DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp146,5 Juta Usai Batal Tampil di Denver Club

DJ Katty Butterfly Dituntut Ganti Rugi Rp146,5 Juta Usai Batal Tampil di Denver Club

Batalnya penampilan DJ Katty Butterfly di Denver Club, salah satu tempat hiburan malam di Bandung, Jawa Barat, berbuntut panjang. DJ asal Thailand tersebut menghadapi tuntutan ganti rugi dari pihak penyelenggara acara setelah batal tampil karena kondisi kesehatan.

Nilai ganti rugi yang diminta penyelenggara mencapai sekitar Rp146,5 juta. Nominal tersebut kemudian dipertanyakan oleh pihak manajemen DJ Katty Butterfly karena jauh lebih besar dibandingkan fee yang tercantum dalam kontrak kerja sama.

Fee DJ Katty Butterfly Disebut Rp45 Juta

Ika, perwakilan manajemen DJ Katty Butterfly, mengatakan nilai fee dalam kontrak kerja sama disebut hanya sekitar Rp45 juta. Sementara itu, pihak penyelenggara meminta ganti rugi hingga Rp146,5 juta.

Menurut Ika, pihak manajemen telah menerima rincian tagihan dari penyelenggara. Namun, manajemen masih mempertanyakan dasar perhitungan hingga nominal tersebut bisa mencapai lebih dari tiga kali lipat nilai fee.

“Pokoknya nilainya jadi 146 juta setengah dari nilai fee. Sebenarnya bingung juga, bukannya dari nilai fee Katty ini kan Rp45 juta,” ujar Ika di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Ika menjelaskan, pihaknya kemudian meminta rincian biaya kepada penyelenggara untuk mengetahui komponen apa saja yang dimasukkan dalam tuntutan ganti rugi tersebut.

Manajemen Pertanyakan Sejumlah Biaya

Setelah menerima daftar tagihan, manajemen menemukan sejumlah biaya yang dinilai masih perlu dipertanyakan.

Salah satunya adalah biaya complimentary band yang disebut masuk dalam daftar tagihan. Selain itu, terdapat pula biaya tiket bus, meski menurut manajemen DJ Katty Butterfly dan tim sudah berada di lokasi acara.

“Ada beberapa yang saya baca ini saya pikir bingung ya kok ini dimasukin gitu. Kayak ini yang jam 6 sore, complimentary band juga ditagih kita. Terus tiket bus, padahal kan kita udah sampai sana,” kata Ika.

Manajemen menilai sejumlah biaya tersebut perlu dijelaskan lebih lanjut karena berkaitan dengan kondisi dan kebutuhan acara saat DJ Katty Butterfly batal tampil.

Ada Biaya Tenaga Medis dalam Tagihan

Selain biaya operasional, manajemen juga mempertanyakan adanya biaya tenaga medis dalam rincian tuntutan ganti rugi.

DJ Katty Butterfly mengatakan dirinya tidak mendapatkan penanganan dari dokter atau perawat di lokasi acara. Menurutnya, ketika kondisi kesehatannya memburuk, ia langsung dibawa ke rumah sakit.

“Dokter atau suster aku nggak tahu, tapi waktu dia bilang mau suntik atau apa nggak ada dokter juga karena aku udah langsung ke rumah sakit,” ujar Katty.

Ia juga mempertanyakan biaya tenaga medis yang disebut mencapai sekitar Rp1 juta dan tercantum dalam daftar tagihan penyelenggara.

Manajemen Soroti Dasar Perhitungan Ganti Rugi

Dengan adanya berbagai komponen biaya tersebut, pihak manajemen DJ Katty Butterfly masih berupaya memahami dasar perhitungan tuntutan ganti rugi Rp146,5 juta.

Manajemen sebelumnya menyebut pembatalan penampilan terjadi karena kondisi kesehatan DJ Katty Butterfly. Karena itu, mereka juga menyoroti persoalan force majeure dalam kasus tersebut.

Hingga kini, persoalan antara manajemen DJ Katty Butterfly dan pihak penyelenggara masih menjadi perhatian. Kedua pihak perlu menjelaskan dasar perhitungan kerugian serta komponen biaya yang dimasukkan dalam tuntutan agar persoalan tersebut dapat dipahami secara jelas.