Bitcoin Rebound ke US$65.000, ETF dan Whale Akumulasi Bitcoin Senilai US$2 Miliar

Bitcoin Rebound ke US$65.000, ETF dan Whale Akumulasi Bitcoin Senilai US$2 Miliar

Bitcoin Kembali ke US$65.000, ETF dan Whale Mulai Borong Bitcoin

Harga Bitcoin kembali menembus level US$65.000 pada pekan ini. Kenaikan tersebut menunjukkan Bitcoin masih cukup kuat meski pasar menghadapi sejumlah sentimen negatif yang biasanya dapat menekan harga.

Mengutip data CryptoSlate, harga Bitcoin naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir dan sempat menyentuh US$65.212. Level tersebut menjadi harga tertinggi Bitcoin sejak akhir Juli.

Kenaikan Bitcoin terjadi ketika pasar kripto mengalami likuidasi sekitar US$191,6 juta yang melibatkan lebih dari 80.000 trader. Salah satu posisi yang terkena likuidasi adalah posisi Bitcoin senilai US$1,66 juta di Hyperliquid.

Bitcoin mampu bertahan meski investor menghadapi sejumlah kabar negatif, mulai dari masalah keamanan hardware wallet, kembali tertundanya pengesahan CLARITY Act di Amerika Serikat, hingga pergerakan harga yang cenderung stagnan selama beberapa bulan.

Situasi tersebut membuat sebagian investor menjual Bitcoin dalam kondisi rugi. Namun, tekanan jual kali ini belum mencapai tingkat kepanikan seperti yang terjadi saat Bitcoin mengalami penurunan tajam sebelumnya.

Andre Dragosch, Head of Research Bitwise Europe, mengatakan respons Bitcoin yang relatif tenang terhadap berbagai berita negatif menunjukkan sensitivitas aset kripto tersebut terhadap kabar buruk berada di dekat level terendah dalam sejarah.

Menurutnya, kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa sebagian besar Bitcoin yang siap dijual sudah keluar dari pasar.

Tekanan Jual Bitcoin Mulai Berkurang

Investor Bitcoin memang masih merealisasikan kerugian, tetapi tekanannya jauh lebih kecil dibandingkan periode aksi jual besar-besaran sebelumnya.

Data CryptoQuant menunjukkan rata-rata mingguan net realized profit and loss Bitcoin masih negatif sekitar US$368 juta. Artinya, secara keseluruhan masih ada investor yang menjual Bitcoin di bawah harga saat mereka membelinya.

Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kerugian sekitar US$2 miliar yang tercatat saat Bitcoin mengalami penurunan pada Februari. Angka tersebut juga lebih rendah dari sekitar US$1,2 miliar yang tercatat ketika terjadi aksi jual besar pada Juni.

Kondisi ini menunjukkan investor mulai lelah setelah harga Bitcoin bergerak lemah selama berbulan-bulan. Meski demikian, belum terlihat aksi jual besar-besaran yang biasanya dapat membuat harga Bitcoin jatuh lebih dalam.

Masalah Keamanan Coldcard Tak Picu Aksi Jual Besar

Salah satu ujian terbaru bagi pasar Bitcoin adalah masalah keamanan pada Coldcard, hardware wallet yang digunakan untuk menyimpan aset kripto secara offline.

Kerentanan tersebut berkaitan dengan sistem randomisasi yang lemah dalam pembuatan seed phrase. Setelah masalah tersebut muncul sekitar 30 Juli, pemilik perangkat yang berpotensi terdampak mulai memindahkan Bitcoin mereka ke alamat baru.

Aktivitas tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa sejumlah besar Bitcoin yang sebelumnya tidak aktif akan kembali beredar dan meningkatkan tekanan jual di pasar.

Namun, sebagian besar perpindahan Bitcoin tampaknya dilakukan untuk mengamankan aset, bukan untuk menjualnya.

Glassnode memperkirakan sekitar 119.000 BTC yang telah disimpan selama setidaknya satu tahun berpindah dalam tiga hari setelah insiden tersebut. Namun, hanya sebagian kecil Bitcoin yang masuk ke bursa kripto.

Artinya, jumlah Bitcoin yang benar-benar tersedia untuk dijual dalam waktu dekat masih terbatas.

Hal tersebut membantu menjelaskan mengapa masalah keamanan Coldcard tidak menyebabkan tekanan besar terhadap harga Bitcoin.

ETF dan Whale Mulai Menyerap Bitcoin

Di tengah berkurangnya tekanan jual dari investor kecil, permintaan baru mulai datang dari investor institusional dan pemegang Bitcoin dalam jumlah besar atau whale.

Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk sekitar US$754,7 juta sepanjang pekan ini.

Angka tersebut membuat ETF Bitcoin berada di jalur untuk mencatat arus dana masuk mingguan terkuat sejak April.

Arus dana masuk ini menjadi sinyal penting karena menunjukkan investor institusional tetap membeli Bitcoin meski pasar baru saja menghadapi masalah keamanan hardware wallet dan harga Bitcoin masih bergerak relatif datar.

Selain melalui ETF, investor besar juga meningkatkan kepemilikan Bitcoin secara langsung di jaringan blockchain.

Data Santiment menunjukkan wallet yang memiliki antara 10 BTC hingga 10.000 BTC telah menambah lebih dari 20.000 BTC sejak 29 Juli. Pada saat yang sama, wallet dengan kepemilikan lebih kecil justru mengurangi saldo Bitcoin mereka.

Berdasarkan kisaran harga Bitcoin selama periode tersebut, pembelian whale itu bernilai lebih dari US$1,2 miliar.

Bitcoin Mulai Berpindah dari Investor Kecil ke Whale

Data arus dana ETF dan aktivitas wallet menunjukkan adanya kemungkinan perpindahan kepemilikan Bitcoin dari investor kecil ke investor besar.

Investor kecil yang mulai frustrasi karena harga Bitcoin bergerak stagnan selama berbulan-bulan cenderung mengurangi kepemilikan mereka.

Sebaliknya, investor dengan modal lebih besar justru memanfaatkan kondisi tersebut untuk membeli Bitcoin.

Dengan demikian, periode konsolidasi Bitcoin saat ini dapat menjadi fase perpindahan pasokan dari investor kecil kepada pemegang Bitcoin dengan modal lebih besar.

Kondisi tersebut berpotensi membantu Bitcoin mempertahankan harganya meski sentimen pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya positif.

Trader Derivatif Masih Berhati-hati

Meski akumulasi whale memberikan sinyal positif, pasar derivatif Bitcoin masih menunjukkan sikap hati-hati.

Santiment menilai peningkatan kepemilikan oleh investor besar dapat meningkatkan peluang Bitcoin menembus level US$70.000. Namun, trader derivatif belum menunjukkan keyakinan kuat bahwa kenaikan tersebut akan segera terjadi.

Data Glassnode menunjukkan implied volatility Bitcoin untuk kenaikan harga berada di sekitar 23%, yang merupakan level terendah dalam data mereka.

Artinya, trader saat ini membayar lebih sedikit untuk kontrak opsi yang dapat memberikan keuntungan jika Bitcoin mengalami lonjakan harga.

Permintaan terhadap perlindungan dari penurunan harga juga relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan pasar tidak sedang secara agresif mempersiapkan diri menghadapi aksi jual besar.

Sementara itu, posisi futures Bitcoin di CME juga menunjukkan pasar masih berhati-hati.

Data CryptoQuant menunjukkan hedge fund dengan posisi leverage masih memiliki net short yang cukup besar. Posisi tersebut berada di dekat level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Di sisi lain, asset manager masih berada dalam posisi net long. Namun, eksposur mereka telah turun cukup jauh dari puncaknya pada 2024 dan masih berada di bawah rata-rata 50 minggu.

Bitcoin Berpeluang Naik, tetapi Trader Masih Waspada

Bitcoin berhasil kembali ke atas US$65.000 meski menghadapi sejumlah sentimen negatif. Tekanan jual dari investor yang mengalami kerugian mulai berkurang, sementara ETF Bitcoin dan whale justru meningkatkan akumulasi.

Pergerakan tersebut menunjukkan pasar Bitcoin mulai memasuki fase konsolidasi. Dalam fase ini, sebagian Bitcoin tampaknya berpindah dari investor kecil kepada pemegang modal besar.

Akumulasi tersebut dapat menjadi fondasi bagi Bitcoin untuk kembali menguji level US$70.000. Namun, pasar derivatif masih menunjukkan sikap hati-hati sehingga belum ada kepastian bahwa kenaikan tersebut akan terjadi dalam waktu dekat.

Untuk saat ini, perhatian investor akan tertuju pada apakah arus dana ETF dan akumulasi whale dapat terus berlanjut. Jika permintaan tetap kuat sementara tekanan jual semakin berkurang, peluang Bitcoin untuk melanjutkan pemulihan dapat semakin terbuka.