BSTR Kumpulkan Dana US$2 Miliar, Siap Bersaing dengan Strategy dalam Akumulasi Bitcoin

BSTR Kumpulkan Dana US$2 Miliar, Siap Bersaing dengan Strategy dalam Akumulasi Bitcoin

BSTR Bersiap IPO Lewat Merger SPAC, Bawa 30.021 BTC dan Agresif Tambah Cadangan Bitcoin

Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR) tengah bersiap melantai di bursa melalui merger SPAC dengan Cantor Equity Partners I Inc. (CEPO). Perusahaan ini akan membawa 30.021 Bitcoin (BTC) sebagai aset awal dan memiliki rencana untuk terus menambah kepemilikan Bitcoin.

Dengan jumlah tersebut, BSTR diperkirakan akan menjadi perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar keempat di dunia saat resmi diluncurkan.

Struktur kesepakatan dan tim di balik BSTR

Merger SPAC dengan CEPO, perusahaan cek kosong milik Cantor Fitzgerald, diumumkan pada pertengahan Juli 2025. Target penyelesaian transaksi ini dijadwalkan pada akhir Juni 2026, setelah itu BSTR akan tercatat di bursa Nasdaq dengan kode saham BSTR.

Perusahaan juga telah mengamankan pendanaan lebih dari US$1,5 miliar melalui skema PIPE financing yang akan digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin. Target perusahaan adalah mendorong kepemilikan hingga melampaui 50.000 BTC.

Perusahaan dipimpin oleh Adam Back, seorang ahli kriptografi yang dikenal sebagai pencipta sistem Hashcash proof-of-work, teknologi yang menjadi referensi dalam whitepaper asli Bitcoin. Adam Back akan menjabat sebagai CEO.

Sementara itu, jajaran eksekutif lainnya meliputi Sean Bill sebagai CIO sekaligus co-founder, Katherine Dowling sebagai Presiden, dan Bob Stefanowski sebagai CFO.

Strategi treasury Bitcoin yang berbeda

BSTR tidak hanya membeli Bitcoin secara langsung. Perusahaan berencana menggunakan strategi finansial lanjutan seperti menjual put options untuk mengakumulasi Bitcoin di harga yang lebih rendah.

Strategi ini memungkinkan BSTR memperoleh pendapatan dari premi opsi, sekaligus memberi peluang membeli Bitcoin dengan harga diskon jika pasar mengalami koreksi.

Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan buyback saham apabila harga saham BSTR diperdagangkan di bawah net asset value (NAV) atau nilai aset bersih perusahaan.

CEO JAN3 sekaligus pendukung Bitcoin, Samson Mow, menilai kehadiran perusahaan baru seperti BSTR akan meningkatkan permintaan Bitcoin karena semakin banyak perusahaan berlomba membangun cadangan BTC mereka.

Persaingan treasury Bitcoin semakin memanas

BSTR akan memulai langkahnya dengan 30.021 BTC dan memiliki jalur pendanaan lebih dari US$1,5 miliar untuk terus menambah kepemilikan hingga di atas 50.000 BTC.

Bagi investor, faktor utama yang perlu diperhatikan bukan apakah BSTR mampu membeli Bitcoin, melainkan apakah saham perusahaan bisa diperdagangkan dengan premium di atas NAV.

Mekanisme inilah yang sebelumnya membuat model bisnis perusahaan seperti Strategy menjadi sangat kuat di pasar.

Namun risikonya tetap besar. Jika harga Bitcoin mengalami penurunan tajam, neraca perusahaan akan terdampak langsung. Selain itu, struktur merger SPAC juga membawa risiko apabila proses transaksi gagal rampung sebelum pertengahan 2026.