Harga XRP Turun 2,83%, Analis Prediksi Bisa Tembus $60
Harga XRP kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir. XRP turun 2,83% ke sekitar US$1,41, sementara Bitcoin juga melemah 1,63%.
Penurunan harga XRP turut memicu aksi likuidasi senilai jutaan dolar. Meski demikian, analis kripto Ali Martinez melihat potensi kenaikan besar XRP dalam jangka panjang.
Menurut Martinez, XRP sedang membentuk pola teknikal yang berpotensi membawa harga menuju US$60. Namun, XRP harus terlebih dahulu melewati sejumlah level resistance penting.
Mengapa Harga XRP Turun?
Tekanan terhadap harga XRP terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) terbaru menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.
AS mencatat penambahan 162.000 lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran berada di level 4,1%. Data tersebut membuat pelaku pasar kembali mempertimbangkan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Kondisi ini memberikan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk pasar kripto.
Harga XRP sempat turun ke sekitar US$1,33. Pergerakan tersebut memicu likuidasi posisi XRP senilai sekitar US$14,82 juta. Sebanyak 95,8% dari likuidasi tersebut berasal dari posisi long.
Likuidasi besar pada posisi long dapat menambah tekanan jual karena posisi yang mengalami kerugian harus ditutup secara otomatis.
Volume Perdagangan XRP Tetap Tinggi
Di tengah penurunan harga, aktivitas perdagangan XRP masih tergolong kuat.
Volume perdagangan spot XRP pada Agustus mencapai level tertinggi sejak Februari. Binance mencatat volume perdagangan XRP sekitar US$7,28 miliar, sedangkan Upbit mencatat sekitar US$4,68 miliar.
Tingginya volume perdagangan menunjukkan bahwa minat pasar terhadap XRP masih cukup besar meskipun harga sedang mengalami tekanan.
US$3,66 Jadi Resistance Penting XRP
Analis kripto Ali Martinez melihat XRP sedang membentuk pola ascending triangle pada grafik bulanan.
Pola tersebut ditandai dengan pergerakan harga yang membentuk higher lows, sementara XRP menghadapi resistance kuat di area yang relatif sama.
Menurut Martinez, level US$3,66 menjadi resistance penting yang perlu ditembus XRP.
Jika XRP mampu mencatatkan penutupan bulanan di atas US$3,66, kondisi tersebut dapat menjadi konfirmasi breakout dan membuka peluang kenaikan lebih tinggi.
Prediksi Harga XRP Bisa Menuju US$60
Berdasarkan proyeksi teknikal Martinez, breakout di atas US$3,66 dapat membuka jalan bagi XRP menuju beberapa target harga berikutnya.
Grafik yang dibagikan Martinez menunjukkan potensi pergerakan XRP menuju sekitar US$9,49 dan kemudian US$15,60. Setelah itu, XRP berpotensi mengalami koreksi sebelum melanjutkan tren kenaikan.
Dalam skenario bullish jangka panjang, harga XRP bahkan diproyeksikan dapat bergerak menuju US$31,87 dan akhirnya mencapai sekitar US$60.
Namun, target US$60 tersebut bukan berarti harga XRP dipastikan akan mencapai level tersebut. Proyeksi tersebut merupakan target teknikal berdasarkan pola grafik dan tidak disertai perkiraan waktu kapan target itu dapat tercapai.
Karena itu, XRP tetap harus melewati resistance penting terlebih dahulu sebelum peluang menuju target yang lebih tinggi semakin terbuka.
Faktor Fundamental yang Bisa Mendorong Harga XRP
Selain faktor teknikal, sejumlah perkembangan fundamental juga dapat memengaruhi pergerakan XRP ke depan.
Salah satunya adalah agenda pemungutan suara Senat AS terhadap CLARITY Act yang dijadwalkan pada 15 September 2026. Jika disahkan, aturan tersebut berpotensi memberikan kejelasan regulasi yang lebih besar bagi aset digital di AS.
Di jaringan XRP Ledger (XRPL), pengembangan Lending Protocol dan Single Asset Vaults juga tengah diuji. Pengembangan tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas keuangan dan penggunaan XRP dalam ekosistem XRPL.
XRP ETF Catat Inflow US$130 Juta
Minat investor institusional terhadap XRP juga menjadi perhatian pasar.
ETF XRP spot di AS mencatat arus dana masuk atau inflow sekitar US$130 juta dalam satu pekan. Dengan tambahan tersebut, total net inflow ETF XRP mencapai sekitar US$1,68 miliar.
Jika arus dana institusional terus berlanjut, permintaan melalui produk ETF dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga XRP dalam jangka panjang.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan kondisi pasar secara keseluruhan. Data ekonomi AS, kebijakan The Fed, volume perdagangan, serta kemampuan XRP menembus resistance US$3,66 akan menjadi sejumlah faktor penting yang dapat menentukan arah harga selanjutnya.
0 Comments