ETF Bitcoin Catat Arus Dana Masuk Terpanjang Sejak Oktober, Minat Institusi Kembali Meningkat
ETF Bitcoin Spot AS Catat Arus Masuk Terpanjang Sejak Oktober
ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk (inflow) selama enam hari berturut-turut, menjadi yang terpanjang sejak Oktober tahun lalu. Tren ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga Bitcoin lebih dari 12% dalam periode yang sama
Berdasarkan data Farside Investors, ETF Bitcoin mencatat inflow bersih sebesar US$199,4 juta pada hari Senin. Produk milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust, memimpin dengan US$139,4 juta, disusul oleh Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund sebesar US$64,5 juta.
Sementara itu, ETF lain seperti Bitwise Bitcoin ETF dan Franklin Bitcoin ETF juga mencatat inflow masing-masing sebesar US$2,8 juta dan US$2,1 juta. Di sisi lain, produk dari VanEck dan ARK 21Shares justru mengalami outflow masing-masing sebesar US$6,3 juta dan US$3,1 juta.
Secara kumulatif, total dana masuk sejak 9 Maret telah mencapai US$962,8 juta. Angka ini sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin yang naik dari US$65.960 ke US$74.250 dalam periode yang sama.
Meski demikian, tren inflow saat ini masih lebih kecil dibandingkan periode September–Oktober 2025, ketika ETF Bitcoin mencatat arus masuk selama sembilan hari berturut-turut dengan total hampir US$6 miliar, seiring harga Bitcoin mendekati puncak US$126.080.
Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?
Salah satu faktor utama adalah narasi Bitcoin sebagai “emas digital”. Para analis menilai Bitcoin mampu mengungguli sejumlah aset berisiko dan bahkan beberapa komoditas, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menekan pasar saham.
Hal ini mendorong investor untuk mengalihkan dana ke Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedging) sekaligus penyimpan nilai (store of value) yang bersifat terdesentralisasi.
Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi global yang masih tinggi juga memperkuat sentimen positif terhadap Bitcoin, terutama sebagai pelindung terhadap pelemahan nilai mata uang fiat.
Terakhir, rumor mengenai potensi meredanya ketegangan antara AS dan Iran turut menjadi faktor yang mendukung pemulihan harga Bitcoin hingga kembali menembus level US$74.000, menurut Santiment.
0 Comments