Hardware Wallet Bitcoin Disebut Tak Seaman yang Selama Ini Diyakini
Keamanan Wallet Bitcoin Bisa Bermasalah Sejak Awal Pembuatan
Keamanan wallet Bitcoin ternyata tidak hanya bergantung pada apakah perangkat terhubung ke internet atau tidak. Bahkan hardware wallet yang selalu disimpan secara offline (air-gapped) tetap bisa berisiko jika proses pembuatan seed phrase sejak awal tidak benar-benar acak.
Hal ini menjadi sorotan setelah Coinkite mengungkap adanya bug pada hardware wallet Coldcard. Bug tersebut membuat proses pembuatan seed phrase menggunakan angka acak yang jauh lebih lemah dari seharusnya.
Akibatnya, wallet tetap menghasilkan seed phrase 12 atau 24 kata yang terlihat normal. Namun, jumlah kombinasi yang mungkin jauh lebih sedikit, sehingga lebih mudah ditebak oleh penyerang menggunakan komputer. Setelah menemukan seed yang cocok, penyerang dapat mencocokkannya dengan alamat Bitcoin yang ada di blockchain untuk mengetahui wallet yang masih menyimpan aset.
Bug Berasal dari Kesalahan Kode
Masalah ini berawal dari perubahan kode pada 1 Maret 2021, ketika proses pembuatan seed dipindahkan ke pustaka (library) baru. Karena kesalahan konfigurasi, firmware Coldcard justru menggunakan generator angka acak cadangan (fallback) yang bersifat deterministik, bukan generator angka acak dari perangkat keras.
Bug tersebut mulai muncul pada firmware versi 4.0.0 yang dirilis pada 17 Maret 2021.
Menurut Coinkite, hardware wallet Coldcard Mk2 dan Mk3 yang terdampak hanya memiliki sekitar 40 bit tingkat keacakan efektif. Sementara itu, model Mk4, Mk5, dan Coldcard Q memiliki sekitar 72 bit. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding standar keamanan yang diharapkan untuk wallet Bitcoin.
Update Firmware Saja Tidak Cukup
Menginstal firmware terbaru memang memperbaiki bug tersebut, tetapi tidak membuat seed phrase lama menjadi aman.
Jika seed dibuat saat perangkat masih menggunakan firmware yang bermasalah, tingkat keacakannya tetap sama. Artinya, seluruh alamat Bitcoin yang berasal dari seed tersebut juga masih berisiko.
Karena itu, pengguna yang pernah membuat wallet menggunakan firmware terdampak disarankan untuk membuat seed phrase baru setelah memperbarui perangkat, lalu memindahkan seluruh aset Bitcoin ke wallet baru. Membuat alamat baru dari seed lama tidak akan menghilangkan risiko.
Ribuan Bitcoin Diduga Terdampak
Dampak bug ini cukup besar. Bitcoin Optech melaporkan estimasi awal lebih dari 1.000 BTC berpotensi terdampak.
Per 2 Agustus, Galaxy Research memperkirakan sekitar 1.367 BTC di 4.585 alamat diduga terkait dengan kelemahan tersebut. Selain itu, banyak pemilik wallet memilih memindahkan aset mereka sebagai langkah pencegahan.
CryptoSlate mencatat sekitar 77.402 BTC berpindah dari wallet lama setelah bug ini diungkap. Sebagian besar perpindahan tersebut diyakini merupakan langkah pengamanan, bukan karena seluruh dana telah dicuri.
Mengapa Lemparan Dadu Bisa Membantu?
Salah satu cara meningkatkan keamanan adalah menggunakan lemparan dadu untuk menambahkan sumber keacakan saat membuat seed phrase.
Coldcard mendukung metode ini karena hasil lemparan dadu berasal langsung dari pengguna, bukan sepenuhnya bergantung pada perangkat.
Menurut dokumentasi Coldcard, sekitar 50 kali lemparan dadu enam sisi yang adil sudah cukup untuk menghasilkan tingkat keamanan sekitar 128 bit. Sementara sekitar 99 lemparan dapat menghasilkan tingkat keamanan mendekati 256 bit.
Namun, pengguna harus mengikuti prosedur resmi dari perangkat. Selain itu, hasil lemparan harus benar-benar acak, dilakukan secara pribadi, dan tidak disimpan di komputer atau layanan cloud yang terhubung ke internet.
Coinkite menyatakan bahwa pengguna yang dapat memastikan seed mereka dibuat dengan tambahan minimal 50 lemparan dadu yang adil, independen, dan rahasia kemungkinan tidak perlu melakukan migrasi wallet. Namun, jika ada keraguan, membuat wallet baru tetap menjadi pilihan yang lebih aman.
Passphrase Bisa Menambah Perlindungan
Selain seed phrase, pengguna juga dapat menambahkan BIP-39 passphrase sebagai lapisan keamanan tambahan.
Passphrase berfungsi seperti kata sandi kedua. Meskipun seseorang berhasil mendapatkan seed phrase, mereka tetap membutuhkan passphrase yang benar untuk mengakses aset.
Namun, fitur ini memiliki konsekuensi. Jika pemilik lupa atau kehilangan passphrase, Bitcoin di dalam wallet bisa tidak dapat diakses selamanya.
Bukan Kasus Pertama
Kasus Coldcard bukan pertama kalinya kelemahan pada generator angka acak menyebabkan masalah keamanan wallet kripto.
Pada 2023, tim Ledger Donjon menemukan bahwa beberapa versi ekstensi browser Trust Wallet menggunakan generator angka acak yang lemah, sehingga seed phrase lebih mudah ditebak.
Kasus serupa juga ditemukan pada Libbitcoin Explorer (bx), di mana proses pembuatan seed bergantung pada waktu sistem komputer. Dengan mengetahui perkiraan waktu pembuatan wallet, penyerang dapat mempersempit jumlah kemungkinan seed yang harus dicoba.
Para peneliti menemukan lebih dari 2.600 wallet Bitcoin aktif yang terdampak dan memperkirakan kerugian mencapai lebih dari US$900.000 pada harga aset saat itu.
Pelajaran Penting
Insiden Coldcard menunjukkan bahwa keamanan wallet Bitcoin dimulai sejak proses pembuatan seed phrase, bukan saat perangkat mulai digunakan.
Fitur seperti air gap, PIN, backup logam, atau pembaruan firmware memang penting, tetapi semuanya tidak dapat memperbaiki seed yang sejak awal dibuat dengan keacakan yang lemah.
Karena itu, pengguna sebaiknya memastikan seed phrase dibuat menggunakan sumber angka acak yang benar-benar tepercaya. Dengan demikian, keamanan aset Bitcoin dapat terjaga sejak langkah pertama.
0 Comments