Circle Luncurkan cirBTC, Token Bitcoin 1:1 yang Hadir di Ethereum

Circle Luncurkan cirBTC, Token Bitcoin 1:1 yang Hadir di Ethereum

Circle resmi meluncurkan Circle Wrapped Bitcoin (cirBTC), token yang didukung Bitcoin dengan rasio 1:1. Token ini memungkinkan Bitcoin digunakan di jaringan blockchain yang dapat diprogram, dengan sistem kustodian terpisah dan data cadangan yang dapat diverifikasi secara onchain.

Circle mengumumkan peluncuran cirBTC pada 4 September 2026. Saat ini, cirBTC sudah tersedia di jaringan Ethereum. Circle juga berencana menghadirkan dukungan native untuk cirBTC di Arc, blockchain layer-1 milik Circle, setelah mainnet diluncurkan.

Apa Itu Circle Wrapped Bitcoin (cirBTC)?

cirBTC merupakan token yang mewakili Bitcoin dalam bentuk token di jaringan blockchain. Setiap satu cirBTC didukung oleh satu Bitcoin native dan dapat ditebus dengan jumlah Bitcoin yang sama.

Berbeda dengan produk staking atau derivatif, cirBTC merupakan wrapped Bitcoin. Artinya, Bitcoin yang menjadi cadangan tetap menjadi aset dasar yang mendukung token tersebut.

Bitcoin yang mendukung cirBTC disimpan melalui afiliasi Circle dan dikustodi oleh Circle National Trust. Lembaga tersebut merupakan national trust bank yang diawasi oleh Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

Cadangan Bitcoin juga ditempatkan dalam rekening yang terpisah dari aset perusahaan Circle. Cadangan tersebut diperuntukkan bagi pemegang cirBTC sehingga aset jaminan tidak tercampur dengan neraca perusahaan.

Sementara itu, cirBTC diterbitkan oleh Circle International Bermuda Limited, perusahaan yang memiliki lisensi Class F Digital Asset Business dari Bermuda Monetary Authority.

Cadangan cirBTC Dapat Diverifikasi Secara Onchain

Salah satu fitur yang menjadi perhatian dalam peluncuran cirBTC adalah transparansi cadangan Bitcoin.

Circle menggunakan Chainlink Proof of Reserve untuk menghubungkan data mengenai Bitcoin yang disimpan sebagai cadangan dengan jumlah cirBTC yang beredar.

Sistem ini memungkinkan pengguna dan pelaku pasar melihat tiga komponen utama, yaitu Bitcoin native yang berada di alamat cadangan yang telah diungkapkan, nilai cadangan onchain melalui Chainlink Proof of Reserve, serta jumlah cirBTC yang beredar di berbagai jaringan.

Ketika cirBTC ditebus, token tersebut akan dikeluarkan dari peredaran dan Bitcoin yang menjadi cadangan akan dilepaskan. Dengan mekanisme tersebut, jumlah cirBTC yang beredar seharusnya tidak melebihi jumlah Bitcoin yang tersedia sebagai cadangan.

Circle menegaskan bahwa Proof of Reserve bukan pengganti sistem kustodian, mekanisme penebusan, maupun pemeriksaan keamanan smart contract. Namun, sistem ini memberikan cara bagi protokol lending, market maker, dan manajer aset untuk memantau jaminan secara lebih transparan.

cirBTC Mulai dari Ethereum

Untuk tahap awal, cirBTC tersedia di Ethereum. Circle selanjutnya berencana memperluas dukungan ke jaringan blockchain lainnya.

Dukungan native cirBTC untuk Arc juga direncanakan hadir ketika mainnet blockchain tersebut diluncurkan. Implementasinya tetap bergantung pada persetujuan regulasi yang berlaku.

Peluncuran cirBTC menempatkan Circle di tengah persaingan pasar wrapped Bitcoin yang semakin berkembang. Transparansi cadangan dan sistem kustodian menjadi salah satu faktor penting bagi institusi yang ingin menggunakan Bitcoin dalam ekosistem decentralized finance (DeFi).

Circle Perluas Ekosistem di Luar USDC

Kehadiran cirBTC juga memperluas fokus Circle di luar bisnis stablecoin USDC. Sebelumnya, Circle telah mengambil langkah untuk membawa USDC ke berbagai ekosistem blockchain, termasuk Hyperliquid.

Dengan cirBTC, pemegang Bitcoin memiliki alternatif untuk menggunakan aset tersebut dalam berbagai aktivitas onchain tanpa harus mengubah Bitcoin native menjadi aset lain secara langsung.

Bagi pasar, keberadaan token seperti cirBTC dapat membuka lebih banyak peluang untuk menggunakan Bitcoin dalam aplikasi DeFi, termasuk lending dan aktivitas perdagangan.

Namun, seperti produk wrapped Bitcoin lainnya, pengguna tetap perlu memperhatikan aspek kustodian, mekanisme penebusan, keamanan smart contract, serta risiko dari jaringan blockchain yang digunakan.