Ethereum Bertahan di US$2.450, Pola Bull Flag Mengindikasikan Potensi Rally
Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.450 pada 26 Agustus setelah rally kuat dalam sepekan terakhir tertahan di bawah US$2.550. Pada grafik 4 jam, ETH kini membentuk pola bull flag yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.
Ethereum Konsolidasi Setelah Rally Kuat
Berdasarkan data crypto.news, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.452 saat artikel ini ditulis.
ETH dibuka di US$2.251,44 pada 20 Agustus dan naik ke level tertinggi US$2.545,88 pada hari berikutnya. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 13% hanya dalam satu hari.
Jika dihitung dari area US$1.900, tempat ETH sebelumnya berkonsolidasi, kenaikannya bahkan lebih besar. Ethereum mencatat kenaikan hampir 34% dari level tersebut hingga mencapai titik tertinggi mingguan.
Sejak saat itu, ETH sebagian besar bergerak di kisaran US$2.400-US$2.500. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembeli masih mempertahankan sebagian besar keuntungan dari rally sebelumnya, meskipun harga kesulitan menembus US$2.550.
Pemulihan Ethereum juga menunjukkan perubahan besar dibandingkan kondisi awal Agustus. ETH sempat bergerak di bawah US$1.950 selama sebagian besar bulan tersebut sebelum menembus US$2.000 dan bergerak cepat menuju US$2.500.
Investor juga masih memperhatikan kondisi likuiditas di pasar global. Penurunan imbal hasil obligasi telah membantu mendukung aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Kini, trader ingin melihat apakah dukungan tersebut dapat berlanjut setelah rally awal dan short squeeze.
Bull Flag Menempatkan US$2.550 sebagai Resistance Utama
Pada grafik 4 jam ETH/USDT, Ethereum bergerak dalam channel yang menurun setelah mengalami kenaikan tajam dari sekitar US$1.900.
Pola seperti ini dapat berkembang menjadi bull flag ketika muncul setelah rally kuat. Pola tersebut akan semakin terkonfirmasi jika ETH menembus batas atas channel, yang saat ini berada di sekitar US$2.510-US$2.530.
Jika breakout terjadi, level tertinggi terbaru di sekitar US$2.546 akan menjadi target berikutnya. Pembeli kemudian perlu mendorong ETH menembus US$2.550 dan mempertahankan level tersebut sebagai support.
Analis crypto Ted Pillows juga menyoroti US$2.550 sebagai resistance penting. Dalam unggahan di X pada 26 Agustus, ia mengatakan Ethereum berpotensi bergerak menuju US$3.000 jika mampu mencatatkan penutupan mingguan di atas US$2.550.
Namun, target US$3.000 belum terkonfirmasi. ETH masih berada di bawah level breakout penting tersebut.
Jika Ethereum gagal menembus US$2.500-US$2.550, harga berpotensi terus bergerak sideways.
Sementara itu, batas bawah pola bull flag berada di sekitar US$2.330-US$2.360. Penurunan di bawah area tersebut akan melemahkan setup bullish dan dapat memicu koreksi yang lebih dalam.
Momentum Ethereum Mulai Melambat
Grafik harian Ethereum masih menunjukkan tren bullish, tetapi beberapa indikator mengindikasikan bahwa momentum rally mulai melemah.
Relative Strength Index (RSI) harian berada di sekitar 75,59, di atas level 70 yang umumnya dianggap sebagai zona overbought.
RSI overbought tidak otomatis berarti harga ETH akan turun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga telah naik cukup cepat dan mungkin membutuhkan fase konsolidasi sebelum kembali melanjutkan kenaikan.
Indikator Supertrend juga masih menunjukkan tren bullish, dengan support berada di sekitar US$2.158. ETH masih sekitar 14% di atas level tersebut, sehingga koreksi masih dapat terjadi tanpa langsung merusak tren bullish secara keseluruhan.
Momentum jangka pendek juga mulai melemah. Pada grafik 4 jam, garis MACD berada di bawah garis sinyal dan histogram telah berubah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa momentum kuat setelah breakout mulai kehilangan tenaga.
ADX masih berada di level relatif tinggi, yakni 40,76, yang menunjukkan bahwa tren sebelumnya cukup kuat. Namun, ADX mulai menurun, menandakan bahwa kekuatan rally mulai berkurang ketika ETH bergerak sideways.
Likuidasi Dapat Menentukan Pergerakan Ethereum Berikutnya
Data CoinGlass menunjukkan adanya posisi leverage dalam jumlah besar di atas maupun di bawah harga Ethereum saat ini.
Area likuiditas utama terdekat di atas ETH berada di sekitar US$2.530-US$2.560. Jika ETH bergerak ke area tersebut, posisi short yang menggunakan leverage dapat mengalami likuidasi. Kondisi ini berpotensi menambah tekanan beli dan mendorong harga lebih tinggi.
Menariknya, area tersebut juga bertepatan dengan resistance teknikal di sekitar US$2.550. Karena itu, level ini menjadi penting bagi trader di pasar spot maupun derivatif.
Di sisi bawah, terdapat area likuiditas besar di sekitar US$2.300-US$2.330.
Jika ETH turun di bawah US$2.400 dan kemudian menembus batas bawah bull flag, harga berpotensi bergerak menuju area tersebut karena posisi long dapat terkena tekanan likuidasi.
Zona likuiditas lainnya berada di sekitar US$2.200, US$2.000, dan US$1.900. Level-level tersebut baru akan menjadi perhatian lebih besar jika Ethereum kehilangan support tren saat ini.
Analis Michaël van de Poppe juga mengatakan pada 26 Agustus bahwa area yang menarik untuk membeli Ethereum saat terjadi koreksi mungkin mulai mendekat. Grafiknya menunjukkan potensi zona permintaan di kisaran US$2.300-US$2.400.
Apa Selanjutnya untuk Ethereum?
Ethereum saat ini menghadapi dua skenario utama.
Breakout di atas US$2.550 dapat mengonfirmasi pola bull flag dan membuka peluang bagi ETH untuk bergerak menuju level resistance yang lebih tinggi.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$2.330 akan melemahkan setup bullish dan dapat membuka jalan bagi koreksi lebih dalam menuju support Supertrend di sekitar US$2.158.
Selama salah satu level tersebut belum ditembus, Ethereum kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi. Trader kini menunggu apakah rally dalam sepekan terakhir memiliki cukup kekuatan untuk kembali mendorong ETH lebih tinggi.
0 Comments