Bitcoin Turun di Bawah $75.000 Saat Jalur Minyak Utama Sepi Aktivitas

Bitcoin Turun di Bawah $75.000 Saat Jalur Minyak Utama Sepi Aktivitas

Selat Hormuz Ditutup, Ketegangan AS–Iran Meningkat

Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak dunia, kini dilaporkan tertutup. Tidak ada kapal tanker minyak yang melintas, padahal jalur ini biasanya menangani sekitar 20% perdagangan minyak laut global.

Menurut laporan The Kobeissi Letter, ini bisa menjadi pertama kalinya Selat Hormuz benar-benar ditutup. Sebelumnya, sekitar 13 kapal tanker dilaporkan berbalik arah, sehingga arus pengiriman minyak terhenti.

Iran juga menolak mengikuti putaran kedua negosiasi dengan Amerika Serikat. Pemerintah Iran menilai pembicaraan tidak dapat dipercaya dan menuduh Presiden Donald Trump tidak konsisten selama proses negosiasi.

Keputusan ini diambil setelah pertemuan sebelumnya di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.

Trump Ancam Iran

Presiden Trump menuduh Iran menyerang kapal di Selat Hormuz dan melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ia juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, jika tidak tercapai kesepakatan.

Banyak pihak menilai situasi ini berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih besar.

Dampak ke Bitcoin dan Pasar Crypto

Konflik AS–Iran terus menekan harga Bitcoin sejak akhir Februari. Sebelumnya, Bitcoin sempat turun dari atas $100.000 saat Iran pertama kali mengancam menutup Selat Hormuz.

Baru-baru ini, Bitcoin kembali turun di bawah $75.000 seiring meningkatnya ketidakpastian pasar. Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven dibandingkan crypto.

Beberapa jam ke depan akan menjadi krusial, karena pasar global mulai bereaksi terhadap situasi ini dan trader menyesuaikan strategi mereka.