Harga Emas Perhiasan 8 Agustus 2026, Cek Harga Berdasarkan Kadar Karat
Harga Emas Dunia Tembus US$4.350, Ini Daftar Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas 8 Agustus 2026
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026. Harga logam mulia tersebut menembus level US$4.350 per troy ounce dan berada di level tertinggi dalam sekitar dua bulan.
Penguatan harga emas terjadi setelah pasar mendapat sinyal baru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS), terutama dari data ketenagakerjaan yang menunjukkan perlambatan. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) kembali berubah.
Mengutip data Trading Economics pada Sabtu (8/8/2026), harga emas dunia naik sekitar 2,44% menjadi US$4.343,43 per troy ounce. Dalam perdagangan Jumat, harga emas bahkan sempat bergerak di atas US$4.350 per troy ounce, level tertinggi dalam dua bulan.
Kenaikan harga emas juga mendapat dukungan dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika yield obligasi melemah, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut biasanya membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor.
Pasar Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian Investor
Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan emas adalah laporan ketenagakerjaan AS untuk Juli 2026.
Ekonomi AS secara tidak terduga kehilangan 23.000 pekerjaan pada Juli. Angka tersebut berlawanan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.
Selain itu, data bulan-bulan sebelumnya juga mengalami revisi turun. Revisi tersebut semakin memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum.
Tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,1%. Namun, penurunan tersebut perlu dilihat bersama dengan tingkat partisipasi angkatan kerja yang ikut melemah. Artinya, penurunan tingkat pengangguran tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja semakin kuat.
Data tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed. Pasar kini melihat ruang untuk kebijakan yang lebih longgar menjadi lebih terbuka apabila perlambatan ekonomi berlanjut.
Bagi emas, situasi tersebut menjadi sentimen positif. Emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga, sehingga ketika suku bunga dan yield obligasi tinggi, investor biasanya memiliki insentif lebih besar untuk memegang aset berbunga.
Sebaliknya, ketika ekspektasi suku bunga turun dan yield obligasi melemah, daya tarik emas dapat meningkat.
Yield Obligasi AS Turun, Emas Makin Diminati
Pergerakan yield obligasi pemerintah AS menjadi salah satu indikator penting yang diperhatikan investor emas.
Kenaikan yield biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena investor bisa memperoleh imbal hasil dari aset berbunga. Namun, apabila yield mulai turun, emas menjadi relatif lebih menarik sebagai aset lindung nilai.
Kombinasi antara data tenaga kerja AS yang melemah dan penurunan yield tersebut membantu mendorong harga emas ke atas US$4.300 per troy ounce.
Pasar juga masih mencermati arah kebijakan The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Data inflasi, tenaga kerja, konsumsi rumah tangga, serta perkembangan ekonomi AS akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah bank sentral akan mempertahankan kebijakan ketat atau mulai memberikan ruang lebih besar bagi pelonggaran moneter.
Faktor Geopolitik Masih Mempengaruhi Harga Emas
Selain faktor suku bunga, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian investor.
Ketidakpastian mengenai hubungan Iran dan AS, termasuk prospek pemulihan aktivitas ekspor melalui Selat Hormuz, ikut memengaruhi pergerakan harga energi dan sentimen pasar.
Harga energi yang mulai kehilangan sebagian momentumnya memberikan tambahan konteks bagi pasar emas. Investor kini tidak hanya memperhatikan risiko geopolitik, tetapi juga dampaknya terhadap inflasi global dan kebijakan bank sentral.
Jika ketegangan geopolitik meningkat, emas berpotensi kembali mendapatkan aliran dana sebagai aset safe haven. Sebaliknya, apabila risiko geopolitik mereda secara signifikan, sebagian premi risiko pada harga emas dapat berkurang.
Dengan demikian, pergerakan emas dalam beberapa pekan ke depan kemungkinan masih sangat sensitif terhadap berita mengenai kebijakan moneter AS, inflasi, pasar tenaga kerja, serta perkembangan geopolitik.
Permintaan Emas Global Masih Kuat
Penguatan harga emas juga didukung oleh permintaan struktural dari sejumlah negara.
Data World Gold Council menunjukkan total permintaan emas global, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.231 ton pada kuartal I 2026. Angka tersebut meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai permintaannya bahkan mencapai rekor US$193 miliar, naik 74% secara tahunan karena harga emas yang jauh lebih tinggi.
Permintaan emas batangan dan koin juga meningkat 42% secara tahunan menjadi 474 ton. China menjadi salah satu pasar yang menunjukkan pertumbuhan paling kuat, dengan permintaan emas batangan dan koin naik 67% menjadi 207 ton.
Bank sentral juga masih menjadi salah satu sumber permintaan penting. Pada kuartal I 2026, bank sentral di seluruh dunia menambah sekitar 244 ton emas ke dalam cadangan mereka.
Kondisi tersebut memberikan dukungan jangka panjang terhadap harga emas karena pembelian bank sentral cenderung tidak terlalu dipengaruhi oleh pergerakan harga dalam jangka pendek.
Namun, harga emas yang tinggi juga memberikan dampak terhadap permintaan perhiasan. World Gold Council mencatat permintaan perhiasan global pada kuartal I 2026 turun 23% secara tahunan menjadi sekitar 300 ton. Konsumen di sejumlah negara cenderung mengurangi volume pembelian ketika harga emas semakin mahal.
Artinya, kenaikan harga emas memiliki dua sisi. Di satu sisi meningkatkan nilai pasar emas, tetapi di sisi lain dapat membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membeli perhiasan.
Harga Emas di Indonesia Ikut Menjadi Perhatian
Pergerakan emas dunia juga menjadi perhatian pasar domestik Indonesia. Harga emas dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas global, tetapi juga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya pemurnian dan distribusi, serta kondisi permintaan dan penawaran di pasar domestik.
Kementerian Perdagangan sebelumnya menetapkan Harga Referensi (HR) emas sebesar US$4.072,12 per troy ounce untuk periode 1–14 Agustus 2026. Angka tersebut merupakan penurunan 0,7% dibandingkan periode sebelumnya. Namun, harga emas dunia kemudian kembali menguat sehingga kondisi pasar pada akhir pekan ini sudah bergerak lebih tinggi dibandingkan periode penetapan tersebut.
Kenaikan harga emas dunia juga dapat memberikan pengaruh terhadap harga jual dan beli emas perhiasan di tingkat konsumen, meskipun harga setiap toko dapat berbeda.
Selain harga bahan baku emas, harga perhiasan juga dipengaruhi kadar karat, biaya pembuatan, model, merek, serta kebijakan masing-masing toko.
Daftar Harga Beli Emas Perhiasan di Raja Emas
Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Raja Emas Indonesia merilis daftar harga beli emas perhiasan per gram yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan.
Harga beli emas 24 karat (K24*) tercatat sebesar Rp2.315.000 per gram. Sementara itu, emas 24 karat dengan tingkat kemurnian 99,5% dibanderol Rp2.185.000 per gram.
Berikut daftar harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat:
- Emas 23 karat: Rp2.060.000 per gram
- Emas 22 karat: Rp1.871.000 per gram
- Emas 21 karat: Rp1.787.000 per gram
- Emas 20 karat: Rp1.701.000 per gram
- Emas 19 karat: Rp1.617.000 per gram
- Emas 18 karat: Rp1.532.000 per gram
- Emas 17 karat: Rp1.451.000 per gram
- Emas 16 karat: Rp1.361.000 per gram
- Emas 15 karat: Rp1.277.000 per gram
- Emas 14 karat: Rp1.192.000 per gram
- Emas 13 karat: Rp1.106.000 per gram
- Emas 12 karat: Rp1.023.000 per gram
- Emas 11 karat: Rp937.000 per gram
- Emas 10 karat: Rp851.000 per gram
- Emas 9 karat: Rp768.000 per gram
- Emas 8 karat: Rp682.000 per gram
- Emas 7 karat: Rp596.000 per gram
- Emas 6 karat: Rp515.000 per gram
- Emas 5 karat: Rp430.000 per gram
Perbedaan harga berdasarkan kadar tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar emas dalam sebuah perhiasan, semakin tinggi pula nilai emasnya per gram.
Emas 24 karat memiliki kandungan emas paling tinggi sehingga biasanya memiliki harga per gram lebih mahal dibandingkan emas dengan kadar karat yang lebih rendah.
Harga Emas Perhiasan di Laku Emas
Selain Raja Emas, Laku Emas juga menyediakan harga emas perhiasan yang dapat menjadi referensi masyarakat pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Untuk emas 24 karat dengan kemurnian 99%, harga tercatat sebesar Rp2.284.000 per gram.
Sementara itu, harga emas berdasarkan kadar karat lainnya adalah sebagai berikut:
- Emas 23 karat: Rp1.975.000 per gram
- Emas 22 karat: Rp1.891.000 per gram
- Emas 21 karat: Rp1.807.000 per gram
- Emas 20 karat: Rp1.720.000 per gram
- Emas 19 karat: Rp1.632.000 per gram
- Emas 18 karat: Rp1.545.000 per gram
- Emas 17 karat: Rp1.457.000 per gram
- Emas 16 karat: Rp1.370.000 per gram
- Emas 15 karat: Rp1.284.000 per gram
- Emas 14 karat: Rp1.198.000 per gram
- Emas 13 karat: Rp1.112.000 per gram
- Emas 12 karat: Rp1.025.000 per gram
- Emas 11 karat: Rp937.000 per gram
- Emas 10 karat: Rp852.000 per gram
- Emas 9 karat: Rp764.000 per gram
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga emas dunia dan kebijakan masing-masing penyedia.
Apa Artinya bagi Konsumen?
Kenaikan harga emas dunia ke sekitar US$4.350 per troy ounce menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan investor ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
Bagi masyarakat yang ingin membeli emas perhiasan, kadar emas menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Emas dengan kadar lebih tinggi biasanya memiliki kandungan emas lebih besar, tetapi harga belinya juga lebih mahal.
Sementara itu, masyarakat yang membeli perhiasan untuk investasi perlu memperhatikan bahwa harga perhiasan tidak hanya terdiri dari nilai emas. Ada biaya pembuatan dan faktor lain yang dapat menyebabkan harga beli berbeda dengan nilai ketika perhiasan tersebut dijual kembali.
Karena itu, sebelum membeli emas perhiasan, konsumen sebaiknya membandingkan harga beberapa toko, memperhatikan kadar dan berat emas, serta menanyakan secara jelas mengenai harga jual kembali atau buyback.
Prospek Harga Emas Selanjutnya
Dalam jangka pendek, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi AS berikutnya, terutama inflasi dan perkembangan pasar tenaga kerja.
Data pekerjaan Juli yang lebih lemah dari perkiraan telah mengubah sebagian ekspektasi investor terhadap kebijakan moneter AS. Jika data ekonomi berikutnya kembali menunjukkan perlambatan, peluang emas untuk mendapatkan dukungan dari ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dapat semakin besar.
Namun, emas tetap menghadapi sejumlah risiko. Penguatan dolar AS, kenaikan yield obligasi, meningkatnya inflasi, atau perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat kembali memberikan tekanan terhadap harga logam mulia.
Di sisi lain, pembelian bank sentral, permintaan emas fisik di Asia, ketidakpastian geopolitik, dan kebutuhan investor terhadap aset safe haven masih menjadi faktor yang berpotensi menopang harga.
Dengan harga emas dunia yang kini berada di sekitar US$4.350 per troy ounce, pasar emas memasuki fase yang menarik. Investor dan konsumen perlu mencermati bukan hanya pergerakan harga harian, tetapi juga perubahan suku bunga, nilai tukar, kondisi ekonomi global, serta permintaan emas fisik sebelum mengambil keputusan.
0 Comments