ETF Bitcoin dan Ethereum Catat Pekan Terbaik 2026, Pasar Kripto Melonjak

ETF Bitcoin dan Ethereum Catat Pekan Terbaik 2026, Pasar Kripto Melonjak

ETF Bitcoin dan Ethereum Catat Inflow Terbesar Sepanjang 2026

ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk (inflow) terbesar sepanjang 2026. Kenaikan ini terjadi ketika pasar kripto kembali menguat dan mendorong investor untuk kembali membeli produk investasi berbasis aset kripto.

Berdasarkan data SoSoValue, ETF Bitcoin mencatat inflow sebesar US$1,918 miliar selama lima hari perdagangan hingga 21 Agustus 2026. Sementara itu, ETF Ethereum mencatat inflow sebesar US$697,2 juta.

Jika digabungkan, total dana yang masuk ke ETF Bitcoin dan Ethereum mencapai sekitar US$2,6 miliar. Angka tersebut menjadi inflow mingguan terbesar untuk kedua kelompok ETF tersebut dalam sekitar 10 bulan.

ETF Bitcoin mencatat inflow setiap hari selama pekan tersebut. Dengan tambahan dana tersebut, total arus masuk bersih ETF Bitcoin sejak pertama kali diluncurkan pada Januari 2024 telah mencapai US$53,7 miliar.

Inflow mingguan ini juga menjadi yang terbesar sejak aksi jual besar-besaran (sell-off) di pasar kripto pada Oktober 2025.

Minat terhadap ETF Ethereum Ikut Meningkat

ETF Ethereum juga menunjukkan kinerja yang kuat. Produk investasi berbasis Ethereum tersebut mencatat pekan terbaik sejak Oktober 2025.

Pada pekan yang berakhir 3 Oktober 2025, ETF Ethereum sebelumnya berhasil menarik hampir US$1,3 miliar dana investor.

Meningkatnya inflow ETF terjadi bersamaan dengan reli kuat di pasar kripto.

Harga Bitcoin naik dari sekitar US$62.300 hingga sempat mendekati US$80.000 pada Jumat. Sementara itu, Ethereum melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan, yakni di atas US$2.500.

Setelah kenaikan tersebut, harga aset kripto kemudian mengalami sedikit koreksi. Bitcoin berada di sekitar US$76.550, sedangkan Ethereum diperdagangkan di kisaran US$2.400.

Kebijakan AS Mendorong Sentimen Positif Kripto

Kenaikan Bitcoin dan masuknya dana besar ke ETF terjadi bersamaan dengan sejumlah perkembangan positif dari Amerika Serikat.

Salah satu faktor yang membantu pasar adalah penurunan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS (Treasury). Penurunan yield dapat membuat kondisi keuangan menjadi lebih longgar dan meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan aset kripto lainnya.

Pada 19 Agustus, Departemen Keuangan AS menyatakan akan meningkatkan batas maksimum pembelian kembali (buyback) surat utang Treasury jangka panjang menjadi setidaknya US$4 miliar per transaksi.

Pengumuman tersebut mendorong penurunan yield Treasury jangka panjang dan ikut meningkatkan sentimen positif di pasar kripto.

Dukungan pemerintah AS terhadap industri kripto juga menjadi faktor penting. Presiden Donald Trump bertemu dengan sejumlah eksekutif perusahaan kripto di Gedung Putih.

Dalam pertemuan tersebut, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk mengakumulasi Bitcoin dan aset kripto lainnya dalam jumlah besar.

Meskipun pernyataan tersebut belum memberikan kewenangan baru kepada pemerintah AS untuk membeli Bitcoin secara langsung di pasar, hal itu memperkuat ekspektasi bahwa pemerintahan Trump ingin meningkatkan peran AS dalam industri aset digital.

Regulasi Kripto AS Mulai Bergerak

Sentimen pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan regulasi kripto di AS.

Pada 18 Agustus, Securities and Exchange Commission (SEC) mengusulkan Regulation Crypto Assets. Aturan tersebut menjadi salah satu upaya SEC untuk membuat kerangka regulasi yang lebih khusus bagi aset kripto, termasuk terkait penggalangan dana dan penawaran token.

Kemudian pada 20 Agustus, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengadakan pertemuan pertama Innovation Advisory Committee. Regulasi kripto menjadi salah satu pembahasan utama.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perusahaan besar di industri kripto, termasuk Coinbase, Uniswap Labs, dan BitGo.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa regulator AS mulai bergerak menuju aturan yang lebih jelas untuk industri kripto. Hal tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya ketika pendekatan regulator lebih banyak berfokus pada tindakan penegakan hukum.

Bitcoin Tembus Level Teknis Penting

Besarnya inflow ETF juga menjadi perhatian karena terjadi ketika Bitcoin berhasil menembus level teknikal penting.

Bitcoin kembali berada di atas 200-day moving average, yaitu rata-rata pergerakan harga Bitcoin selama 200 hari. Indikator ini sering digunakan trader dan investor untuk melihat arah tren jangka menengah hingga panjang.

Kenaikan harga Bitcoin juga menyebabkan miliaran dolar posisi short terlikuidasi. Posisi short merupakan taruhan bahwa harga aset akan turun.

Namun, inflow besar ke ETF menunjukkan bahwa reli Bitcoin kemungkinan tidak hanya didorong oleh aksi short covering, yaitu ketika trader yang bertaruh harga turun terpaksa menutup posisi karena harga justru naik.

Platform riset Bitcoin Ecoinometrics menyebut permintaan terhadap ETF sebenarnya sudah mulai pulih sepanjang Agustus. Namun, pembelian meningkat lebih cepat pada akhir pekan ketika Bitcoin berhasil menembus level teknikal penting.

Hal ini menjadi penting karena reli yang hanya didorong oleh short covering biasanya dapat kehilangan momentum setelah posisi bearish selesai ditutup.

Sebaliknya, inflow ETF menunjukkan adanya modal baru yang masuk ke pasar. Jika tren ini berlanjut, permintaan tersebut dapat memberikan dukungan yang lebih kuat bagi harga Bitcoin.

Apakah Inflow ETF Akan Bertahan?

Ecoinometrics memperkirakan permintaan ETF saat ini membantu menopang Bitcoin dalam kisaran sekitar US$67.000 hingga US$78.000. Sementara itu, estimasi nilai wajar Bitcoin berada di sekitar US$72.000.

Jika pembelian ETF terus meningkat dan harga Bitcoin kembali naik, kisaran tersebut berpotensi bergerak lebih tinggi. Kenaikan harga juga dapat menarik investor yang menggunakan strategi mengikuti tren (trend following).

Perkembangan ini cukup penting karena permintaan ETF Bitcoin sebelumnya melemah ketika harga Bitcoin turun dari rekor pada Oktober 2025.

ETF Bitcoin sebelumnya menjadi salah satu sumber permintaan besar yang membantu mendorong reli pasar kripto. Karena itu, kembalinya inflow dalam jumlah besar dapat menjadi tanda bahwa minat investor institusional terhadap Bitcoin mulai kembali.

Meski demikian, satu pekan dengan inflow besar belum cukup untuk memastikan bahwa tren ini akan bertahan dalam jangka panjang.

Investor kini akan memperhatikan apakah ETF Bitcoin dan Ethereum mampu mempertahankan arus dana masuk setelah Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 25% dalam sepekan.

Jika inflow terus bertahan positif, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa reli pasar kripto saat ini didukung oleh permintaan baru, bukan hanya akibat aksi short covering.