Cadangan OTC Penambang Bitcoin Susut 72%, Ke Mana Arah Harga BTC?
Cadangan OTC Penambang Bitcoin Terus Menyusut, Pasokan BTC Kian Ketat
Cadangan Bitcoin (BTC) yang terkait dengan meja perdagangan over-the-counter (OTC) milik penambang terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan semakin sedikit BTC yang tersedia untuk transaksi besar di luar bursa.
Sejak November 2021, kepemilikan BTC di OTC penambang turun dari sekitar 500.000 BTC menjadi 139.700 BTC, atau merosot hampir 72%. Penambang terus mengurangi cadangan mereka dan belum melakukan akumulasi kembali secara signifikan setelah Bitcoin halving 2024.
Akibatnya, pasokan BTC di pasar OTC semakin terbatas, sementara aliran Bitcoin dari penambang ke bursa juga menurun. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang lebih rendah terhadap Bitcoin.
Di saat yang sama, harga Bitcoin terus menguat meskipun cadangan OTC menyusut. Hal ini mencerminkan bahwa permintaan terhadap BTC masih kuat di tengah pasokan yang semakin terbatas. Jika investor institusi dan whale terus melakukan akumulasi, likuiditas yang semakin ketat berpotensi mendorong kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa kuartal ke depan.
Pasokan Bitcoin di Bursa Ikut Menurun
Pengetatan pasokan tidak hanya terjadi di pasar OTC milik penambang, tetapi juga mulai terlihat di bursa kripto.
Pada 20 Juli, tercatat Exchange Netflow Bitcoin mencapai US$686 juta dalam bentuk arus keluar bersih. Binance memimpin dengan net outflow sebesar US$570 juta, yang menjadi penarikan terbesar sejak April.
Selain itu, Bybit mencatat arus keluar sekitar US$65 juta, Coinbase US$48 juta, dan HTX hampir US$3 juta.
Arus keluar yang terjadi secara bersamaan di sejumlah bursa besar menunjukkan bahwa investor memindahkan BTC mereka ke dompet pribadi, sehingga jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dijual di pasar spot semakin berkurang.
Tren ini sejalan dengan menurunnya cadangan OTC penambang dan memperkuat kondisi pasar yang semakin ketat. Jika permintaan terus meningkat, berkurangnya likuiditas di bursa dapat memperbesar potensi kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.
Holder Jangka Panjang Belum Banyak Menjual
Meski harga Bitcoin berhasil pulih dari titik terendahnya, investor jangka panjang belum menunjukkan tanda-tanda melakukan aksi ambil untung.
Hal ini terlihat dari indikator Coin Days Destroyed (CDD) yang tetap berada di kisaran 16,4 juta. Indikator ini mengukur jumlah Bitcoin lama yang kembali berpindah tangan. Nilai CDD yang relatif datar menunjukkan bahwa sebagian besar BTC yang telah lama disimpan masih belum dijual.
Kenaikan CDD yang sempat terjadi juga tidak berkembang menjadi gelombang penjualan yang berkelanjutan. Dengan kata lain, mayoritas pemegang Bitcoin jangka panjang masih memilih mempertahankan aset mereka.
Karena pasokan dari holder lama tetap terbatas, pergerakan harga Bitcoin kini semakin bergantung pada permintaan baru di pasar spot. Jika arus modal baru mampu menyerap jumlah BTC yang tersedia, sementara pasokan terus menyusut, maka peluang Bitcoin untuk melanjutkan tren kenaikannya akan semakin besar.
0 Comments