Guncangan Likuiditas Bitcoin Meningkat Saat Saldo di Exchange Turun ke Level Terendah Sejak 2017

Guncangan Likuiditas Bitcoin Meningkat Saat Saldo di Exchange Turun ke Level Terendah Sejak 2017

Bitcoin di Bursa Menyusut Seiring Meningkatnya Tren Hold Jangka Panjang

Terjadi perubahan pada pasokan likuid Bitcoin setelah salah satu metrik on-chain penting mencapai level terendah dalam delapan tahun. Platform analitik kripto Santiment mengungkapkan di platform X pada 13 Maret bahwa persentase Bitcoin yang disimpan di bursa kripto terpusat telah turun ke titik terendah sejak November 2017.

Santiment menyatakan bahwa berdasarkan dompet yang mereka lacak, persentase Bitcoin yang berada di bursa kini berada di level terendah dalam lebih dari delapan tahun terakhir. Dalam periode tersebut, banyak perubahan telah terjadi baik di industri kripto maupun di dunia secara umum.

Santiment juga membagikan grafik yang membandingkan rasio pasokan Bitcoin di bursa dengan harga pasar serta jumlah total koin yang tersimpan di dompet yang diketahui berada di platform perdagangan terpusat selama beberapa siklus pasar. Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 5,74% dari total pasokan Bitcoin saat ini berada di bursa, dengan jumlah sekitar 1,15 juta BTC.

Data historis pada grafik yang sama menunjukkan bahwa pada siklus pasar sebelumnya, saldo Bitcoin di bursa pernah melampaui 3 juta BTC sebelum akhirnya memasuki tren penurunan yang berlangsung cukup lama.

Sementara itu, data dari platform analitik kripto CryptoQuant juga menunjukkan tren serupa pada cadangan Bitcoin di bursa dalam beberapa tahun terakhir. Data tersebut memperlihatkan bahwa jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa turun dari lebih dari 3,2 juta BTC pada 2024 menjadi sekitar 2,73 juta BTC pada Maret 2026.

Data tersebut juga membandingkan jumlah Bitcoin di bursa dengan harga pasar Bitcoin, yang pada pembacaan terbaru berada di sekitar $70.500. Rentang waktu data ini mencakup periode dari sekitar 2022 hingga Maret 2026, yang menunjukkan bahwa cadangan Bitcoin di bursa terus menurun meskipun pasar mengalami beberapa siklus.

Penurunan saldo Bitcoin di bursa sering dianggap sebagai tanda bahwa investor mulai beralih dari aktivitas trading jangka pendek ke strategi menyimpan aset (holding) dalam jangka panjang. Ketika Bitcoin dipindahkan dari bursa ke wallet pribadi atau cold storage, koin tersebut biasanya tidak lagi tersedia untuk dijual secara langsung di pasar.

Dengan semakin sedikit Bitcoin yang tersedia di order book bursa, pasar bisa menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan. Artinya, transaksi beli atau jual dalam jumlah yang relatif kecil dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap pergerakan harga, dibandingkan ketika likuiditas di bursa masih tinggi.