Bitcoin Harus Menembus Level US$65.000 Sebelum Jumat, Jika Tidak Berisiko Terkoreksi ke US$60.000

Bitcoin Harus Menembus Level US$65.000 Sebelum Jumat, Jika Tidak Berisiko Terkoreksi ke US$60.000

Bitcoin dan data ketenagakerjaan AS diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar pekan ini. Saat ini, harga Bitcoin masih bergerak di kisaran US$62.200 hingga US$65.000 setelah rilis data ekonomi terbaru yang dinilai kurang mendukung sentimen bullish.

Indeks ISM Manufacturing PMI AS tercatat sebesar 55,6 pada 3 Agustus, melampaui ekspektasi pasar di level 54,0 dan naik dari 53,3 pada Juni. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Mei 2022. Komponen pesanan baru meningkat ke 56,7, sementara indeks ketenagakerjaan kembali masuk ke zona ekspansi di level 52,8 untuk pertama kalinya dalam 33 bulan.

Di sisi lain, indeks harga yang dibayar (Prices Paid) bertahan di level tinggi 71,1, menunjukkan tekanan inflasi masih belum sepenuhnya mereda meskipun pertumbuhan ekonomi menguat.

Saat laporan dirilis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$63.755, berada dalam rentang harian antara US$62.227 hingga US$64.059. Pergerakan ini menempatkan BTC di antara level support yang dipertahankan sejak 1 Agustus dan level resistance yang terus menahan kenaikan sejak harga menyentuh puncak Juli di sekitar US$66.934.

Rentang harga tersebut menjadi semakin penting setelah keputusan Federal Reserve pada 29 Juli lalu untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%. Namun, keputusan itu tidak bulat karena tiga pejabat The Fed, yakni Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan, menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Perbedaan pendapat tersebut tergolong jarang terjadi dan membuat data ekonomi yang kuat pekan ini berpotensi memperkuat argumen pihak-pihak yang mendukung kebijakan moneter lebih ketat.

Data Penting yang Akan Memengaruhi Bitcoin

Pada Selasa, pasar akan mencermati laporan JOLTS untuk Juni yang mengukur jumlah lowongan pekerjaan di AS. Pada Mei, jumlah lowongan kerja tercatat 7,6 juta, perekrutan mencapai 5,2 juta, dan jumlah pekerja yang mengundurkan diri sebanyak 3,1 juta.

Jika jumlah lowongan kerja meningkat, hal itu dapat mengonfirmasi bahwa permintaan tenaga kerja masih kuat dan berpotensi menekan harga Bitcoin ke arah support US$62.200. Sebaliknya, jika jumlah lowongan turun sementara perekrutan tetap stabil, pasar dapat melihatnya sebagai tanda perlambatan ekonomi yang sehat dan memberi ruang bagi Bitcoin untuk menguji level US$64.000.

Pada Rabu, perhatian akan beralih ke laporan ISM Services yang mencerminkan kondisi sektor jasa AS. Karena sektor jasa memiliki porsi terbesar dalam ekonomi AS, laporan ini sering menjadi petunjuk penting menjelang data ketenagakerjaan utama pada Jumat.

Komponen ketenagakerjaan dan harga akan menjadi fokus utama. Jika keduanya tetap kuat, peluang kebijakan dovish dari The Fed akan semakin kecil. Namun, jika komponen ketenagakeran melemah, Bitcoin berpotensi kembali mendekati level US$65.000.

Kamis akan menghadirkan data produktivitas tenaga kerja kuartal II dan biaya tenaga kerja, serta laporan klaim pengangguran mingguan. Produktivitas yang kuat dapat membantu menjaga inflasi tetap terkendali meskipun upah naik. Sebaliknya, produktivitas yang lemah disertai biaya tenaga kerja yang tinggi dapat memperkuat tekanan inflasi dan mendukung pandangan hawkish dari The Fed.

Puncak perhatian pasar akan terjadi pada Jumat saat laporan Employment Situation untuk Juli dirilis. Pada Juni, ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja baru, tingkat pengangguran berada di 4,2%, dan tingkat partisipasi tenaga kerja turun menjadi 61,5%.

Jika data Juli kembali menunjukkan perekrutan yang moderat, tanpa percepatan pertumbuhan upah dan tanpa revisi naik pada data bulan-bulan sebelumnya, Bitcoin berpeluang besar menembus level US$65.000.

Sebaliknya, jika jumlah pekerjaan baru melampaui ekspektasi, pertumbuhan upah tetap kuat, dan data sebelumnya direvisi lebih tinggi, hal itu akan memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih terlalu kuat untuk mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Skenario ini berpotensi menekan Bitcoin.

Level Penting Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Zona support utama berada di kisaran US$62.200 hingga US$62.500, yang bertepatan dengan titik terendah pada 1 Agustus dan level terendah intraday pada Senin.

Jika Bitcoin ditutup secara konsisten di bawah US$62.000, harga berpotensi turun menuju US$61.200, yang merupakan area support berikutnya berdasarkan titik terendah 3 Juli di sekitar US$61.239.

Apabila Bitcoin turun di bawah US$60.000, struktur pergerakan harga saat ini dapat berubah sepenuhnya dan membuka peluang penurunan lebih lanjut menuju level terendah 52 minggu di sekitar US$57.800.

Di sisi lain, area US$64.000 menjadi batas atas zona resistance, tetapi level yang paling penting tetap berada di US$65.000. Bitcoin membutuhkan penutupan harga di atas level tersebut dan mampu bertahan pada sesi berikutnya untuk mengonfirmasi momentum bullish.

Jika berhasil, target selanjutnya adalah menguji kembali puncak Juli di sekitar US$66.934.

Skenario Bullish dan Bearish

Skenario bullish terjadi apabila pasar tenaga kerja AS melambat secara bertahap tanpa menunjukkan tanda-tanda resesi. Dalam kondisi ini, jumlah lowongan kerja menurun, data ketenagakerjaan sektor jasa melemah, dan laporan payrolls pada Jumat tidak jauh berbeda dari bulan sebelumnya.

Kombinasi tersebut dapat mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed dan mendorong Bitcoin menuju area US$65.000 hingga US$66.900.

Sebaliknya, skenario bearish muncul jika jumlah lowongan kerja tetap tinggi, data sektor jasa menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, inflasi tetap bertahan, dan laporan payrolls melampaui ekspektasi dengan pertumbuhan upah yang lebih tinggi.

Hasil tersebut dapat memperkuat argumen pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga dan mendorong Bitcoin turun menembus US$62.000 menuju US$61.200, bahkan berpotensi menguji level US$60.000.

Selain data ekonomi, investor juga memantau perkembangan pasar global. Meskipun saham-saham AS menguat berkat laporan keuangan perusahaan seperti Microsoft dan Amazon, Bitcoin belum mampu mengikuti reli tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini lebih dipengaruhi faktor makroekonomi dibandingkan pasar saham.

Sementara itu, harga minyak turun sekitar 5% setelah Presiden Donald Trump menunda serangan baru terhadap Iran dan OPEC+ menyetujui peningkatan produksi pada September. Meski dapat membantu meredakan inflasi, data Prices Paid yang masih tinggi menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya hilang.

Di Jepang, Bank of Japan mempertahankan suku bunga di level 1,0%, sementara yen masih berada di dekat level terlemah dalam 40 tahun terakhir. Kementerian Keuangan Jepang juga dilaporkan melakukan intervensi di pasar valuta asing bersama Departemen Keuangan AS untuk mendukung yen.

Pada akhirnya, hubungan antara Bitcoin dan data ketenagakerjaan AS akan menjadi ujian utama pekan ini. Data yang cukup lemah untuk meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga, namun tidak terlalu lemah hingga memicu kekhawatiran resesi, dapat menjadi katalis positif bagi Bitcoin. Sebaliknya, laporan ketenagakerjaan yang terlalu kuat berpotensi mengubah level US$62.000 dari zona support menjadi pintu menuju penurunan ke area US$60.000.