bitcoin naik sebesar 2,77% setelah Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk aktivitas komersial selama gencatan senjata 10 hari dengan Amerika Serikat. Kabar ini meningkatkan kepercayaan pasar, dan banyak investor berharap harga akan terus naik. Namun, data on-chain menunjukkan bahwa harga bisa mengalami penurunan (retracement) dalam waktu dekat.

Sinyal Bitcoin Berpotensi Turun

Menurut analis MAC_D dari CryptoQuant, ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa kenaikan Bitcoin mungkin mulai melemah.

Pertama, aliran dana ke Spot Bitcoin ETF mulai menurun. Indikator ini mengukur berapa banyak Bitcoin yang dibeli melalui ETF setiap hari. Jika angkanya turun, itu berarti permintaan dari pasar spot mulai melemah.

Kedua, banyak investor terlihat mulai mengambil keuntungan (profit taking). Hal ini terlihat dari indikator Realized Profit and Loss yang mencapai level tinggi pada 14 April, mirip dengan kondisi di bulan Februari. Artinya, banyak investor menjual aset setelah mendapatkan keuntungan.

Ketiga, jumlah Bitcoin yang masuk ke exchange meningkat. Biasanya, ketika investor memindahkan Bitcoin ke exchange, itu menandakan mereka bersiap untuk menjual. Jika volume yang masuk besar, maka tekanan jual juga cenderung meningkat.

Terakhir, pasar futures belum sepenuhnya mendukung kenaikan harga saat ini. Open Interest tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berarti trader tidak terlalu agresif membuka posisi dengan ekspektasi harga naik. Tanpa dukungan kuat dari trader, kenaikan harga biasanya sulit bertahan lama.

Kesimpulan

Meskipun harga Bitcoin sempat naik, data menunjukkan bahwa kenaikan ini mungkin tidak akan bertahan lama. Melemahnya permintaan, aksi ambil untung, dan meningkatnya tekanan jual menjadi tanda bahwa harga berpotensi turun dalam waktu dekat.